Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia
Jakarta: Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) kembali mengirimkan surat tawaran kepada semua operator telekomunikasi untuk penambahan frekuensi 3G.
Bisnis Indonesia
Jakarta: Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) kembali mengirimkan surat tawaran kepada semua operator telekomunikasi untuk penambahan frekuensi 3G.
Basuki Yusuf Iskandar, Dirjen Postel Depkominfo mengatakan pihaknya menawarkan kembali frekuensi 3G kepada semua operator telekomunikasi di jaringan GSM. “Kami mengirimkan surat kepada semua operator untuk meminta jawaban dengan skema tarif [yang sudah ditawarkan]. Saya dengar Indosat tertarik,” ujarnya di Yogyakarta baru-baru ini.
Menurut Basuki, untuk memberikan jawaban, opertor diberikan waktu 2 pekan. Sementara itu, Telkomsel yang sudah mendapatkan alokasi frekuensi tambahan 3G saat ini masih dalam proses.
“Telkomsel, pada prinsipnya sudah ok dan sudah mulai jalan. Niat baik kami untuk mempercepat ini tetapi ada proses yang dilalui dan tidak bisa di by-pass,” jelasnya.
Direktur Marketing Indosat Guntur S. Siboro mengungkapkan pihaknya belum memutuskan apa pun seputar penambahan pita 3G tersebut.
“Kami masih terus melakukan diskusi dengan BRTI [Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia], belum ada conclusion,” tuturnya.
Menurut Adita Irawati, Head of Public Relations PT Indosat Tbk, kebutuhan tambahan frekuensi 3G menjadi salah satu alternatif penting untuk meningkatkan kualitas layanan 3G Indosat dan memenuhi kebutuhan pelanggan.
Hasnul Suhaimi, Presiden Direktur PT Excelcomindo Pratama Tbk, mengatakan pihaknya akan menelaah secara bisnis terkait dengan penawaran tersebut.
“Kami belum menerima surat penawaran itu [mungkin dalam waktu dekat], tentu akan kami pertimbangkan kesanggupan kami secara bisnis,” ujarnya.
Dia mengatakan jika skema harga untuk tambahan frekuensi tersebut masih sama untuk saat ini kondisinya bagi operator masih terasa berat. “Msetinya tidak semahal itu dan kami juga akan mempertimbangkan jalan lain.”
XL menilai prospek pendapatan dari tambahan 5 MHz frekuensi 3G yang kedua tidak akan sebesar yang pertama yang untuk layanan suara.
Apabila menambah 5 MHz, tambahan itu akan digunakan untuk mendukung akses Internet terutama di kota-kota besar.
ICT Fund
Dalam perkembangan lain terkait dengan rencana pendanaan untuk Palapa Ring, Basuki mengatakan pihaknya masih harus menunggu terlebih dahulu hasil akhir tender universal service obligation (USO).
“ICT Fund cair tahun depan, ketika ditawarkan ini terbuka karena dana ini untuk publik dan dana ini [ICT Fund] tidak harus melekat ke konsorsium,” tuturnya. (TULARJI)


0 komentar:
Posting Komentar