Jakarta, Investor Daily – Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan trafik selama Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri yang diperkirakan bisa mencapai 200%, operator seluler PT Excelcomindo Pratama (XL) siap menaikkan kapasitas jaringan hingga dua kali lipat. Saat ini, XL melayani trafik percakapan hingga 635 juta call dengan total waktu sebesar 560 juta menit. Sementara untuk trafik SMS adalah 150 juta SMS dan trafik data sebesar 1,45 terabytes.
“Diperkirakan, sepanjang Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini akan terjadi lonjakan trafik hingga 200%,” kata Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi di Jakarta, akhir pekan lalu.
Untuk menguji kesiapan jaringan, lanjut Hasnul, XL melakukan dirve test dengan menggunakan bus mengambil rute padat yang biasa dilalui pemudik, yaitu Lampung-Jakarta-Cikampek-Cirebon-Semarang-Tuban-Surabaya-Madura. Pengujian yang sama juga dilakukan di Batam (Sumatera), Balikpapan (Kalimantan), Makassar (Sulawesi), Gilimanuk-Denpasar-Padangbai (Bali), dan Lombok (NTB).
Drive test ini, kata Hasnul, bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan sinyal di sepanjang daerah dan jalur yang dilalui. Pengukuran kualitas dilakukan pada layanan 2G dan 3G, mulai dari voice call, video call, SMS, dan data.
“Hasilnya akan menjadi rujukan bagi kami untuk memaksimalkan telekomunikasi seluler yang berkualitas bagi pelanggan diberbagai daerah,” kata dia.
VP Network Planning Enginering XL Hermansyah mengatakan, dua minggu sebelum hari raya Idul Fitri seluruh jaringan harus sudah dinyatakan siap menghadapi lonjakan trafik.
“Di saat itu, sudah tidak ada lagi penambahan jaringan karena kami sudah konsentrasi pada pengawasannya agar tidak kepayahan menghadapi lonjakan,” terangnya.
Dia juga menjelaskan, secara umum hasil drive test menunjukkan jaringan XL di jalur yang dilalui pemudik di Pulau Jawa dan Sumatera kualitasnya cukup baik, sehingga diharapkan bisa memberikan kenyamanan bagi pelanggannya. XL mengkategorikan kualitas sinyal dengan lima warna yang dimulai dari yang terkuat hingga lemah, yaitu hijau tua, hijau muda, kuning, cokelat, dan hijau.
Namun demikian, diakuinya di beberapa jalur masih ditemukan sinyal dengan kategori kuning (kurang kuat) dikarenakan jarak antar site cukup jauh. Tapi, hal ini tidak mengurangi kualitas bagi pelanggan untuk melakukan komunikasi.
Dia mencontohkan, seperti di Provinsi Lampung, kualitas sinyal yang kurang kuat disebabkan perbukitan yang ada di daerah tersebut. Karena itu, XL mengupayakan untuk memperbaikinya dengan menempatkan ketinggian site yang tepat serta pengaturan power parameter yang maksimal plus buster. Langkah ini bertujuan agar sinyal di penyeberangan Merak-Bakauheni tetap menyambung.
“Hasil dari drive test menunjukkan penilaian 99,25%, yang berarti masih tinggi diatas standar BRTI 90%. Untuk sinyal call drop hanya 0,27% atau jauh di bawah standar BRTI 5%,” tambahnya.
Saat ini, infrastruktur disepanjang jalur lampung antar Bandar Lampung-Bakauheni didukung 16 BTS (2G/3G). Sementara sepanjang Pantura Jawa didukung sekitar 1750 BTS (2G/3G) dan Madura sekitar 445 BTS (2G/3G). (cep)
0 komentar:
Posting Komentar