Mandiri Kucurkan Rp 2 T ke Telkomsel
Oleh Fathiya Dahrul dan Efendi
Investor Daily
Medan – PT Bank Mandiri Tbk mengucurkan dana sebesar Rp2 triliun untuk kebutuhan modal kerja Telkomsel. Pinjaman itu juga akan melibatkan sejumlah bank BUMN.
Direktur Korporasi Bank Mandiri Riswinandi mengatakan, kredit yang diberikan ke Telkomsel dilakukan secara club deal.
“Kami komit Rp 2 triliun untuk memenuhi modal kerja (capital expenditure/capex) Telkomsel,” jelas Eiswinandi kepada Investor Daily di sela program Wirausaha Muda Mandiri 2009 di Medan, pekan lalu.
Dia mengaku, kredit yang diberikan ke Telkomsel itu, di luar sindikasi kredit yang sebelumnya telah dilakukan oleh BNI dan BRI ke Telkom, dua pekan lalu. Pada 16 Juni, BNI dan BRI menyediakan pinjaman sindikasi senilai Rp2,7 triliun untuk Telkom. BNI menyediakan Rp1,2 triliun dan bridging loan Rp500 miliar, sedangkan BRI Rp1 triliun. Kedua pinjaman ini bertenor lima tahun dengan masa tenggang satu tahun.
Manajemen Telkom memaparkan, pihaknya akan menggunakan dana pinjaman dari BNI dan BRI itu untuk membiayai belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini yang totalnya mencapai Rp21 triliun. Perseroan mengalokasikan dana capex sebesar Rp14-15 triliun untuk bisnis seluler melalui anak usahanya, PT Telkomsel. Sedangkan sisa dana untuk mengembangkan bisnis nonseluler.
Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah menjelaskan, capex Telkom untuk bisnis nonseluler sudah terpenuhi setelah pihaknya mendapat pinjaman dari BNI dan BRI tersebut. Selanjutnya, perseroan akan menempuh alternatif pendanaan lain untuk menutupi kebutuhan dana Telkomsel tahun ini.
Dia memaparkan, Telkomsel akan menandatangani pinjaman senilai Rp7 triliun dari beberapa bank di antaranya BNI, BRI, Bank Mandiri, dan Bank Central Asia, pada Juli mendatang.
Riswinandi menambahkan, manajemen Mandiri masih menyediakan ruang bagi Telkomsel untuk menambah kebutuhan modalnya, karena batas maksimum pemberian kredit (BMPK) perseroan ke perusahaan tersebut masih cukup besar. “Telkomsel itu kan perusahaannya jelas milik BUMN dan usahanya bagus. Jadi komitmen kami juga cukup besar,” kata dia.
Sektor korporasi, menurut dia, sejauh ini mulai menunjukkan pertumbuhan pada kuartal kedua tahun ini. Bahkan, pekan depan, bank pelat merah itu segera menandatangani kredit sindikasi dengan sejumlah bank lokal untuk sebuah perusahaan besar bernilai triliunan rupiah. Namun dia enggan menyebutkan proyek sindikasi tersebut.
Kemitraan
Sementara itu, Bank Mandiri menyediakan pinjaman kemitraan sebesar Rp200 miliar yang akan disalurkan hingga akhir tahun. Besaran suku bunga dipatok 6% per tahun.
Riswinandi mengatakan, sedikitnya 4% dari perolehan laba perseroan dialokasikan untuk program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL). “Tahun ini kami menganggarkan Rp53 miliar untuk pinjaman kemitraan,” kata dia.
Berdasarkan data yang diperoleh Investor Daily, perseroan masih memiliki sisa dana kemitraan yang belum disalurkan pada tahun sebelumnya, sehingga dana PKBL yang masih tersedia sekitar Rp200 miliar.
PKBL merupakan salah satu kegiatan corporate social responsibility (CSR). Guna meningkatakan penyalurannya, perseroan terus melakukan serangkaian program seperti Wira Usaha Muda Mandiri yang berusaha mendidik pengusaha muda.
Program Wirausaha Muda Mandiri yang digelar sejak 2007, menurut Riswinandi, telah melibatkan 4.428 mahasiswa dari 123 universitas dan lembaga pendidikan di Indonesia. Sedangkan untuk tahun ini, pihaknya menargetkan minimal sembilan ribu mahasiswa bisa diikutsertakan dalam program ini. “Untuk program Wirausaha Muda Mandiri tahun ini dimulai dari Medan untuk selanjutnya dilakukan di sembilan kota,” ujar dia.


0 komentar:
Posting Komentar