23 Juni 2009 Btel Pertahankan Budget Operator

Republika – PT Bakrie Telecom Tbk (Btel) akan terus menerapkan model bisnis yang dijalankan selama ini. Model bisnis berkonsep budget operator dan belanja modal serta operasional yang efisien tersebut telah terbukti tahan terhadap krisis.

Pasalanya, model ini mampu meminimalisir dampak krisis keuangan global dan membawa perusahaan tumbuh di tengah iklim persaingan yang semakin ketat di industri telekomunikasi indonesia. Terbukti dari pencapaian perusahaan selama 2008 yang dianggap memuaskan di dalam rapat umum pemegang saham beberapa waktu lalu.

“Kami manfaatkan betul peluang yang ada dengan mengadopsi model bisnis budget telecom-low cost operator, menjaga dan menekan biaya, meningkatkan pendapatan dan strategi pemasaran yang inovatif dalam mencapai pertumbuhan yang berkesinambungan,” ujar Direktur Utama PT Bakrie, Anindya N Bakrie.

Menurut Anindya, pendapatan kotor perusahaan di 2008 mencapai Rp2.805,3 miliar atau naik 67,8 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp1.672,0 miliar. Kenaikan pendapatan tersebut didorong oleh faktor kenaikan laju pertumbuhan pelanggan yang mencapai 91,2 persen. Pada akhir 2007 jumlah pelanggan Bakrie Telecom baru mencapai 3,8 juta sedangkan pada akhir tahun 2008 jumlah ini meningkat hingga mencapai 7,3 juta pelanggan.

Diharapkan langkah-langkah agresif pengembangan layanan ini dapat mendorong laju pertumbuhan pelanggan yang ditargetkan sebesar 10,5 juta pelanggan di tahun 2009 dan 14 juta pelanggan di tahun 2010. Jumlah pelanggan Bakrie Telecom sendiri hingga kuartal pertama 2009 telah mencapai 8 juta pelanggan.

Tahun ini, Btel akan mencari belanja modal (capital expenditure) untuk 2008-2010 dari dana penjualan menara yang nilai keseluruhannya mencapai 600 juta dolar AS.

Belanja modal tersebut sebagian didapat dari right issue senilai Rp 3 triliun yang telah dilakukan pada kuartal pertama 2008. *mth

0 komentar: