20 Agustus 2009 Jasa Telekomunikasi

Perangkat BWA Akan Diproduksi Lokal

Jakarta, Koran Jakarta (19/08/2009) – Para pegiat telematika yang bergabung dalam Indonesia Wireless Broadband (Id-Wibb) sedang menginisiasi pembuatan perangkat lokal berbasis teknologi Worldwide Interoperability for Microwave Access (Wimax) guna menolong para operator Broadband Wireless Access (BWA) dalam memasarkan jasanya.

“Kami sedang berbicara dengan satu vendor perangkat Wimax dari Taiwan yang biasa bermain di original equipment manufacture (OEM). Perusahaan ini banyak memasok perangkat ke operator atau manufaktur besar di dunia,” ungkap anggota Id-Wibb, Wahyu Haryadi, kepada Koran Jakarta, Selasa (18/8).

Dijelaskannya, tahap pertama yang dilakukan oleh organisasinya untuk menggandeng perusahaan asal Taiwan tersebut adalah mendirikan perusahaan bersama di Indonesia. Setelah itu, dilanjutkan dengan transfer teknologi pembuatan perangkat untuk konsumen dan pendirian pabrik.

“Intinya kami ingin membuat perangkat made in Indonesia yang memenuhi tingkat kandungan lokal sesuai permintaan pemerintah, yakni 30 persen, mulai tahun depan,” ujarnya.

Wahyu mengatakan perangkat yang dibuat nantinya memiliki interoperability dengan buatan luar negeri dan difokuskan bagi Wimax dengan standar 16e atau mobile. “Kami tidak mau membuat perangkat berbasis standar 16d (nomadic) karena tidak lagi dikembangkan di luar negeri. Tujuan lain dari pendirian pabrik ini adalah untuk membangun ekosistem Wimax 16e agar tender frekuensi untuk standar tersebut digelar pada tahun depan,” katanya.

Wahyu menjamin perangkat yang dijual oleh pabrik besutannya akan lebih murah 50 persen ketimbang yang dijual oleh dua perusahaan lokal yang memproduksi untuk standar 16d. “Jika perangkat sekarang yang dijual seharga 300 dollar AS, perangkat kami nantinya bisa mencapai 150 dollar AS. Ini akan menolong operator BWA nantinya dalam mengatasi kelangkaan perangkat sehingga belanja modalnya tidak lagi dihabiskan buat subsidi belanja perangkat bagi konsumen,” katanya.

Masih Terkendala
Pada kesempatan sama, Juru Bicara Konsorsium Wimax Indonesia (KWI) Roy Rahajasa Yamin mengakui masalah perangkat menjadi kendala bagi peihaknya untuk mengembangkan Wimax sesuai standar pemerintah. “Seharusnya kuartal ketiga ini KWI mulai membangun, tetapi masalahnya perangkat yang tersedia saat ini belum proven. Kami ingin berbicara ke pemerintah untuk diberikan solusi,” katanya.

Dua perusahaan lokal yang telah memenuhi ketentauan pemerintah dalam membuat perangkat Wimax dengan standar nomadic adalah Hariff dan TRG. Sedangkan pesaing terdekat dari pabrik besutan Id-Wibb adalah LEN Industri yang telah berancana mengeluarkan investasi sebesar 15 miliar rupiah untuk mengembangkan perangkat Wimax dengan standar 16e. ■ dni/E-3

0 komentar: