Oleh Bambang P. Jatmiko
Bisnis Indonesia
Jakarta (19/06/09) – PT Global Mediacom Tbk akan menginvestasikan dana sebesar Rp400 miliar – Rp500 miliar untuk ekspansi ke bisnis jaringan televisi lokal, di antaranya melalui akuisisi.
Selain itu perseroan memastikan akan melepas 19% kepemilikan PT Mobile-8 Telecom Tbk kepada investor strategis, dan akan fokus ke bisnis media yang berbasiskan iklan maupun pelanggan.
CEO Global Mediacom Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibyo menuturkan pada tahun ini perseroan mematok memiliki 10 unit stasiun televisi lokal baru untuk mendukung pengembangan jaringan televisi di daerah.
“Untuk kebutuhan pendanaan itu, kami akan menggunakan dana dari internal, dan bukan dari pinjaman. Kami akan memperbesar bisnis di segmen media yang berbasis iklan ataupun pelanggan,” katanya kemarin.
Sepanjang tahun lalu, pendapatan Global Mediacom mencapai Rp5,38 triliun. Pendapatan yang berasal dari media berbasis iklan dan konten menyumbang Rp3,78 triliun.
Selain itu pendapatan dari media berbasis pelanggan sebesar Rp776 miliar, teknologi informasi Rp828 miliar, serta lain-lain Rp0,9 miliar.
Menurut Hary, perseroan akan fokus pada bisnis media yang telah dijalankan selama ini, pertimbangan itulah yang mendorong perseroan berencana melepas kepemilikan di Mobile-8. Sejuh ini, sudah ada beberapa investor yang menyatakan minatnya membeli saham yang akan dilepas.
Namun, Hary tidak memberikan penjelasan detail mengenai investor yang sudah menyatakan minat membeli saham Mobile-8 yang ditawarkan perseroan.
Terkait dengan Mobile-8, beberapa waktu lalu pengusaha nasional Rachmat Gobel disebut-sebut membidik saham operator telekomunikasi itu.
Operator penyedia jasa telepon Fren itu saat ini berupaya menempuh restrukturisasi obligasi rupiah berjaminan dengan pemegang obligasi, menyusul terjadinya gagl bayar.
“Mengenai restrukturisasi Mobile-8 kami tidak bisa berkomentar, karena kepemilikan Global Mediacom hanya 19%,” tutur Hary.


0 komentar:
Posting Komentar