Tampilkan postingan dengan label Telkom Vision. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Telkom Vision. Tampilkan semua postingan

04 November 2009 Telkom Vision Jajaki Gelar IPO

Media Indonesia – Anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), PT Indonusa Telemedia (Telkom Vision), tengah menjajaki untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Pemegang saham telah meminta kami untuk segera melakukan IPO agar bisa mandiri untuk pengembangan bisnis,” kata Direktur Keuangan Telkom Vision Harjawan Balaningrath di Jakarta, kemarin.

Tentang rencana IPO ini, ia belum bisa memastikan waktu dan jumlah saham yang akan dilepas ke pasar modal. “Waktunya belum bisa dipastikan karena prosesnya masih panjang,” ucapnya.

Selain rencana IPO, perseroan juga tengah melakukan ekspansi menjadi payTV (televisi berlangganan) terbesar di Tanah Air pada 2011.

“Kami optimistis 2011 bisa menjadi nomor satu. Untuk itu, saat ini kami sedang menjajaki model televisi satelit berbasis internet protocol (IPTV),” jelasnya.

Menurutnya, ekspansi tersebut membutuhkan belanja modal (capex) sekitar Rp150 miliar. Dana tersebut akan dipakai untuk pengadaan antena satelit bagi pelanggan.

Untuk pengadaan belanja modal itu, lanjutnya, Telkom Vision telah melakukan pembicaraan dengan beberapa bank lokal. “Ada beberapa bank yang sudah setuju dengan total pinjaman Rp200 miliar,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk mengelola manajemen kas perseroan, Telkom Vision menggandeng The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) melalui HSBC Global Payment and Cash Management.

Kerja sama ini akan memberikan kemudahan kepada Telkom Vision untuk proses penagihan. Pelanggan dapat membayar jasa langganan melalui 19 ribu jaringan ATM Bersama yang terbesar di Indonesia. (Ant/E-4)

Read more.....

Serah Terima Jabatan Direktur Utama PT Indonusa Telemedia

Kompas – Setelah tiga tahun menjabat sebagai Direktur Utama PT Indonusa Telemedia periode 2006-2009, maka pada 16 Oktober 2009, Rahadi Arsyad mengakhiri masa jabatannya.

Elvizar KH yang semula menjabat sebagai EGM PT TELKOM Indonesia Divre VII, terpilih untuk menjabat Direktur Utama PT Indonusa Telemedia pada periode 2009-2012.

Kegiatan seremonial serah terima jabatan pun diadakan sebagai wujud apresiasi atas masa bakti Rahadi Arsyad selama 3 tahun berturut-turut dan sebagai upacara penyambutan Direktur Utama yang baru.

Acara yang bertempat di kantor pusat Telkom Vision Jl Prof. Dr Supomo No 139 Jakarta di hadiri oleh I Nyoman G Wiryanata, Komisaris Utama PT Indonusa Telemedia, Edy Kurnia, Dewan Komisaris PT Indonusa Telemedia.

Tonda Prijanto, Dewan Komisaris PT Indonusa Telemedia, Agus Trikaton, Sekretaris Dewan Komisaris, Heri Supriyadi, Vice President Subsidiary Performance, dan jajaran Senior leader PT Indonusa Telemedia.

Dengan pergantian Direktur Utama PT Indonusa Telemedia, diharapkan dapat membawa kesuksesan bagi dua produk andalannya Telkom Vision dan YesTV di masa mendatang. [AJG]

Read more.....

Telkom Vision raih kredit Rp200 miliar

Jakarta, Bisnis Indonesia – PT Indonusa Telemedia, penyelenggara televisi berbayar Telkom Vision yang juga anak usaha PT Telkom Tbk, memperoleh komitmen kredit dari tiga bank nasional untuk membiayai kebutuhan modal kerja sebesar Rp200 miliar tahun depan.

Dirut Indonusa Elvizar menurutkan pihaknya menargetkan untuk ekspansi pada tahun ini harus tumbuh menjadi pemimpin pasar (market leader) di pasar televisi berbayar di Indonesia sehingga diperlukan dukungan pendanaan.

“Untuk memenuhi pendanaan itu, sebagian akan menggunakan modal yang ada dari induk usaha dan sebagian akan memanfaatkan dari pinjaman perbankan yang saat ini diproses,” ujarnya kemarin.

Elvizar mengatakan saat ini jumlah pelanggan baru sekitar 280.000 pengguna dan ditargetkan pada tahun depan akan bertambah sebanyak 150.000 pelanggan dengan captive market terbesar dari pelanggan Telkom yang potensinya mencapai 100 juta.

Saat ini, katanya, dikembangkan pelayanan dengan memanfaatkan teknologi Internet dan saluran telepon serta ponsel untuk meningkatkan layanan saluran televisi berbayar itu. Selama ini, teknologi konvensional umumnya menggunakan satelit dan TV kabel.

Harjawan Balaningrath, Direktur Keuangan dan Administrasi Indonusa, menjelaskan model usaha televisi berbayar adalah bisnis pinjam pakai yaitu meminjamkan perangkat penerima saluran ke pelanggan.

Untuk itu, katanya, agar rencana ekspansi pelanggan bisa lebih agresif, diperlukan belanja modal yang cukup besar untuk pembelian perangkat penerima tersebut. Harga dari perangkat itu Rp900.000 – Rp1 juta per unit.

“Jadi untuk ekspansi pelanggan sebanyak mungkin, maka diperlukan kesiapan juga pemenuhan peralatan tersebut. Kalau tahun depan mau ekspansi 150.000 pelanggan, diperlukan sedikitnya Rp150 miliar untuk alat itu saja.”

Harjawan belum dapat menyebutkan bank mana saja yang telah berkomitmen untuk pemberian kredit itu, menyusul proses kesepakatan belum diselaikan melalui perjanjian kredit.

Dia menambahkan diperlukan juga dukungan pendanaan untuk pengembangan layanan ke televisi berlangganan layanan ke televisi berlangganan melalui telepon rumah, ponsel dan Internet (IPTV) yang akan dilakukan konsorsium bersama Telkom dan Telkom Speedy.

“Teknologinya sudah siap diaplikasikan dan dipasarkan, tetapi kita tengah memproses perizinannya. Untuk belanja modal pengembangan teknologi ini akan dilakukan oleh Telkom.”

PT Indonusa Telemedia merupakan akan usaha Telkom yang memiliki 98,5% saham dan bergerak di bisnis layanan televisi saluran berbayar Telkom Vision. (17)

Read more.....

21 Oktober 2009 ‘Metro TV’ Perluas Jangkauan Gandeng Telkom Vision

Media Indonesia – Metro TV bekerja sama dengan Telkom Vision memperluas jangkauan pelayanan informasi Metro TV serta memperkenalkan produk pelayanan televisi kabel yang dipelopori Telkom Vision.

Penandatangan kerja sama dilakukan di Jakarta, kemarin. Pihak Metro TV diwakili Direktur Utama Wisma Hadi. Adapun pihak Telkom Vision diwakili Direktur Konten dan Pemasaran Bambang Lusmiadi.

Bambang berharap kerja sama Telkom Vision dengan Metro TV dapat meningkatkan kinerja pemberitaan Metro TV. “Dengan adanya channel-channel berita di televisi, Telkom Vision berharap kerja sama ini bermanfaat bagi Metro TV,” ujarnya. Bagi Telkom Vision sendiri, kerja sama dengan Metro TV memudahkan pihaknya mempromosikan produk Telkom Vision berupa televisi kabel. (Dvd/E-7)

Read more.....

05 Agustus 2009 LELANG PIALA DUNIA

TELKOMVision Bidik Hak Siar Piala Dunia 2010

Jakarta, Kontan – Dewi Fortuna tampaknya sedang menaungi PT Indonusa Telemedia. Selain tinggal menunggu kontrak hak siar Liga Inggris, operator televisi berbayar TELKOMVision dan Yes TV ini tampaknya juga akan bisa menyiarkan Piala Dunia 2010.

“Kami sedang menjajagi tawaran kerjasama dari Matrix Parabola untuk menayangkan piala dunia Afrika Selatan 2010,” ujar Direktur Utama Indonusa Telemedia Rahadi Arsyad kemarin.

Menurut Rahadi, hak siar yang didapat Matrik adalah hak siar untuk televisi berbayar (pay TV). Maka, Matrix harus menggandeng operator Pay TV.

Rahadi berpendapat, peluang TELKOMVision bergantung dengan Matrix untuk menyiarkan piala dunia cukup besar. Sebab, frekuensi perangkat digital buatan Matrix dengan kanal siaran Telkom Vision relatif sama. “Telkom Vision satu-satunya pay TV yang sama-sama bermain di frekuensi C seperti perangkat Matrix,” terang Rahadi.

Matrix adalah penyedia decoder parabola. TELKOMVision pun biasa menggunakan decoder Matrix bagi para pelanggannya. Nah, kalau Matrix memilih pay TV lain, ia harus mengadakan perangkat lagi yang frekuensinya cocok.

Matrix dan TELKOMVision pernah bekerjasama saat Piala Dunia Jerman 2006. kala itu, SCTV sebagai pemegang hak siar piala dunia menjalin kontrak eksklusif dengan Matrix. Dengan decoder dari Matrix, pemilik parabola biasa bisa langsung mengakses siaran Piala Dunia. Nah, ketika itu, setiap pembeli Matrix mendapat bonus gratis berlangganan TELKOMVision selama tiga bulan.

Sekedar mengingatkan, hak untuk penayangan piala dunia 2010 di Indonesia jatuh ke tangan Electronic City Entertainment (ECE). Meski belum mengonfirmasi kerjasamanya dengan Matrix, manajeman ECE menyatakan, pihaknya memang tidak menyelenggarakan lelang secara terbuka.

“Kami melakukan pendekatan langsung secara paralel dan memberikan penawaran yang bersifat join corporation,” ujar Fary Farghob Direktur Penjualan dan Pemasaran ECE. Fary menambahkan pihaknya akan mengutamakan penyelenggara siaran yang bisa mengemas acara secara menarik dan kreatif. *Nadia Citra Surya

Read more.....

Selangkah Lagi, Liga Inggris Terbang ke TELKOMVision

Nadia Citra Surya
KONTAN

Jakarta – Hak siar Liga Inggris 2009-2010 hampir pasti jatuh ke tangan PT Indonusa Telemedia. Operator televisi berbayar TELKOMVision dan YesTV ini akan mendapat hak siar non-eksklusif dari ESPN Star Sport (ESS) dan All Asia Media Network (AAMN).

Direktur Utama Indonusa Telemedia Rahadi Arsyad memberi indikasi, perusahaannya hampir memenangi lelang hak siar pertandingan sepakbola bergengsi tersebut. “Sudah ada pembicaraan tinggal menunggu kontrak,” ujar Rahadi, Senin (3/8).

Namun Rahadi menolak berbicara lebih banyak karena belum ada kontrak resmi antara kedua pihak. Hanya, ia menegaskan kontrak sudah ada di dalam genggaman.

Maka TELKOMVision akan menayangkan seluruh pertandingan Liga Inggris. Ia memastikan TELKOMVision tetap bisa menayangkan semua pertandingan, walaupun kontrak yang didapat non-eksklusif.

“Sebagai televisi berbayar kami memiliki banyak channel untuk menayangkan semua pertandingan,” tuturnya.

Rahadi juga masih belum mau buka-bukaan soal harga lelang. Tapi menurut seorang sumber yang tahu transaksi itu, Indonusa Telemedia berhasil memperoleh hak siar non-eksklusif tersebut dengan harga yang sangat miring, yaitu sekitar US$6 juta.

Karena hak siar yang diperoleh TELKOMVision adalah hak siar non-eksklusif, artinya Aora TV, operator TV berbayar lain yang mengikuti lelang, juga masih berpeluang memperoleh hak siar. KONTAN belum berhasil memperoleh komentar dari Aora TV.

Selain televisi berbayar, penonton Indonesia juga bisa menikmati sepakbola Liga Inggris secara gratis melalui TV One. Namun, TV One tidak akan menyiarkan seluruh pertandingan secara langsung.

Sejauh ini, ESS belum bersedia memberi komentar perihal kabar kemenangan TELKOMVision itu. “Yang jelas ESS sedang dalam tahap akhir pengaturan kerjasama untuk hak siar Liga Inggris musim 2009-2010 di TV berbayar,” tegas Andrew Marshall, Senior VP, Legal & Business Affairs ESS melalui surat elektronik.

Read more.....

03 Agustus 2009 Telkom Vision Pasarkan TV Berbayar

Balikpapan, Koran Tempo – Telkom Vision secara resmi masuk Kalimantan untuk memasarkan program televisi berbayar (pay TV). Lewat anak perusahaannya, PT Indonusa Telemedia, Telkom melakukan penetrasi pasar YESTV ke sejumlah kota besar di Kalimantan.

Promosi mulai ditingkatkan di Kalimantan,” kata General Manager PT Indonusa Telemedia Syahril Chaniago kemarin.

Pengembangan YESTV di Kalimantan, menurut Syahril, dilakukan menggandeng PT Telkom mulai peluncuran paket program Bundling Speedy dan YESTV. “Kami luncurkan program hemat bila berlangganan kedua produk ini,” tuturnya. Syahril menargetkan memperoleh 6.000 pelanggan di Kalimantan. “Akhir tahun ini target diharapkan tercapai,” ● SG WIBISINO

Read more.....

28 Juli 2009 TelkomVision incar Liga Inggris

Jakarta, Bisnis Indonesia – Telkom Vision membidik siaran Liga Inggris bagi pelanggannya seiring dengan hilangnya eksklusivitas konten tersebut oleh satu penyelenggara.

“Kami sudah mengajukan penawaran ke ESPN Star Sport [ESS] sebagai broadcasting right untuk siaran selama satu musim 2010/2011,” ungkap Ceo Telkom Vision Rahadi Arsyad, kemarin.

Selain membidik penyiaran untuk satu musim, Telkom Vision juga akan menawar pertandingan Liga Inggris untuk musim 2010-2012. “Penawaran untuk tiga musim itu akan dimasukkan pada Agustus atau September,” katanya.

Direktur Konsumer Telkom I Nyoman G Wiryanata mengatakan Telkom Vision sebagai anak usaha perseroan akan dijadikan generator konten dari layanan Internet Protocol TV. (BISNIS/API)

Read more.....

01 Mei 2009 TelkomVision Pakai Solusi Irdeto

Oleh Roni Yunianto

Jakarta, Bisnis Indonesia – PT Telkom Tbk menunjuk Irdeto, perusahaan penyedia solusi dan layanan proteksi konten, untuk memasok solusi Conditional Access dan Digital Rights Management (DRM) bagi Telkomsel.

Rahadi Arsyad, Presiden Direktur TelkomVison, mengatakan pemilihan solusi dari Irdeto itu mempertimbangkan kemampuan terbaik solusi keamanan Irdeto dalam melindungi model bisnis dan pendapatan operator terutama di layanan TV berbayar dan mobile TV.

“Ini membuat layanan kami terintegrasi dan mudah diakses. Layanan kami yang antara lain Mobile TV Telkomsel, Satelite TV Telkom Vision, dan Internet Protocol TV [IPTV] PT Telkom,” ujarnya kemarin.

Solusi Irdeto, tuturnya, memiliki kemampuan yang sudah teruji dalam membantu operator meningkatkan basis pelanggan.

Solusi DRM dikenal sebagai kumpulan sistem yang dipergunakan untuk melindungi hak cipta media elektronik.

Adapun, sistem Conditional Access System adalah sistem yang modular dan mendukung skalabilitas yang berfungsi memproteksi konten yang disalurkan baik melalui kabel, satelit, terrestrial, protokol Internet maupun jaringan seluler dan hibrid.

Solusi ini memungkinkan perlindungan dengan tingkat tertinggi dari ancaman pencurian konten, aset, dan pendapatan, serta memungkinkan oeprator menciptakan pendapatan baru dari layanan.

Kesepakatan antara Telkom dan Irdeto akan melibatkan platform konvergensi lengkap yang memungkinkan Grup Telkom memperluas layanan TV digital berbasis standar digital video broadcast-handheld (DVB-H).

Uji coba platform DVB-H diperkirakan akan dimulai pada kuartal II/2009 dan layanannya akan diluncurkan di Jakarta pada 2010.

Graham Kill, Chief Execkutive Officer Irdeto, menuturkan tingkat penetrasi TV berbayar di Indonesia saat ini sekitar 1,4%. “Ini menunjukkan masih besarnya potensi peningkatan jumlah pelanggan,” ujarnya.

Menurut Kill, inisiatif Grup Telkom memperluas layanan TV di seluruh platform layanan bergerak miliknya akan memungkinkan sektor tersebut meningkatkan pertumbuhan pelanggan.

Solusi-solusi Irdeto, yang berkantor pusat di Amsterdam Belanda dan Beijing China, saat ini mendukung berbagai model bisnis, mulai dari yang sederhana hingga canggih dalam lebih dari 1 miliar peranti dan aplikasi.

Telkom Vision mempersiapkan kapasitas sebanyak 400.000 sambungan TV berbasis protokol Internet tahun ini sebagai salah satu teknologi yang dikembangkan melalui jaringan telepon.

IPTV merupakan salah satu layanan yang diandalkan tahun ini di samping layanan penyiaran TV melalui teknologi satelit di zona C-Band dan teknologi kabel hybrid fiber-coaxial (HFC).

“Jadi dari 1 juta lebih pelanggan Internet Speedy kami harapkan 50% jari pelanggan IPTV,” tambah Rahadi.

Menurut Rahadi, IPTV yang dihantarkan melalui jaringan kabel telepon tersebut akan bersifat interaktif sebagai pengembangan layanan video on demand.

Melalui Telkom Vision, layanan IPTV ditargetkan menyajikan konten lokal dan internasional bermutu tinggi keberbagai penggunaanya di Indonesia, menyusul keberhasilan Telkom Vision menjaring 215.000 pelanggan saat ini.

Read more.....

03 April 2009 Operator TV Berbayar membidik Kelas Menengah

PT Indonusa Telemedia meluncurkan Yes TV, produk baru yang menyasar kelas menengah

Yudo Widiyanto

Jakarta, Kontan – Persaingan TV berbayar bakal makin seru. Setelah ada Top TV dan OK TV, kemarin (2/4) PT Indonusa Telemedia (Telkomvision) meluncurkan produk baru layanan TV berbayar (pay TV) bernama Yes TV.

Sama seperti dua produk lain yang lebih dulu muncul, Telkomvision mengeluarkan Yes TV untuk menyasar kelas menengah ke bawah. Maklum, potensi bisnis TV berbayar memang cukup besar.

Saat ini, dari 45 juta orang pemilik televisi, pelanggan TV berbayar baru sekitar 2% atau sekitar 900.000 orang. “Jelas, kami mau mengincar posisi pertama dalam persaingan bisnis televisi berbayar,” ungkap Presiden Direktur PT Indonusa Telemedia Rahadi Arsyad, Kamis (2/4).

Untuk mencapai target itu, Telkomvision berniat menggenjot promosi dan iklan. Tahun ini saja, belanja iklan Telkomvision meningkat 400% dari tahun 2008. sayang, Rahadi enggan menyebutkan berapa anggaran beriklan dan belanja modal tahun lalu.

Sebagai pembanding, pesaingnya, yakni PT MNC Sky Vision (Indovision), mengucurkan dana buat belanja iklan sepanjang tahun 2008 sebesar Rp48,7 miliar.

Yang pasti, Rahadi optimistis bakal mampu bersaing di pasar TV berbayar. “Secara keseluruhan, saat ini kami memiliki 228.000 pelanggan dan menargetkan meningkat menjadi 350.000 sampai akhir 2009,” ujarnya, yakin.

Direktur pemasaran PT Indonusa Telemedia Bambang Lusmiadi menambahkan, sejak membuka gerai-gerai awal Februari lalu, saat ini Yes TV sudah merangkul 1.500 pelanggan. Hingga akhir tahun, targetnya adalah 100.000 pelanggan. “Sebanyak 50.000 merupakan pelanggan prabayar dan sisanya paska bayar,” ungkapnya.

Pesaing tak Khawatir
Bambang mengklaim, kelebihan Yes TV dari Telkomvision adalah parabola yang hanya berdiameter satu meter, lebih kecil dari sebelumnya yang 1,8 meter. Selain itu, pelanggan dapat memilih paket seluran sesuai minat. “Harga rata-rata dari Rp125.000 sampai Rp275.000,” ungkapnya.

Dengan harga segitu, Yes Tv membidik kelas menengah perkotaan. “Kami yakin, layanan ini bisa memenuhi kebutuhan pasar,” ungkapnya.

Sekretaris Perusahaan PT MNC Sky Vision, Arya Mahendra Sinulingga mengaku tak khawatir atas kehadiran Yes TV. Ia cukup yakin, produk baru itu tak akan mempersempit kue bisnis Top TV, produk terbaru yang menyasar kelas menengah. “Kami menawarkan harga langganan lebaih murah, yakni Rp85.000 per bulan,” ungkapnya.

Saat ini Top TV sudah memiliki 40.000 pelanggan. MNC Sky Vision menargetkan, akhir tahun 2009 pelanggan layanan yang sudah keluar setahun ini mencapai 150.000 orang.

Secara keseluruhan, menurut Arya, total pelanggan Indovision dan Top TV mencapai 480.000 orang. MNC Sky Vision menargetkan, dengan dua produk itu, tahun ini pelanggan bisa tumbuh 65% dari tahun lalu sebanyak 350.000. “Kami percaya, kami masih memimpin,” katanya.

Read more.....

16 Februari 2009 Pembayaran Tagihan TELKOMVision Melalui e-Channel BCA

Koran Tempo, BCA Kukuhkan diri sebagai payment settlement agent terkemuka dengan kelengkapan produk dan layanan perbankannya.

Pembayaran tagihan bulanan TELKOMVision kini dapat dilakukan dengan mudah dan cepat melalui seluruh layanan electronic channel BCA seperti ATM BCA, m-BCA, klikBCA, BCA by Phone, dan EDC Bizz. Sementara untuk pembelian voucher isi ulang TELKOMVision saat ini baru dapat dilakukan melalui ATM BCA. Kemudahan pembayaran dan pembelian voucher TELKOMVision tersebut terwujud setelah TELKOMVision dan BCA menandatangani kesepakatan kerja sama, Senin pekan lalu, di Jakarta.

Direktur Utama TELKOMVision Rahadi Arsyad mengatakan bahwa kerja sama antara BCA dan TELKLOMVision ini akan memudahkan bagi pelanggan TELKOMVision yang tersebar di seluruh Indonesia untuk melakukan pembayaran tagihan bulanan maupun untuk membeli voucher prabayar melalui e-channel BCA.

“Kerja sama ini juga merupakan upaya kami untuk makin meningkatkan pelayanan kepada konsumen. Terutama kemudahan dalam hal pembayaran tagihan maupun pembelian voucher melalui jaringan e-Channel BCA,” kata Rahadi usai melakukan penandatangan kerjasama.

Sementara itu, Senior General Manager BCA Stephen Liestyo menuturkan bahwa kerjasama dengan TELKOMVision ini semakin mengukuhkan BCA sebagai payment settlement agent terkemuka di tanah air. “Kerjasama ini sama-sama menguntungkan dan kami yakin, banyak nasabah BCA yang juga menjadi pelanggan setia TELKOMVision,” ujar Stephen.

Lebih lanjut Stephen mencontohkan pelanggan yang ingin melakukan transaksi pembayaran tagihan TELKOMVision melalui KlikBCA, pelanggan dapat memilih jenis pembayaran ‘Telkom’. Setelah itu, pelanggan diminta untuk memasukkan nomor ID Pelanggan TELKOMVision. Secara otomatis, jumlah yang harus dibayarkan akan muncul. “Sangat mudah, cepat dan praktis,” jelas Stephen.

Sementara itu untuk pembelian voucher atau isi ulang voucher TELKOMVision saat ini baru dapat diakses melalui ATM BCA. Pembelian voucher tersebut belum online seperti fasilitas pembelian pulsa isi ulang pulsa produk Telkom lainnya. Kode voucher akan muncul pada struk transaksi sebanyak 12 digit. Nah, setelah mendapat kode voucher, pelanggan tinggal mengirim SMS ke nomor 08111880880/08111772772 dengan format SMS *no smart card*koce voucher*kode peket#, untuk mengaktifkan voucher yang sudah dibeli tadi.

TELKOMVision merupakan televisi berbayar pertama di Indonesia yang menerapkan sistem prepaid. Pada awalnya TELKOMVision hadir di daerah-daerah dengan kelengkapan antena parabola yang besar. Saat ini, anak perusahaan Telkom ini tengah mengembangkan marketnya ke masyarakat kota. Untuk menyesuaikan dengan kondisi kota yang area cukup terbatas, TELKOMVision kini hadir dengan antena parabola yang cukup kecil.

Untuk memberikan kebebasan bagi pelanggannya, TELKOMVision memberikan berbagai paket pilihan yang dapat dinikmati secara prepaid maupun postpaid. Untuk mengisi ulang, juga disediakan voucher dari nominal yang kecil sampai yang besar, mulai dari Rp 60 ribu dan seterusnya.*

Read more.....

10 Februari 2009 2009, TelkomVision Targetkan 427 Ribu Pelanggan

Jakarta, Investor Daily – PT Indonusa Telemedia, yang mengelola Telkom Vision menargetkan jumlah pelanggan sebanyak 427 ribu hingga akhir 2009. Target itu berarti naik 100% lebih dibandingkan jumlah pelanggan saat ini yang mencapai 215 ribu.

“Industri televisi berbayar pada tahun ini akan berkembang baik, karena itu kami optomisitis Telkom Vision bisa mencapai target tersebut,” kata Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia di Jakarta, Senin (9/2).

PT Indonusa Telemedia adalah anak perusahaan Telkom dengan menguasai 98,7% sahamnya. Sedangkan sisanya (1,26%) dikuasai PT Multimedia Nusantara.

Telkom menyakini industri televisi berbayar sekarang cukup matang, yang antara lain ditandai dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan acara televisi bermutu, edukatif dan menghibur.

“Pasar televisi berbayar masih sangat besar,” jelas Eddy Kurnia.
Untuk itu, dalam waktu dekat Telkom Vision akan meluncurkan program baru dan mengembangkan distribution channel melalui modern market maupun ribuan agen pemasaran yang tersebar diseluruh Indonesia.

“Kami berharap dengan Telkom Vision, kami dapat berperan serta dalam meningkatkan kualitas hiburan dan pendidikan bagi masyarakat,” kata Eddy.

Selain saluran hiburan dan keluarga, Telkom Vision juga menyajikan saluran pendidikan, seperti Discovery Channel, National Geographic, Animal planet, serta acara khusus untuk anak-anak.

Berbeda dengan operator televisi berbayar lain, Telkom Vision menggunakan dua platform teknologi. Pertama, layanan direct to home (DTH), yakni siaran dipancarkan melalui satelit digital dan diterima pelanggan yang menggunakan parabola dan decoder. Layanan DTH ditujukan kepada pelanggan perumahan. Kedua, siaran disalurkan melalui kabel, yakni untuk pelanggan korporasi, hotel, kawasan bisnis, dan cluster perumahan.

“Keunggulan lain dari penggunaan teknologi DTH adalah pelanggan bisa memilih sistem postpaid (berlanggan bulanan) atau prepaid (prabayar) yang menggunakan voucher isi ulang,” jelas Eddy.

Voucher bisa dibeli melalui agen Telkom Vision di 2.700 kantor pos online atau melalui SMS Bank Mandiri. Khusus bagi pemegang Visa Card dapat membeli voucher dengan cara mengirim SMS ke 8472, dengan terlebih dahulu registrasi.

Salah satu program siaran andalan Telkom Vision adalah pertandingan sepakbola Liga Italia. “Telkom Vision menyuguhkan seluruh pertandingan tiap pekan, Sabtu dan Minggu,” kata Eddy. (rz)

Read more.....