Surabaya, Investor Daily ( 27/5/2009) – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) Divisi Regional (Divre) V Jawa Timur terus memacu pelanggan Speedy prabayar dengan memasang lebih banyak akses hotspot di sejumlah lokasi dalam program Kampoeng Speedy. Untuk itu Telkom Jatim menargetkan jumlah pelanggan prabayar Speedy mencapai 50% dari total pelanggan Speedy di Jatim pada 2010.
Executive General Manager (EGM) Telkom Divre V Jatim Triana Mulyatsa optimistis bisa mencapai target tersebut seiring penyelesaian program 1.000 Kampoeng Speedy. Untuk saat ini, jumlah pelanggan prabayar masih 15% dari total pelanggan Speedy yang mencapai 160 ribu. “Jumlah pelanggan prabayar memang masih kecil. Makanya, program perluasan akses internet ke desa-desa bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pelanggan," kata Triana Mulyatsa saat meluncurankan konten pendidikan Speedy Edu, Senin (25/5).
Hingga akhir Mei 2009, sekitar 30 desa di Surabaya ditargetkan telah memiliki akses internet. Pada tahap awal Telkom akan membangun sedikitnya 100 Kampoeng Speedy di Surabaya. Hingga akhir tahun, Telkom memasang target 1.000 Kampoeng Speedy di Jatim.
“Pembangunan fasilitas ini untuk mempercepat terealisasinya Jatim e-Province. Kalau user internetnya tumbuh sampai ke desa-desa, perekonomian akan terbantu,” kata dia.
Untuk menjadikan sebuah Kampoeng Speedy, Triana mengakui ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi, antara lain tersedianya infrastrutktur jaringan, jumlah penduduk tinggi, serta memiliki potensi ekonomi, seperti adanya home industry dan usaha kecil menengah (UKM). Warga harus siap menerima akses internet, sehingga penggunaannya optimal. Internet itu bisa digunakan untuk promosi produk hasil home industry maupun pertanian ke luar daerah. Contohnya di kampung Made, Desa Sambikerep, Surabaya, telah menikmati layanan tersebut sejak April lalu.
Selain mempercepat terealisasinya Jatim e-Province, Kampoeng Speedy diproyeksi bisa meningkatkan pengguna internet di Jatim sebesar 50% dari angka semula, 15%. Kalau pengguna internetnya tumbuh sampai ke kampung-kampung, taraf perekonominan masyarakat pasti akan semakin meningkat.
Rilis Sepeedy Edu
Komitmen Telkom membangun masyarakat cerdas tidak berhenti hanya sampai penyediaan akses internet saja. Namun, juga penyediaan konten bermutu di bidang pendidikan, yakni Speedy Edu. Layanan ini adalah visualisasi dari materi-materi pembelajaran di sekolah untuk tingkat SD-SMA yang disajikan sangat menarik dan aktraktif. Dengan visualisasi yang menarik di komputer, anak akan lebih senang mempelajari mata pelajaran yang sulit sekalipun. Demikian juga dengan orang tua bisa dengan mudah mengajarkan kepada anaknya.
“Ada beberapa modul dalam setiap mata pelajaran, di mana masing-masing modul tersebut sudah sesuai dengan kurikulum standar nasional,” kata Senior Manager Marketing & Sales Telkom Divre V Jatim Gatot Indra.
Sementara itu, sebagai tes pasar, sampai dengan Juni 2009, Gatot menargetkan 5% dari pelanggan Speedy bisa menggunakan konten Speedy Edu ini hanya dengan separuh harga. (zal)



0 komentar:
Posting Komentar