20 Agustus 2009 Telkom revisi target pelanggan Internet

Oleh Muhammad Sufyan
Bisnis Indonesia

Bandung (19/08/2009) : Telkom Bandung meningkatkan target penambahan pelanggan internet pada semester kedua, sementara penyelenggara jasa Internet skala kecil, seperti Melsa, justru mengurangi target.

Beni Sukawanto, GM PT Telkom Kandatel Bandung, mengungkapkan penjualan akses Internet Speedy yang tinggi di wilayahnya (Kota/Kab. Bandung, Kota Cimahi, dan Kab. Sumedang) sejak awal tahun ini membuat target digenjot.

“Setelah target penjualan 4.000 sambungan per bulan tercapai selama semester pertama tahun ini, target dinaikkan sejak Agustus ini menjadi 5.000 pelanggan baru per bulan,” katanya kepada Bisnis, kemarin.

Performa penjualan yang tercatat menempati urutan kedua tertinggi di Indonesia setelah Kandatel Surabayar Timur itu, mendorong manajemen mematok penjualan lebih tinggi guna penerimaan pendapatan lebih besar.

Pelanggan eksisting Speedy berkisar 45.000 satuan sambungan layanan (SSL), atau memberi kontribusi 60% dari total pelanggan internet kecepatan tinggi itu di Jabar sejak 75.000 pelanggan.

Walden Robert Bakara, EGM PT Telkom Divre III Jabar Banten, menambahkan pihaknya mematok pelanggan Speedy pada akhir 2009 sebanyak 150.000 SSL.

“Ini target wajar. Kalau melihat pelanggan telepon rumah di Jabar-Banten 850.000 nomor, penetrasi Speedy saat ini masih di bawah 10%. Jadi, kami harus naikkan lagi target agar semuanya terpacu.”

Pasar strategis
Beni melanjutkan pihaknya optimistis bisa mengejar target 5.000 nomor per bulan itu. Sebab selain permintaan pasarnya memang ada, Kandatel Bandung juga rajin berpromosi.

“Ada tiga segmen pasar strategis, yakni komunitas pendidikan seperti guru dan pelajar. Juga aparat pemerintah daerah seperti kelurahan dan usaha kecil menengah.”

Sementara itu, PT Melvar Lintasnuas (Melsa) justru menurunkan target penambahan pelanggan akibat target di awal tahun ini, baik untuk segmen korporat maupun ritel, sulit terealisasi.

Menurut VP Marketing & Promosi Melsa Vivi Mariska, pihaknya semula mematok penambahan pelanggan baru pada tahun ini 200 pengguna segmen perusahaan dan 400 segmen ritel.

Akan tetapi, akibat krisis global yang menekan daya beli masyarakat, membuat sejumlah perusahaan maupun segemen ritel untuk sementara menunda pemasangan akses Internet.

“Kami akhirnya realistis, target diturunkan. Untuk pelanggan korporat menjadi 150, pelanggan ritel sekitar 300. memang kesannya melemah, tapi ini semata-mata demi kebaikan cashflow perusahaan.”

Menurut Vivi, penambahan pelanggan baru dengan tingkat perpindahan pelanggan di atas 10% per bulan sebenarnya menggerogoti keuangan perusahaan sehingga penambahan pelanggan ideal adalah yang setia di atas tiga bulan.

0 komentar: