Batam, Bisnis Indonesia – PT Telkom Divisi Regional I Sumatra menyelesaikan pembangunan fasilitas telekomunikasi (fastel) di Pulau Nipah, Batam setelah berhasil membangun fasilitas yang sama di dua pulau terluar yang berbatasan dengan negara lain, yaitu Pulau Rondo dan Pulau Berhala.
M. Awaluddin, Executive General Manager PT Telkom Divre I Sumatra, mengatakan fasilitas telekomunikasi yang diberi nama Fastel Merah Putih Pulau Nipah itu merupakan wujud kepedulian Telkom untuk ikut menjaga keutuhan wilayah RI.
“Kami beruapaya hadir di semua pulau terluar di wilayah Sumatra ini dengan melengkapi pulau-pulau terdepan dan rawan konflik dengan fasilitas telekomunikasi,” ujarnya kepada Bisnis saat berkunjung ke Pulau Nipah, Batam, pekan ini.
Pulau Nipah merupakan sebuah pulau yang berada di perbatasan antara Batam dan Singapura. Jarak pulau tersebut dengan Negeri Singa itu hanya tiga kilometer, sedangkan dari Batam dapat ditempuh dalam waktu 45 menit.
Pengembangan pulau ini ditemukan pertama kali pada 2002 saat dilakukan foto udara untuk memantau kondisi pulau ini yang terus menyusut karena abrasi pantai.
Pada Juni 2003 TNI AL menempatkan posko keamanan dan satu pleton Marinir di Nipah untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.
Pada 2004 atas inisiatif Presiden Megawati diputuskan untuk menambah luas Pulau Nipah dari 3 hektare menjadi 60 hektare melalui tujuh kali tahap reklamasi yang menelan anggaran cukup besar. Reklamasi itu baru diselesaikan pada akhir tahun lalu.
“Selain mengoperasikan fastel di Nipah, sebelumnya kami juga sudah mengoperasikan fastel yang sama di Pulau Rondo dan Pulau Berhala yang terletak di perbatasan Sumut dengan Malaysia,” papar Awaluddin.
Buktikan kemampuan
Jenis layanan yang dioperasikan di pulau itu adalah telepon, faksimili, dan akses internet broadband.
Keberhasilan itu merupakan momen yang sangat bersejarah karena Flexi telah berhasil membuktikan kemampuannya melayani kebutuhan telekomunikasi diwilayah yang sangat jauh.
Awaluddin mengatakan untuk pengoperasian fastel ini, Telkom tidak mengeluarkan biaya yang terlalu besar karena perusahaan memanfaatkan sinyal dari BTS terdekat di Bukit Dangas dengan menambahkan booster untuk memperkuat kualitas sinyal.
Pada kesempatan itu, Telkom melakukan uji coba panggilan dan Internet di Posko keamanan TNI AL di Nipah disaksikan oleh Dewan Komisaris Telkom Sartono, Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika, dan Eko Wahyono dari TNI AL.



0 komentar:
Posting Komentar