Tampilkan postingan dengan label Mobile-8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mobile-8. Tampilkan semua postingan

27 Desember 2009 Mobile-8 Modem Mobi Rp299 Ribu

Jakarta, Investor Daily (23/12/2009) – PT Mobile-8 Telecom Tbk (Mobile-8) menawarkan Mobi Special Deal di lima lokasi Mobile-8 Center di Jakarta dan Bandung. Penawaran ini hanya berlaku pada Rabu, 23 Desember 2009.

“Program Mobi Special Deal ini merupakan program penjualan paket modem Mobi yang menawarkan banyak pilihan modem dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp299 ribu,” kata Head of Communications Mobile-8 Yolanda Nainggolan di Jakarta, Selasa (22/12).

Yolanda mengatakan, Mobi merupakan layanan akses internet berkecepatan tinggai 3.5G berteknologi CDMA yang diluncurkan pada Januari 2009. “Kami tidak hanya menawarkan modem yang murah dan tarif layanan internet yang sangat terjangkau, Mobi juga memberikan bonus pulsa tambahan sebesar 50% selama lima kali pengisian pulsa,” kata Yolanda. (rz)

Read more.....

06 Desember 2009 Konversi utang Mobile-8 capai Rp700 miliar

Sylviana Pravita R.K.N
Bisnis Indonesia

Jakarta (04/12/2009): Realisasi aksi korporasi PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) berupa konvesi utang menjadi saham baru (debt to equity swap) mencapai Rp700 miliar dari total utang usaha perseroan senilai Rp840,92 miliar.

Perseroan juga sedang meminta persetujuan pencatatan 11 miliar saham baru tersebut kepada Buras Efek Indonesia.

Sekretaris Perusahaan Mobile-8 Chris Taufik mengatakan perseroan akan menggelar rapat umum pemegang saham guna menyelesaikan debt to equity swap tersebut.

“Adapun harga saham yang belum dikonversi, kami perkirakan berbeda dari nilai konversi tahap pertama sebesar Rp65 per saham. Harga konversi saham itu berbeda, karena berdasarkan peraturan Bursa Efek Indonesia harga konversi harus dipatok berdasarkan perdagangan saham 25 hari terakhir,” ujarnya kemarin.

Realiasai konversi saham tersebut terkait dengan rencana perseroan mengonversi utang obligasi dan utang usaha dengan nilai maksimal Rp1,43 triliun melalui penerbitan saham baru perseroan hingga 22,08 miliar dengan nilai konversi Rp65.

Manajemen Mobile-8 menawarkan rencana penyelesaian utang kepada para kreditur dengan cara melaksanakan konversi utang menjadi saham baru perseroan melalui penambahanan saham tanpa hak memesan efek terlebih dahulu.

Adapun, utang perseroan yang akan diselesaikan melalui mekanisme tersebut, yaitu pertama, utang usaha per 30 September 2009 kepada lima perusahaan, yaitu Samsung Electronics Co Ltd senilai Rp274,14 miliar, PT Mora Telematika Indonesia senilai Rp294,15 dan PT Inti Bangun Sejahtera senilai Rp139,48 miliar.

Selanjutnya, PT Sapta Prima Talenta senilai Rp89,80 miliar dan PT Investasi Hasil Sejahtera senilai Rp43,35 miliar.

Kedua, obligasi perseroan senilai Rp675 miliar. Utang itu telah direstrukturisasi, sehingga tenornya menjadi 15 Juni 2017. Bunga kupon obligasi juga diubah menjadi 12,375% untuk 9 kuartal dimulai pada 15 Juni 2007, 5% untuk 8 kuartal dimulai pada 15 September 2009, 8% untuk 12 kuartal dimulai pada 15 September 2011 dan 18% untuk 12 kuartal dimulai pada 15 September 2014.

Read more.....

26 November 2009 Mobile-8 Luncurkan Portal Suarta FunCall

Investor Daily (23/11/2009) – PT Mobile-8 Telecom Tbk, operator Hepi dan Fren, meluncurkan layanan terbaru FunCall. Layanan berbentuk portal suara ini dihardirkan untuk memenuhi kebutuhan hiburan, sekaligus mengekspresikan diri dari pengguna Fren prabayar dan paskabayar.

“Pelanggan dapat membagi, mengekspresikan, hingga mengirimkan musik atau rekaman yang dibuat hanya dalam genggaman, dengan tarif yang sangat hemat dan cara yang tidak report,” kata Direktur Sales & Marketing Mobile-8, Beydra Yendi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jum’at (20/11).

Beydra mengatakan, pelanggan Fren dapat mengakses layanan-layanan tersebut melalui 5050 dengan tarif yang berlaku adalah Rp288/30 detik, dan hanya Rp3.000 untuk setiap pilihan lagu. Layanan FunCall ini mengintegrasikan kompleksitas layanan suara dengan layanan data yang bertujuan untuk memudahkan pelanggan mengakses fitur-fitur sesuai dengan kebutuhan pelanggan secara instant. Saat ini FunCall menawarkan dua layanan unggulan yaitu music mail dan karaoke.

“FunCall assistant akan membantu pelanggan untuk memilih jenis layanan yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” kata dia.

Dia menjelaskan, pelanggan ynag ingin memberikan variasi baru dalam pengiriman pesan ke rekan atau kerabat dekat maka layanan music mail adalah pilihan tepat yang dapat dipergunakan. Namun, jika pelanggan adalah seorang penggemar musik karaoke yang ingin menguji kemampuan setiap saat maka pilihan jatuh kepada layanan karaoke.

“Saat ini terdapat ratusan koleksi lagu yang dikemas dalam berbagai pilihan kategori untuk dua layanan di atas, mulai dari top 40, new entry, romantic song, dance and party hingga Rohani,” ujarnya.

Dengan hadirnya FunCall, lanjut dia, Mobile-8 semakin memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan komunikasi yang menawarkan harga terjangkau dengan layanan-layanan komunikasi yang inovatif. Beydra juga berharap, layanan ini dapat meningkatkan revenue dari layanan nilai tambah sebesar 5% di akhir tahun 2009.

“Kami menyediakan layanan karaoke dengan tujuan mengakuisisi pelanggan baru Fren yang juga menargetkan para karaoke mania, harapannya dapat meningkatkan jumlah pelanggan Fren diakhir tahun 2009,” tambah Head of Product Marketing Mobile-8, Sukaca Purwokardjono. (mam)

Read more.....

12 November 2009 Andalkan konsep 4P

Oleh Fita Indah Maulani
Wartawan Bisnis Indonesia

Bisnis Indonesia (11/11/2009) – Dunia pemasaran memang tidak bisa jauh-jauh dari Beydra Yendi Yarman, Sales and Marketing Director PT Mobile-8 Telecom Tbk (Mobile-8).

Memulai karier dengan bekerja di perusahaan Jepang 1990-1993, sejak semula dirinya memang tertarik pada bisnis telekomunikasi, tetapi dia malah memperoleh gelar MBA di University of Central Arkansas karena ditolak ketika melamar ke Kaltim Primacom.

Pascakelulusannya, dia mencoba berkarier di salah satu anak perusahaan Bakrie sebelum akhirnya bergabung dengan PT Excelcomindo Pratama (XL) sebagai tenaga sales. Dalam 4 bulan bekerja, dia berhasil dipromosikan menjadi manager wilayah.

Sebelum hijrah ke Mobile-8, bapak satu anak ini menjabat sebagai Manager Penjualan Regional Jawa Timur XL. Keputusannya pindah ke Mobile-8 diambil pada Juni 2004 karena tertarik dengan tantangan baru.

”Mobile-8 kan operator baru saat itu,” ujarnya kepada Bisnis kemarin.

Pengaruh 4P pun – yaitu product, prize, promotion, dan play distribution masih diyakininya bisa menjawab tantangan persaingan di bisnis telekomunikasi.

Beydra rajin berpromosi dengan strategi bisnis dari mulut ke mulut (direct selling) dalam menjual berbagai penawaran Mobile-8, dia bahakn dengan fasih menceritakan pengalamannya sebagai pengguna langsung dari produk yang dijual.

Sebelum memegang posisinya terakhir, Beydra pernah menjabat sebagai Group Head Sales of West Area yang membawahi penjualan mulai dari Sumatra hingga Jawa Barat. Namun, pada 2006 Global Mediacom-induk perusahaan Mobile-8 menariknya ke anak perusahaann lain, Indovision.

Baru sejak tahun lalu dia kembali ke bisnis telekomunikasi sebagai Sales and Marketing Director Mobile-8. Ditengah padanya jadwal kerja, hingga kini dia masih meluangkan waktu untuk membaca buku dan mendengarkan musik.

“Waktu akhir pekan pasti saya habiskan untuk jalan dengan anak yang masih berusia 7 tahun, karena dari hari Senin hingga Jumat selalu pergi pagi dan pulang di atas pukul 8 malam,” ujarnya.

Read more.....

10 November 2009 Mobile-8 Tawarkan Tarif SLJJ Termurah

Jakarta, Investor Daily (09/11/2009) – Di penghujung 2009, PT Mobile-8 Telecom Tbk menurunkan tarif komunikasi Rp100 per 30 detik untuk panggilan hemat interlokal ke telepon rumah (PSTN) di seluruh pelosok Nusantara. Ini untuk memenuhi besarnya kebutuhan masyarakat terhadap penggunaan layanan telekomunikasi untuk panggilan ke luar kota (interlokal), khususnya panggilan ke telepon rumah.

“Oleh karena itu, Mobile-8 ingin memanjakan pelanggannya dengan memberikan penawaran terbaik “Banting Tarif!” dengan menurunkan tarif panggilan interlokal ke telepon rumah,” kata Direktur Sales & Marketing Mobile-8 Beydra Yendi di jakarta, akhir pekan lalu.

Head or Product Marketing Mobile-8 Sukaca Purwokardjono menambahkan, tarif Rp100 per 30 detik untuk panggilan interlokal ke nomor telepon rumah saat ini merupakan tarif termurah di antara semua penyedia layanan seluler di Indonesia. Pelanggan dapat menikmati tarif tersebut untuk melakukan panggilan ke Sabang sampai Merauke tanpa harus khawatir adanya perbedaan tarif karena perbedaan jarak dari zona-zona panggilan. (c135)

Read more.....

07 November 2009 Gandeng Advan, Mobi Indar 7 Ribu Pelanggan

Jakarta, Investor Daily (05/11/2009) – PT Mobile-8 Telecom Tbk menargetkan tambahan 7 ribu pelanggan data dari program Paket Internetan Murah Abis dalam waktu dua bulan ke depan. Untuk merealisasikannya, Mobile-8 menjual modem Mobi secara bundling dengan produk laptop lokal, Advan.

“Saat pertama kali diluncurkan pada Februari 2009, pelanggan Mobi sekitar 3 ribu pelanggan. Penetrasi pasar yang gencar membuat penjualannya tumbuh 50% setiap bulan,” kata Direktur Sales & Marketing Mobile-8 Beydra Yendi di sela-sela pameran Indocomtech 2009 di Jakarta, Rabu (4/11).

Beydra mengatakan, pelanggan Mobi saat ini sekitar 80 ribu untuk prabayar dan 1.000 pelanggan pascabayar. Strategi bundling, kata dia, dipilih karena Mobile-8 dan Advan memiliki kesamaan visi, yaitu memberikan layanan teknoloi komputer dan internet terjangkau untuk masyarakat luas agar melek teknologi dan informasi.

Strategi ini juga diharapkan dapat membantu menghilangkan kesenjangan teknologi informasi (TI) di berbagai lapisan masyarakat, sebagai wujud nyata mendukung program pemerintah, yang dijalankan Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo).

“Penjualan saat ini cukup kami banggakan, karena di saat penjualan kompetitor di bawah 10%, justru penjualan kami melejit,” kata dia.

Marketing Director PT Intech Surya Abadi (vendor Advan) Teddy Tjan optimistis target penjualan 7 ribu unit dalam dua bulan ke depan dapat tercapai. Optimisme ini didasarkan keberhasilan Mobi menjual hingga 5 ribu unit dalam waktu dua bulan.

Pihaknya bersedia bundling, karena pertumbuhan pengguna internet di Tanah Air meningkat cepat, sejalan dengan bertambahnya pengguna Facebook, Twitter, Plurk, dan sebagainya.

“Yang kami harapkan, kerja sama ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, terlebih lagi mampu menghubungkan untuk menjadi bagian penikmat kemajuan teknologi yang update,” kata dia.

Mengenai penjualan Advan, Teddy tidak bersedia membeberkan angkanya. Tapi, pihaknya memasang target penguasaan pasar komputer hingga 10%. “Kami akan fokus ke segmen korporasi dan ritel, yang tersebat merata di seluruh daerah di Tanah Air,” ujar dia. (cep)

Read more.....

05 November 2009 Mobile-8 bundling notebook

Jakarta, Bisnis Indonesia – PT Mobile-8 Telecom (Mobile-8) menghadirkan paket bundling antara notebook Advan dan modem Mobi 3.5G CDMA berkecepatan tinggi.

Beydra Yendi, Direktur Sales & Marketing Mobile-8, mengatakan Mobile-8 dan Advan mempunyai persamaan visi, yaitu memberikan layanan teknologi komputer dan Internet yang terjangkau untuk masyarakat luas guna menciptakan masyarakat yang ‘melek’ teknologi informasi.

“Dengan paket Internetan Murah Abis ini kami menargetkan akan menambah 7000 pelanggan data,” ujarnya melalui siaran pers Mobile-8 kemarin. (BISNIS/ROY)

Read more.....

03 November 2009 Kinerja Mobile-8 Telecom

Kas FREN Tersisa Rp26,68 Miliar

Jakarta, Kontan – Meski masih terbilang minim, kas PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) mulai berisi. Per kuartal ketiga tahun ini, posisi kas operator seluler itu Rp26,68 miliar.

Sebagai perbandingan per Juni 2009 lalu, ini kas internal FREN adalah Rp8,79 miliar. Ini berarti dalam tempo tiga bulan kas FREN bertambah Rp17,89 miliar.

Sekretaris Perusahaan FREN Chris Taufik menjelaskan, peningkatan kas internal itu antara lain berasal dari hasil operasional perusahaan. “Bukan dari suntikan pemegang saham,” kata Chris, kamarin (2/11).

Selain itu, tambahan kas tersebut juga berasal dari pencairan investasi jangka pendek. Di kuartal ketiga 2009 lalu FREN juga mencairkan investasi jangka pendek sebesar Rp25 miliar.

Bisnis FREN sejauh ini memang belum ada tanda-tanda kebangkitan. Hingga September 2009 lalu, mereka masih mencatatkan kerugian bersih sebanyak Rp439,95 miliar. Rugi bersih ini naik 59,18% dari setahun sebelumnya.

Kerugian FREN antara lain bersumber dari penurunan pendapatan selama sembilan bulan pertama tahun ini. “Pelangan kami menurun, saat ini tinggal 3,1 juta pelanggan,” kata Chris. *Rizki Caturini

Read more.....

21 Oktober 2009 Mobile-8 Bagi-bagi Hadiah untuk Pelanggan

Jakarta, Investor Daily – PT Mobile-8 Telecom Tbk menawarkan program Gesek-Gesek Grreengg 4 (GEGER 4) bagi pelanggan prabayar Fren dan Hepi untuk memenangkan hadiah ratusan juta rupiah. Ini merupakan lanjutan dari GEGER 3 yang dilaksanakan pada periode 22 Juni – 13 September 2009.

“Program ini bertujuan meningkatkan loyalitas pelanggan melalui apresiasi program, meningktkan aktivasi melalui program dengan hadiah yang spektakuler, serta membangun tingkat kesadaran terhadap merek Fren dan Hepi,” kata Group Head of Product Marketing Mobile-8 Telecom Sukaca Purwokardjono di Jakarta, Selasa (20/10).

Sukaca mengatakan, Mobile-8 akan terus menghadirkan program-program yang lebih baik untuk memanjakan pelanggan Fren dan Hepi. (rz)

Read more.....

20 Oktober 2009 Utang Mobile-8 berpotensi turun

Oleh Sylviana Pravita R.K.N
Bisnis Indonesia

Jakarta (19/10/2009): Kewajiban PT Mobile-8 Telecom Tbk berpotensi turun menjadi Rp3,50 triliun dari total kewajiban per 30 September 2009 yang mencapai Rp4,94 triliun terkait dengan rencana penyelesaian utang perseroan menjadi saham senilai Rp1,43 triliun.

Aksi korporasi itu akan diminta restu dari pemegang saham pada 30 Oktober 2009.

Apabila rencana tersebut disetujui oleh kreditur, perseroan berencana mengonversi utang obligasi dan utang usaha dengan nilai maksimal Rp1,43 triliun melalui penerbitan saham baru perseroan hingga 22,08 miliar dengan nilai konversi saham Rp65.

“Perseroan menawarkan rencana penyelesaian utang kepada para kreditur dengan cara melaksanakan konversi utang menjadi saham baru perseroan melalui penambahan saham tanpa hak memesan efek terlebih dahulu,” ujar Sekretaris Perusahaan Mobile-8 Chris Taufik, kemarin.

Adapun, utang perseroan yang akan diselesaikan melalui mekanisme tersebut, yaitu pertama, obligasi perseroan senilai Rp675 miliar. Utang itu telah direstrukturisasi, sehingga tenornya menjadi 15 Juni 2017.

Bunga kupon obligasi juga diubah menjadi 12,375% selama sebilan kuartal dimulai pada 15 Juni 2007, sebesar 5% selama delapan kuartal dimulai pada 15 September 2009.

Selanjutnya kupon sebesar 8% untuk 12 kuartal dimulai pada 15 September 2011 dan 18% selama 12 kuartal di mulai pada 15 September 2014.

Adapun kupon terutang untuk periode 15 Maret dan 15 Juni 2009 akan dibayarkan dalam empat kali pembayaran hingga 15 Maret 2010.

Kedua, perseroan memiliki utang usaha per 30 September 2009 kepada 5 perusahaan, yaitu Samsung Electronics Co Ltd senilai Rp274,14 miliar, PT Mora Telematika Indonesia senilai Rp294,15 miliar, PT Inti Bangun Sejahtera senilai Rp139,48 miliar.

Selain tiu, perseroan juga memiliki utang kepada PT Sapta Prima Talenta senilai Rp89,80 miliar dan PT Investasi Hasil Sejahtera Rp43,35 miliar.

Konversi saham
Keterangan resmi perseroan menyebutkan bahwa kepemilikan Mobile-8 setelah terjadi konversi saham, yaitu untuk saham seri A meliputi Jaresh Investment Ltd 15,30%, PT Global Mediacom Tbk 9.08%, Qualcomm Incorporated 2,39%, KT Freetel CO Ltd 0,96% dan masyarakat 20,08%.

Selanjutnya, saham seri B, yaitu Mora Telematika 9,89%, Samsung Electronics 8,39%, pemegang obligasi I Mobile-8 24,54%, Inti Bangun 4,56%, Sapta Prima 3,26% dan Investasi Hasil 1,58%.

Mobile-8 Telecom membukukan kewajiban per 30 September 2009 mencapai Rp4,94 triliun.

Sementara itu, pendapatan perseroan per 30 September 2009 mencapai Rp278,64 miliar dan rugi bersih Rp439,95 miliar.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, harga saham emiten berkode FREN ini ditutup stagnan dibandingkan dengan perdagangan 15 Oktober 2009, yaitu pada level Rp57. Dengan mengacu pada harga saham itu, kapitalisasi pasar perseroan Rp1,15 triliun.

Read more.....

03 Oktober 2009 Mobile-8 Gandeng Yahoo Tawarkan YM

Jakarta, Investor Daily (01/10/2009) – PT Mobile-8 Telecom Tbk menawarkan layanan Yahoo Instant Messenger bagi pelanggan Mobile-8. kerja sama ini mempertegas Mobile-8 sebagai operator CDMA pertama di Indonesia yang menawarkan layanan Yahoo Messenger (YM) guna mendukung chatting integrated communications.

“Kami gembira menjadi operator CDMA pertama yang memberikan layanan ini di Indonesia. Kami yakin bahwa layanan ini akan sangat menarik bagi masyarakat, khususnya pelanggan kami karena kemudahan dalam penggunaannya serta harganya yang sangat terjangkau,” kata Direktur Sales & Marketing Mobile-8 Telecom Beydra Yendi di Jakarta, Rabu (30/9).

Dengan YM, lanjut Beydra, Mobile-8 ingin menyataukan kebutuhan dan kenyamanan pelanggan berkomunikasi kapan pun, di mana pun, dan dengan tipe ponsel CDMA apa pun. Kerja sama dengan Yahoo menjadi tonggak yang penting dalam menyediakan solusi komunikasi end-to-end guna menjadikan Mobile-8 sebagai operator pilihan terdepan bagi masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Managing Director Yahoo Mobile Asia pasifik Matthias Kunze mengatakan, dengan layanan mobile internet yang terdepan, setiap pelanggan Mobile-8 bisa mengetahui segala hal tentang dunia mereka dan sekitar mereka lewat ponselnya. “Yahoo membawa layanan YM bagi seluruh pelanggan Mobile-8 melalui SMS,” kata dia.

Mobile-8 menyediakan akses mudah untuk berlangganan aplikasi YM pada ponsel mereka. Yakni, dengan mengirim SMS ke 123 yang berisi ‘Yahoo’. Mobile-8 menawarkan tarif berlangganan sebesar Rp2.500 untuk menikmati pemakaian YM tidak terbatas (unlimited) selama satu minggu. (c135)

Read more.....

Aksi Korporasi Mobile-8 Telecom

Mobile-8 Memperpanjang Negosiasi dengan Kreditur


Jakarta, Kontan (01/10/2009) – Kemarin (30/9) PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) seharusnya melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persertujuan penerbitan saham baru alias rights issue. Tapi, ternyata, FREN mengundurkan jadwal RUPSLB hingga tanggal 30 Oktober 2009.

Manajemen FREN beralasan masih membutuhkan waktu lagi untuk bernegosiasi dengan para kreditur. Saat ini proses penawaran konversi piutang menjadi kepemilikan saham rights issue FREN masih berjalan. FREN menawarkan harga konversi sebesar Rp65 per saham kepada seluruh krediturnya.

Hingga kini, FREN belum bersedia mengungkapkan seberapa besar minat kreditur terhadap penawaran rights issue tersebut. “Yang pasti sebelum tanggal 15 Oktober 2009 sudah tersedia angka jumlah peminat yang bersedia mengkonversi piutangnya dengan saham,” kata Sekretaris Perusahaan FREN Chris Taufik, kemarin (30/9).

Tanggal 15 Oktober 2009 juga merupakan waktu bagi FREN untuk mempublikasikan prospektur ringkas mengenai rencana rights issue kepada publik. “Sebab, FREN harus menerbitkan prospektus paling lambat dua minggu sebelum RUPSLB berlangsung,” lanjut Chris.

Salah satu pemegang obligasi FREN yakni PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) sebelumnya merespon positif tawaran FREN. Tapi RALS hingga kini masih menunggu proposal penawaran selengkapnya. “Kita harus mencermati syarat-syaratnya lebih dahulu,” kata Suryanto, Direktur Keuangan Ramayana.

Suryanto mencontohkan, ia ingin memastikan apakah proposal penawaran konversi saham itu mencantumkan larangan penjualan saham dalam kurun waktu tertentu.

FREN akan menggunakan dana hasil rights issue itu untuk membeli kembali alias buyback sebagian obligasi rupiah terbitan mereka senilai Rp 675 miliar.

FREN telah menyampaikan rancana buyback obligasi tersebut kepada para krediturnya. Kepada RALS, misalnya, FREN menawarkan buyback 43% dari pokok obligasi FREN yang dimiliki RALS senilai Rp15 miliar. Artinya FREN akan membli kembali obligasi Rp6,45 miliar.

Analis saham Ukie Mahendra menilai, sejumlah upaya FREN merestrukturiasi utang itu sudah cukup baik. Namun, berbagai upaya ini tidak mengurangi beban utangnya. “Harus ada langkah yang signifikan dari sekadar restrukturiassi utang,” ktanya. Misalnya, FREN sebaiknya mencari investor baru yang memiliki pendanaan kuat.

Menurut Ukie, rasio utang FREN sudah mengkhawatirkan. Hitungannya, Debt to Equity Ratio (DER) FREN saat ini sudah mencapai sembilan kali. “Kemampuannya membayar utang sudah sulit,” katanya. Ia merekomendasikan jual saham FREN dengan target harga Rp23 per saham. Kemarin (30/9) saham FREN ditutup di Rp 59 per saham. Rizki Caturini

Read more.....

28 September 2009 Mobile-8 Akan Konversi Obligasi Jadi 30% Saham

Oleh Deviana Chuo

Jakarta, Investor Daily – PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) berniat mengonversi utang obligasi senilaiRp675 miliar menjadi 30% saham. Perseroan akan menawarkan saham baru kepada pemegang obligasi dengan harga konversi Rp65 per saham.

Mobile-8 akan menerbitkan sekitar 10,38 miliar saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Nilai nominalnya ditetapkan sebesar Rp50 per saham atau lebih rendah dari harga konversi yang dipatok Rp65 per saham.

Direktur Keuangan Mobile-8 Anthony Chandra Kartawiria mengatakan, penerbitan saham baru bukan rights issue itu sebenarnya mencapai 50% dari total modal disetor perseroan yang sebanyak 20,23 miliar saham. Namun, karena bentuknya saham baru, persentasenya menjadi lebih kecil, yakni sekitar 30%.

“Konversi sekitar 30% saham itu akan terjadi setelah penerbitan saham baru selesai,” jelas Anthony kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.

Anthony menegaskan, semua pemegang saham lama Mobile-8 bakal terdilusi setelah penerbitan saham baru. Namun, potensi dilusi belum bisa dihitung sebelum aksi korporasi itu dilaksanakan pada tahun ini.

Hingga September 2009, Jerash Investment Ltd menguasai 32% saham operator seluler berbasis CDMA (code division multiple access) itu. PT Global Mediacom Tbk (BMTR) masih memiliki 19% saham, sedangkan Qualcomm Incorporated memegang 5,01% saham dan KT Freetel Co Ltd Korea 2%. Sisanya, sebesar 41,99%, dimiliki publik.

Mobile-8 akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 30 Oktober 2009. Rapat tersebut mengagendakan persetujuan pemegang saham terkait peningkatan modal dasar, peningkata modal disetor tanpa HMETD dengan cara pengeluaran saham baru (seri B), dan pemberian wewenang kepada direksi perseroan untuk melaksanakan pengeluaran efek bersifat ekuitas.

Namun, Anthony mengakui, jumlah saham baru yang akan diterbitkan nantinya masih bergantung pada respons pemegang obligasi. “Yang pasti, penerbitan saham ini akan berdampak baik, karena bakal menurunkan posisi utang perseroan,” ujarnya.

Berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No IX.D.4 tentang Penambahan Modal Tanpa HMETD, penerbitan saham baru bisa dilakukan emiten paling banyak sebesar 5%dari modal disetor.

Namun, penerbitan saham baru bisa lebih dari 5% apabila bertujuan memperbaiki posisi keuangan perusahaan. Salah satunya, perusahaan yang gagal bayar utang dan berencana mengonversi saham perseroan guna menyelesaikan kewajibannya tersebut. “Jadi, kami pakai opsi lain di luar ketentuan maksimal 5%,” kata Chris.

Berisiko Tinggi
Sementara itu, BNI Securities selaku pemegang obligasi menyatakan tidak berminat dengan konversi saham yang ditawarkan Mobile-8. VP Investment Managment Divisionn Head BNI Securities Isbono MI Putro menegaskan, kepemilikan saham pada Mobile-8 berisiko tinggi dibandingkan obligasi. “Kalau ada likuidasi aset dibayar terlebih dulu,” kata dia.

Isbono mengakui, manajemen Mobile-8 telah menawarkan konvesi saham kepada para pemegang obligasi. Namun, dia meminta, perseroan seharusnya menggelar rapat umum pemegang obligasi (RUPO). Sebelumnya, sekretaris Perusahaan Mobile-8 Chris Taufik mengatakan, pihaknya belum berencana menggelar RUPO.

Di lain pihak, Direktur PT Danareksa Muhammad Hanif mengatakan, pihaknya belum memutuskan menerima atau tidak tawaran konversi saham Mobile-8. “Kami akan rapatkan dulu, kan batasnya sampai 13 Oktober 2009,” jelasnya.

Read more.....

16 September 2009 Mobile-8 Luncurkan Promo Bayar 5 Gratis 3

Jakarta, Investor Daily – Mobile-8 yang merupakan penyedia layanan telekomunikasi Fren dan Hepi menawarkan promo tambahan bonus bicara untuk menikmati layanan komunikasi internasional. Penawaran terbaik melalui akses VoIP 01068 ini memberikan bonus tambahan gratis bicara tiga menit setelah pengguna melakukan percakapan selama lima menit, dan berlaku untuk kelipatan selanjutnya ke 10 negara.

Promo berlangsung sejak awal September 2009 hingga tanggal 3 Januari 2010, untuk 10 negara yang dimaksud adalah Hong Kong, Belanda, Korea Selatan, Malaysia, Uni Emirat Arab, Filipina, Kuwait, Taiwan, Arab Saudi, dan Thailand.

“VoIP 01068 merupakan fitur unggulan dari Mobile-8 yang menyediakan layanan untuk sambungan internasional dengan variasi penawaran tarif komunikasi kompetitif, ditunjang dengan kualitas jaringan dan kejernihan suara yang dimiliki oleh Mobile-8,” kata Direktur Sales & Marketing PT Mobile-8 Telecom Beydra Yendi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (15/9). (mam)

Read more.....

Harga konversi bond Mobile-8 Rp50

Dana cadangan Rp8 miliar disetor kemarin

Oleh Sylviana Pravita R.K.N
Bisnis Indonesia
Jakarta: PT Mobile-8 Telecom Tbk menetapkan harga konversi obligasi menjadi saham (debt to equity swap) di level Rp50 per saham.

Nilai konversi obligasi menjadi saham senilai Rp50 itu ditentukan berdasarkan Peraturan Bursa Efek Indonesia dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, yaitu harga rata-rata dalam 25 hari terakhir perdagangan.

Operator berbasis code division multiple access (CDMA) itu juga menetapkan pembelian kembali (buyback) obligasi I Mobile-8 Telecom Tahun 2007 senilai Rp675 miliar dijadwalkan pada 17 September-13 Oktober 2009.

“Pelaksanaan buyback itu dilaksanakan atas obligasi yang sudah direstrukturisasi pada RUPO [rapat umum pemegang obligasi] 29 Juni 2009,” ujar Sekretaris Perusahaan Mobile-8 Chris Taufik kepada Bisnis kemarin.

Menurut dia, mekanisme pembelian kembali obligasi itu melalui penerbitan saham baru seri B kepada pemegang obligasi.

Anak perusahaan PT Global Mediacom Tbk itu, lanjutnya, tidak berkewajiban membeli seluruh obligasi yang ditawarkan oleh pemegang obligasi dalam periode penawaran buyback obligasi.

“Hal itu bisa terjadi apabila harga penawaran jual yang ditawarkan oleh pemegang obligasi melampaui target harga yang ditetapkan oleh perseroan,” katanya.

Terkait dengan rencana penerbitan saham baru (rights issue) Mobile-8, perseroan akan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 30 Oktober 2009 atau mundur 1 bulan dari rencana semula, yaitu 30 September.

RUPS itu nantinya membahas tiga agenda yaitu pertama, peningkatan modal dasar perseroan. Kedua, peningkatan modal ditempatkan perseroan tanpa hak memesan efek terlebih dahulu dengan cara pengeluaran saham baru, yaitu saham Seri B dengan nilai Rp50 per saham.

Ketiga, pemberian wewenang kepada direksi perseroan dengan persetujuan Dewan Komisaris untuk melaksanakan pengeluaran efek bersifat ekuitas tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu.

Aksi korporasi itu bertujuan memenuhi kewajiban perseroan dalam meraih laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (earngings before interest, tax, depreciation, amortization/EBITDA) positif pada kuartal I/2010.

Apabila Mobile-8 mampu menjaga EBITDA positif, perusahaan telekomunikasi itu tidak perlu melaksanakan injeksi modal.

Dana cadangan
Mobile-8 kemarin menyetor dana cadangan (sinking fund) senilai Rp8 miliar terkait dengan restrukturisasi obligasi perseroan Rp675 miliar.

“Kami sudah membayar sinking fund senilai Rp8 miliar pada hari ini [kemarin]. Sinking fund per 31 Agustus juga sudah kami penuhi,” ujar Chris.

Kewajiban itu merupakan hasil dari RUPO di mana Mobile-8 mencapai lima langkah restrukturisasi atas obligasi berdenominasi rupiah senilai Rp675 miliar.

“Nilainya dua kali dari pembayaran kupon yaitu berkisar Rp16 miliar, sehingga pada 31 Agustus kami membayar Rp8 miliar dan jumlah yang sama kami bayarkan pada 15 September. Jumlah itu disesuaikan dengan tingkat kupon obligasi yang menjadi 5% pada Agustus-September 2009,” katanya.

Dia mengatakan perseroan memenuhi kewajiban itu melalui kas internal perseroan yang berada dari pendapatan operasional.

Analis saham PT BNI Secutities M. Alfatih mengatakan langkah pengalihan utang menajadi saham itu merupakan salah satu jalan keluar untuk pembayaran utang.

“Namun, kebanyakan pihak yang memberi utang semula berharap dapat memperoleh hasil, bukan ekuitas. Langkah ini pada akhirnya dapat diterima oleh para pemegang obligasi daripada mereka tidak dapat apa-apa,” tutur Alfatih.

Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham emiten berkode FREN ini ditutup menguat 1,61% ke level Rp63 dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya senilai Rp62, mengacu pada harga saham itu, kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp1,27 triliun. (sylviana.pravita@bisnis.co.id)

Read more.....

08 September 2009 Mobile-8 siap setor sinking fund

Oleh Sylviana Pravita R.K.N
Bisnis Indonesia

Jakarta: PT Mobile-8 Telecom Tbk siap menyetor dana cadangan (sinking fund) senilai Rp8 miliar pada 15 September terkait dengan restrukturisasi obligasi perseroan Rp675 miliar.

“Kami sedang menyiapkan sinking fund yang harus disetor pada 15 September. Sinking fund per 31 Agustus sudah kami penuhi,” ujar Sekretaris Perusahaan Mobile-8 Chris Taufik kepada Bisnis kemarin.

Kewajiban itu merupakan hasil dari rapat umum pemegang obligasi (RUPO) pada 29 Juni 2009, di mana Mobile-8 mencapai lima langkah restrukturisasi atas obligasi berdenominasi rupiah senilai Rp675 miliar.

“Nilainya dua kali dari pembayaran kupon yaitu berkisar Rp16 miliar, sehingga pada 31 Agustus kami membayar Rp8 miliar dan jumlah yang sama kami bayarkan pada 15 September. Jumlah itu disesuaikan dengan tingkat kupon obligasi yang menjadi 5% pada Agustus-September 2009,” katanya.

Dia mengatakan perseroan memenuhi kewajiban itu melalui kas internal perseroan yang berasal dari pendapatan operasional. “Yang jelas, cash flow bulanan pada Agustus dan September berkurang guna memenuhi kewajiban itu,” ujarnya.

Ke depan, berdasarkan keputusan RUPO itu apabila sinking fund itu terpakai saat belum jatuh tempo obligasi, perseroan wajib menambah dana itu (top-up).

Keempat langkah lainnya, yaitu, pertama, perpanjangan jatuh tempo surat utang dari 15 Maret 2012 menjadi 15 Maret 2017. Kedua, pemangkasan tingkat bunga obligasi menjadi 5% pada 2009-2011, 8% pada 2012-2014, dan 18% pada 2015-2017. Obligasi rupiah itu semula memberikan bunga 12,375% per tahun.

Ketiga, pembayaran dengan Rp1 miliar karena keterlambatan pelunasan bunga. Mobile-8 akan melunasi bunga tertunggak melalui empat kali angsuran pada 31 Juli, September, Desember, dan Maret 2010.

Keempat, perseroan juga diwajibkan meraih laba sebelum bunga, pajak depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) positif pada kuartal I/2010. “Apabila kami mampu menjaga EBITDA positif, kami tidak perlu melakukan injeksi modal,” tuturnya.

Adapun, perseroan juga masih menyelesaikan gugatan oleh wali amanat obligasi berdenominasi dolar senilai US$100 juta, yaitu DB Trustees, sehingga bunga obligasi dolar yang jatuh tempo per 1 September tidak dibayarkan perseroan.

Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham emiten berkode FREN ini ditutup ke level Rp64 atau naik 6,67% dibandingkan dengan penutupan perdagangan 4 September 2009, yaitu Rp60.

Dengan mengacu pada harga saham itu, kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp1,29 triliun.

Read more.....

Operator dukung Internet sehat

Mobile-8 siapkan 5.000 modem pemblokiran situs porno

Oleh Fita Indah Maulani
Binis Indonesia

Jakarta: Departemen Komunikasi dan Informatika bersama operator telekomunikasi mengampanyekan program Internet sehat dengan memblokir 2 juta situs porno langsung dari 50.000 unit modem Internet.

Sekretaris Ditjen Aplikasi dan Telematika Depkominfo Djoko Agung Harijadi mengatakan program ini diharapkan dapat menjadi solusi atas kekhawatiran orang tua dan guru ketika anak mengakses Internet.

“Konten pornografi sangat mudah ditemui di Internet, pelu proteksi bagi anak. Semoga hal ini bisa segera diikuti oleh vendor lain dan ke depannya akan dikembangkan menjadi warnet sehat,” ujarnya.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) juga mendukung kampanye Internet sehat.

“Namun, pemblokiran situs tertentu harus diarahkan hanya kepada pasar ritel dan sekolah, sedangkan pasar korporasi tidak bisa diblokir begitu saja, karena akan merugikan penyelenggara jasa Internet [PJI],” ungkat Ketua Umum APJII Roy Rahajasa Yamin.

Menurut dia, di negara lain, pengaturan situs yang diblokir lebih ekstrem lagi, karena diatur langsung oleh negara.

Salah satu operator yang mendukung program Internet sehat adalah PT Mobile-8 Telecom. Operator tersebut memblokir 2 juta situs porno dari 50.000 unit modem Mobi yang akan dipasarkan hingga akhir tahun ini.

Beydra Yendi, Direktur Sales dan Marketing PT Mobile-8 Telecom Tbk, mengatakan pihaknya khusus menyiapkan modem Internet dengan program khusus di dalamnya untuk memblokir situs porno yang paling sering dikunjungi.

“Dari 2 juta situs, masyarakat Indonesia biasanya hanya sering mengakses sekitar 1.000 situs saja. Kami meluncurkan program ini sebagai proteksi penggunaan Internet bagi anak usia di bawah 18 tahun,” ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Dia menjelaskan meningkatnya penggunaan layanan data, khususnya akses Internet dari komputer jinjing di kalangan anak muda, juga meningkatkan potensi akses mereka di situs pornografi.

Program dalam modem internet sehat Mobi ini juga bisa diperbarui dalam jangka waktu tertentu, untuk mengantisipasi hadirnya situs porno baru. Pengguna juga tidak bisa mengakses konten pornografi dari mesin pencari.

Sebagai contoh, ketika seorang penggung mencari gambar menggunakan kata sandi tertentu, program secara otomatis melakukan seleksi. Apabila gambar tersebut terdapat pada situs atau blog porno, tidak akan bisa diakses.

Layanan data
Paket modem Internet sehat mobi yang dijual bundling dengan berbagai vendor komputer jinjing yang dipasarkan oleh PT Masterdata diprediksi meningkatkan penggunaan layanan data operator telekomunikasi CDMA ini.

Beydra mengatakan jumlah pelanggan data dengan modem diprediksi meningkat hingga 150.000 pelanggan pada akhir tahun ini. Sejak peluncuran modem Internet Mobile-8 Februari lalu, jumlah pengguna kini sudah mencapai 60.000 pelanggan.

“Modem Internet sehat diprediksi terjual sekitar 50.000 unit, ditambah pertumbuhan dari pelanggan reguler sekarang hingga akhir tahun sekitar 40.000 unit, totalnya diperkirakan sekitar 150.000 pelanggan,” ujarnya.

Layanan data CDMA operator ini menggunakan teknologi EV-DO (evolution data optimized) yang menawarkan kecepatan akses hingga 3,1 Mbps. (fita.indah@bisnis.co.id)

Read more.....

07 September 2009 Target rights issue Mobile-8 diperbesar

Total kewajiban mencapai Rp4,24 triliun

Oleh Sylviana Pravita R.K.N

Bisnis Indonesia

Jakarta (04/09/2009) – PT Mobile-8 Telecom Tbk meningkatkan target jumlah penerbitan saham baru (rights issue) dalam rangka pengalihan utang menjadi ekuitas (debt to equity swap) menjadi Rp2,12 triliun dari rencana semula Rp300 miliar-Rp500 miliar.

Aksi korporasi tersebut dijadwalkan dapat dilaksanakan pada akhir Oktober 2009. Perseroan juga akan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) terkait dengan penambahan modal disektor apabila debt to equity swap yang tereksekusi mencapai sekitar 5%-6% dari modal disetor saat ini yang senilai Rp2 triliun atau berkisar Rp100 miliar-Rp120 miliar.

Menurut Sekretaris Perusahaan Mobile-8 Chris Taufik, perseroan menawarkan mekanisme debt to equity swap itu tidak hanya pada kreditur vendor, tetapi juga terhadap pemegang obligasi perseroan.

Pengalihan utang menjadi saham diharapkan meliputi, pertama kreditur vendor yang memberi utang atas peralatan dan infrastruktur pendukung telekomunikasi perseroan senilai Rp500 miliar. Kedua, pemegang obligasi Mobile-8 berdenominasi rupiah senilai Rp675 miliar.

Ketiga, pemegang obligasi Mobile-8 berdenominasi dolar senilai US$100 juta atau setara dengan Rp1 triliun (dengan asumsi US$1 = Rp10.000).

“Meski demikian, tetap saja besarnya debt-to-equity swap itu bergantung pada minat dari kreditur dan persetujuan pemegang saham,” kata Chris kepada Bisinis, kemarin.

Dia mengatakan perseroan sedang mengajak para kreditur untuk mengikuti mekanisme yang ditawarkan Mobile-8. “Kami mengajak mereka sebanyak-banyaknya untuk mengikuti mekanisme ini,” ujarnya.

Analis saham PT BNI Securities M. Alfatih mengatakan langkah pengalihan utang menjadi saham itu merupakan salah satu jalan keluar untuk pembayaran utang.

“Namun, kebanyakan pihak yang memberi utang semula berharap dapat memperoleh hasil, bukan ekuitas. Langkah ini pada akhirnya dapat diterima oleh para pemegang obligasi daripada mereka tidak dapat apa-apa,” tuturnya.

Izin pemegang saham
Direktur Utama Mobile-8 Merza Fachys mengatakan perseroan akan meminta persetujuan RUPS atas penerbitan efek bersifat ekuitas tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu pada 30 September 2009.

“Nilai penerbitan saham akan ditentukan berdasarkan peraturan Bursa Efek Indonesia, yaitu harga rata-rata 25 hari terakhir setelah RUPS digelar,” kata Merza.

Langkah tersebut, lanjut Merza, ditujukan perseroan guna memenuhi kewajiban perseroan dalam meraih laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (earnings before interest, tax, depreciation, amortization/EBITDA) positif pada kuartal I/2010.

Apabila Mobile-8 mampu menjaga EBITDA positif, perusahaan telekomunikasi itu tidak perlu melaksanakan injeksi modal.

“Kami berharap dengan adanya konversi utang menjadi saham itu, rasio utang terhadap ekuitas membaik, sehingga diharapkan kedepan EBITDA perseroan menjadi positif,” katanya.

Mobile-8 membukukna kewajiban per 30 Juni 2009 mencapai Rp4,24 triliun melonjak 38,56% dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalau yaitu Rp3,06 triliun.

Adapun, pendapatan perseroan pada semester I/2009 mencapai Rp189,72 miliar atau lebih rendah dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama 2008 yaitu Rp456,05 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan Mobile-8 yang ditandatangani oleh Direktur Mobile-8 Anthony Chandra Kartawiria dan Beydra Yandi terlihat bahwa meningkatknya kewajiban menyebabkan lonjakan rugi bersih perseroan hingga 170% menjadi Rp269,55 miliar dibandingkan dengan periode yang sama 2008, yaitu Rp99,80 miliar.

Beban usaha juga melonjak menjadi Rp551,22 miliar pada semester I/2009 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama 2008 yaitu Rp467,99 miliar.

Lonjakan kewajiban dan tingginya beban usaha menggerus kas internal perseroan menjadi Rp8,79 miliar pada semester I/2009 dari Rp170,92 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Kemarin, harga saham emiten berkode FREN ini ditutup naik 1,67% menjadi Rp61 dibandingkan dengan penutupan perdagangan 2 September 2009, yatiu Rp60. Mengacu ke harga saham itu, kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp1,23 triliun. (syviana.pravita@bisnis.co.id)

Read more.....

01 September 2009 Obligasi Mobile-8

FREN Menyetor Rp 8 M

Jakarta, Kontan – Kemarin adalah jadwal PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) menyetorkan dana cadangan pembayaran utang atau singking fund tahap pertama senilai Rp8 miliar. Setoran itu merupakan konsekuensi restrukturisasi obligasi rupiah terbitan FREN senilai Rp675 miliar.

Walau keuangannya masih jeblok, FREN mengaku telah membayar dana sinking fund tepat pada waktunya. Sekretaris Perusahaan FREN Chris Taufik menyatakan, FREN mengambil dana kas dan pendapatan usaha tahun ini untuk memenuhi sinking fund.

Setelah ini, FREN harus bersiap-siap menyiapkan setoran sinking fund tahap kedua dengan nominal yang sama. “Tanggal 15 September 2009 nanti kami akan menyetor sinking fund kedua,” ungkapnya, kemarin.

Chris mengungkapkan, sumber dana sinking fund bulan depan juga berasal dari uang kas dan dari pendapatan usaha 2009. Sebagai catatan, hingga paruh pertama 2009, operator telepon seluler itu memiliki kas Rp8,79 miliar. Apapun pendapatan FREN pada semester pertama tahun ini Rp189,7 miliar, turun 58,4% dari setahun lalu.

Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham FREN turun 3,08% menjadi Rp63 per saham. Rizki Caturini

Read more.....

31 Agustus 2009 Mobile-8 Dukung Program Insan

Bandung, Seputar Indonesia – PT Mobile-8 Telecom Tbk (Mobile-8) menjalin kerja sama dengan Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), PT Masterdata, dan Mal Artha Gading (MAG) untuk mendukung program Insan (Internet Sehat Aman), yang ditandai dengan peluncurun layanan Internet Sehat Mobi di Mal Artha Gading, Jakarta.

Presiden Direktur PT Mobile-8 Telecom Tbk Merza Fachys mengatakan, program Insan yang diresmikan Depkominfo 23 Februati 2009 lalu, memberikan manfaat yang sangat besar bagi para orang tua, guru dan pendidik, khususnya dalam pengawasan alur informasi yang akan diterima anak melalui internet.

Menurut dia, program Insan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada generasi muda terhadap konten negatif sekaligus melakukan penetrasi terhadap tumbuhnya konten-konten lokal yang positif.

Dengan menggunakn layanan Internet Sehat Mobi yang berupa modem dari Mobile-8 yang dipaketkan bersama notebook-notebook keluaran PT Masterdata, pengguna secara otomatis tidak dapat mengakses situs pornografi juga konten-konten negatif seperti pelanggaran kesusilaan. (irvan christianto)

Read more.....