02 Juni 2009 Buru Dana Segar, FREN Jajaki Rights Issue

Pemegang saham FREN juga tengah gencar mencari investor baru

Rizki Caturini

Jakarta, Kontan (1/6/2009) – PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) terus mencari cara untuk mendapatakan dana segar. Maklum, operator telekomunikasi pemilik merek Fren ini tengah terbelit kesulitan keuangan. Fren membutuhkan uang untuk membayar kewajiban obligasi dan membiayai kegiatan operasional.

Yang terbaru, FREN tengah menjajaki untuk menggelar penerbitan saham baru (rights issue). Namun, sejauh ini, manajemen FREN belum menentukan nilai saham baru yang hendak mereka terbitkan. Sebab, saat ini, opsi penerbitan saham baru tersebut masih dalam pembahasan pemegang saham.

Yang pasti, jika jadi menempuh jalan rights issue, “Nilainya lebih kecil dari utang obligasi rupiah Fren,” kata Direktur Utama FREN Wityasmoro Sih Handayanto usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), kemarin (29/5). Sekadar informasi, nilai obligasi rupiah FREN mencapai Rp675 miliar.

Wityasmoro menambahkan, selain untuk membayar obligasi, FREN juga akan memakai dana rights issue untuk operasional. Maklum, di akhir kuartal I-2009, kas FREN tinggal Rp12,30 miliar. Kelak, FREN juga akan mencari pembeli siaga atau standby buyer untuk rights issue ini. “Pembeli siaganya bisa pemegang saham FREN, bisa investor lain,” ujarnya.

Menurut Wityasmoro, pemegang saham FREN saat ini juga tengah gencar melobi beberapa investor baru untuk menyuntikkan dana. “Namun, hingga saat ini, manajemen belum mengetahui perkembangannya sudah seberapa jauh,” tuturnya.

Lebih baik investor baru
Pemegang obligasi rupiah FREN sendiri masih memberi kesempatan FREN untuk mendapatkan dana segar. “Kami memang meminta FREN mencari dana segar, apa pun caranya,” kata Suryanto, Direktur Keuangan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS). RALS memegang obligasi FREN senilai Rp 15 miliar.

Analis BNI Securities Akhmad Nurcahyadi menilai, opsi mencari pendanaan lewat rights issue sangat berisiko bagi FREN. Sebab, fundamental keuangan mereka kurang begitu bagus. “Calon pembeli saham pasti akan melihat kondisi perusahaan sebelum memutuskan membeli saham baru FREN,” ujarnya.

Menurut Akhmad, FREN lebih baik mencari investor baru atau menggandeng operator telekomunikasi besar. “Dengan catatan, mereka mau mengakuisisi FREN,” kata Akhmad.

0 komentar: