20 Agustus 2009 Laba Indosat turun

Harga saham melemah 3,60%

Oleh Pudji Lestari & Sylviana Pravita R.K.N
Bisnis Indonesia

Jakarta (19/08/2009): Laba bersih PT Indosat Tbk pada semester I/2009 mencapai Rp1,01 triliun, turun 3,80% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalau sebesar Rp1,05 triliun.

Namun, jika dilihat secara kuartalan, perolehan laba bersih pada kuartal II mengalami kenaikan Rp890 miliar dari pencapaian 31 Maret 2009 yang sebesar Rp119,52 miliar. Kinerja kuartal II/2009 diperoleh dari pengurangan kinerja semester I/2009 dengan kuartal I/2009.

Sekretaris Perusahaan Indosat Strasfiatri Auliana mengatakan pada periode Januari-Juni 2009, perseroan membukukan pendapatan usaha Rp8,92 triliun.

Itu berarti terjadi pertumbuhan dibandingkan dengan perolehan periode yang sama pada 2008 sebesar Rp8,83 triliun, tapi secara kuartalan pendapatan usaha turun menjadi Rp4,42 triliun dari sebelumnya Rp4,50 triliun.

Jumlah pelanggan seluler hingga Juni mencapai 28,9 juta. Jumlah ini berkurang 3,5 juta pelanggan dibandingkan dengan posisi per 30 Juni 2008 yang sebanyak 32,4 juta.

Qatar Telecom QSC (Qtel) dalam situsnya menyebutkan jumlah total pelanggan Indosat pada semester lalu mencapai 29,4 juta. “Itu sudah memperhitungkan jumlah pelanggan StarOne,” jelas Auliana ketika dikonfirmasi kemarin.

Manajemen Indosat berencana mengumumkan secara resmi kinerja pada hari ini. Namun, laporan keuangan lengkap baru akan dirilis pada akhir bulan ini karena perseroan melakukan telah terbatas.

Analis Danareksa Chandra Pasaribu menilai secara umum dengan adanya pertumbuhan pendapatan usaha, kinerja Indosat pada semester I/2009 bagus. Namun, dia menilai ada sedikit permasalahan yang menyebabkan jumlah pelanggan menurun, sehingga sedikit banyak berdampak pada perolehan laba bersih.

Tipe calling card
Dia menduga hal itu terjadi karena banyaknya pelanggan tipe calling card, yakni pelanggan baru yang tidak lagi mengisi pulsa dan membiarkan kartu hangus. “Persaingan yang ketat dengan operator lain membuat pelanggan tipe seperti ini lari memilih promo yang lebih menari,” tuturnya.

Ke depan, katanya, Indosat perlu meningkatkan pelayanan jasa dan nilai tambah kepada pelanggan yang ada, dengan pada saat yang sama mengurangi jumlah pelanggan tipe calling card.

Keberadaan pelanggan tipe calling card ini juga diakui oleh Qtel. Menurut induk operator telekomunikasi terbesar kedua Indonesia itu, strategi perusahaan saat ini adalah mengenali dan mengurangi perilaku calling card basis pelanggan.

Harga saham Indosat yang berkode ISAT ditutup turun 3,60% atau Rp200 ke level Rp5.350 pada perdagangan kemarin, menjadikannya bernilai pasar Rp29,07 triliun.

Lebih jauh Qtel menyebutkan Indosat mampu menjaga margin laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (earning before interest, taxes, depreciation, and amortization / EBITDA) sebesar 49% pada semester lalu.

Dalam riset analis saham Tim Storey dari JPMorgan Securities Asia Pacific Ltd pada 17 Agustus 2009 yang berjudul: Qtel 2009 indicates weak results from Indosat disebutkan penurunan pendapatan Indosat disebabkan oleh anjloknya pendapatan dari sektor nirkabel sehingga 2,3% dibandingkan dengan posisi triwulan II/2008.
(pudji.lestari@bisnis.co.id/sylviana.pravita@bisnis.co.id)

0 komentar: