Menurut Hasnul, pertumbuhan laba sebelum pajak, beban, depresiasi, dan amortisasi juga naik 31 persen. Pertumbuhan ini karena perubahan peraturan pembangunan dari 100 persen membangun sendiri ke sebagian di sewa. Kenaikan juga terjadi pada laba bersih sebesar 12 persen dari tahun sebelumnya menjadi Rp706 miliar.
Operator yang belum lama bersinergi dengan Axiata Group Berhad ini juga menikmati lonjakan pelanggan 8 persen ketimbang tahun sebelumnya menjadi 24,7 juta pelanggan. Pertambahan itu disertai kenaikan 9 persen pada jumlah pelanggan “prabayar” dari 19,9 juta pelanggan pada semester pertama tahun ini menjadi 21,8 juta dibanding periode yang sama tahun lalu. ● BOBBY CHANDRA
0 komentar:
Posting Komentar