Jakarta, Koran Jakarta – Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mendesak PT Natrindo Telepon Seluler (NTS) untuk mengklarifikasi pengiriman “pulsa siluman” ke pelanggannya pada awal pekan lalu.
“NTS sebagai pemegang merek Axis harus menjelaskan ke pelanggan dan regulatornya terkait kasus tersebut. Jangan hanya berpromosi tetapi tidak memperhatikan kenyamanan pelanggan,” tegas anggota KRT BRTI Nonot Harsono, Rabu (3/6).
Nonot menyarankan NTS mengambil langkah-langkah mengembalikan kepercayaan konsumen dengan mengembalikan pulsa dan memperbaiki kinerja jaringannya. “Jika pulsa dikembalikan itu akan menjadi promosi yang baik bagi perusahaan tersebut,” katanya.
Sebelumnya, pada Senin (25/5) pekan lalu, sebagian dari sekitar dua juta pelanggan Axis mendapatkan “pulsa siluman” mulai dari 50 ribu sampai dengan 300 ribu rupiah. Pelanggan yang senang, langsung memanfaatkan pulsa tersebut. Padahal, pulsa tersebut ternyata ditarik kembali dan pelanggan kemudian menggunakan pulsanya sendiri.
“Kami akui banyak pelanggan Axis yang mendapat pulsa tiba-tiba. Kami tarik kembali karena ada kesalahan dari sistem,” kata Manager Corporate Communication NTS Ati Kisjanto.
Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakata Informasi (LPPMI) meminta BRTI mengaudit jaringan NTS dan memberikan peringatan bagi operator yang sahamnya dikuasai oleh Saudi Telecom dan Maxis itu. *dni/E-2


0 komentar:
Posting Komentar