Jakarta, Investor Daily – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mengalihkan pengelolaan para collecting agent (CA)-nya ke PT Finnet Indonesia. Semula, hasil CA ditransfer ke masing-masing divisi regional (divre) Telkom, kini diarahkan ke satu pintu, Finnet, untuk kemudian ditransfer ke rekening Telkom.Vice Presiden Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia mengatakan, tujuan dari pemusatan CA ke Finnet itu adalah agar Telkom bisa lebih fokus mengelola core business-nya.
“Ke depan akan dikelola dengan lebih fokus, sehingga beberapa fungsi yang selama ini dikelola langsung oleh Telkom, perlahan-lahan akan dialihkan kepada anak perusahaan yang secara spesifik menangani fungsi tersebut,” kata Eddy Kurnia di Jakarta, Kamis (28/5).
Finnet adalah anak perusahaan Telkom yang bergerak dalam penyediaan layanan aplikasi dan solusi transaksi keuangan berbasis elektronik (non-tunai), baik melalui kanal pembayaran perbankan maupun kanal yang disediakan Finnet untuk dapat digunakan secara sharing oleh perbankan dan lembaga keuangan non-bank lainnya.
CA yang akan dialih-kelolakan kepada Finnet adalah CA yang menggunakan sistem host to host (H2H) dan point to host (P2H). Pada tahap awal akan dilakukan terlebih dahulu alihkelola fasilitas pembayaran H2H yang di dalamnya tergabung kurang lebih sebanyak 45 bank dan PT Pos Indonesia.
Dalam sistem payment host-to-host Telkom, selama ini pembayaran tagihan Telkom dilakukan melalui kanal pembayaran bank/pos yang meliputi tagihan telepon rumah (PSTN), Telkom Flexi, Speey dan pembelian voucher Telkom Flexi Trendy. Kanal tersebut mencakup layanan pembayaran Cash Teller, ATM, phone banking, Internet banking, dan SMS Banking, EDC dan Anjak Piutang. Adapun sistem pembayaran lainnya dilakukan pelanggan melalui loket di Kopegtel dan titik pembayaran secara tunai.
Direktur Utama Finnet Budi Siswanto mengatakan, dengan berkembangnya sarana pembayaran nontunai di lingkungan perbankan, Telkom berharap pembayaran non-tunai tagihan bisa meningkat dua kali lipat menjadi enam juta transaksi per bulan. “Kami menargetkan bisa mencatat empat juta transaksi per bulan atau meningkat dua kali lipat dari tahun lalu yang baru 3 juta transaksi,” jelas Budi.
Saat ini, menurut Eddy Kurnia, dari 10 juta pelanggan pascabayar Telkom, sebenarnya yang telah menggunakan layanan pembayaran gateway host-to-host mencapai lebih dari dua setengah juta pelanggan atau sekitar 30%. Sementara sisanya (70%) masih menyukai metode pembayaran konvensional.
Telkom, menurut Eddy, berharap jumlah pelanggan pascabayar yang melakukan transaksi pembayaran lewat ATM atau mobile banking tersebut akan naik hingga enam juta orang dari tiga juta sebelumnya. Untuk mencapai jumlah pengguna tersebut, Telkom akan memberikan penghargaan kepada bank-bank yang bisa menjaring lebih banyak nasabah yang menggunakan transaksi elektronik. (cep)
“Ke depan akan dikelola dengan lebih fokus, sehingga beberapa fungsi yang selama ini dikelola langsung oleh Telkom, perlahan-lahan akan dialihkan kepada anak perusahaan yang secara spesifik menangani fungsi tersebut,” kata Eddy Kurnia di Jakarta, Kamis (28/5).
Finnet adalah anak perusahaan Telkom yang bergerak dalam penyediaan layanan aplikasi dan solusi transaksi keuangan berbasis elektronik (non-tunai), baik melalui kanal pembayaran perbankan maupun kanal yang disediakan Finnet untuk dapat digunakan secara sharing oleh perbankan dan lembaga keuangan non-bank lainnya.
CA yang akan dialih-kelolakan kepada Finnet adalah CA yang menggunakan sistem host to host (H2H) dan point to host (P2H). Pada tahap awal akan dilakukan terlebih dahulu alihkelola fasilitas pembayaran H2H yang di dalamnya tergabung kurang lebih sebanyak 45 bank dan PT Pos Indonesia.
Dalam sistem payment host-to-host Telkom, selama ini pembayaran tagihan Telkom dilakukan melalui kanal pembayaran bank/pos yang meliputi tagihan telepon rumah (PSTN), Telkom Flexi, Speey dan pembelian voucher Telkom Flexi Trendy. Kanal tersebut mencakup layanan pembayaran Cash Teller, ATM, phone banking, Internet banking, dan SMS Banking, EDC dan Anjak Piutang. Adapun sistem pembayaran lainnya dilakukan pelanggan melalui loket di Kopegtel dan titik pembayaran secara tunai.
Direktur Utama Finnet Budi Siswanto mengatakan, dengan berkembangnya sarana pembayaran nontunai di lingkungan perbankan, Telkom berharap pembayaran non-tunai tagihan bisa meningkat dua kali lipat menjadi enam juta transaksi per bulan. “Kami menargetkan bisa mencatat empat juta transaksi per bulan atau meningkat dua kali lipat dari tahun lalu yang baru 3 juta transaksi,” jelas Budi.
Saat ini, menurut Eddy Kurnia, dari 10 juta pelanggan pascabayar Telkom, sebenarnya yang telah menggunakan layanan pembayaran gateway host-to-host mencapai lebih dari dua setengah juta pelanggan atau sekitar 30%. Sementara sisanya (70%) masih menyukai metode pembayaran konvensional.
Telkom, menurut Eddy, berharap jumlah pelanggan pascabayar yang melakukan transaksi pembayaran lewat ATM atau mobile banking tersebut akan naik hingga enam juta orang dari tiga juta sebelumnya. Untuk mencapai jumlah pengguna tersebut, Telkom akan memberikan penghargaan kepada bank-bank yang bisa menjaring lebih banyak nasabah yang menggunakan transaksi elektronik. (cep)


0 komentar:
Posting Komentar