01 Juni 2009 Hary Tanoe Mundur dari Mobile-8

Jakarta, Investor Daily - Komisaris dan mantan pemilik saham mayoritas PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) Hary Tanoesoedibjo mundur dari jabatannya sebagai komisaris perusahaan tersebut.

Pengunduran diri taipan muda itu diikuti jajaran komisaris lainnya, yakni Agum Gumelar (mantan menhub, mantan calon gubernur Jabar, dan mantan Capres) selaku komisaris utama, Djoko Leksono Sugiarto, dah MS Hidayat (ketua umum Kadin Indonesia). Bahkan, Direktur Utama Mobile-8 Wityasmoro Sih Handayanto ikut mundur.

Pengunduran diri mereka disetujui pemegang saham Mobile-8 dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan di Jakarta, Jumat (29/5). Jajaran komisaris Mobile-8 akan diisi Harmanto Tanidjaja (komisaris utama), Felix Ali Chendra (komisaris), dan Edwin Sudibyo (komisaris independen).

RUPST Mobile-8 juga memutuskan penggantian Wityasmoro Sih Handayanto selaku direktur utama oleh Merza Fachys yang sebelumnya menjabat sebagai direktur dan chief corporate affair. Posisi Merza Fachys digantikan Beydra Yendi.

“Semua jajaran direksi dan komisaris baru itu mulai efektif per 1 Juni 2009,” kata Wityasmoro Sih Handayanto dalam paparan publik usai RUPST.

Kecuali itu, perseroan memutuskan untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2008. Itu karena Mobile-8 membukukan rugi bersih Rp1,07 triliun. Perseroan juga tidak membuat penyisihan cadangan atau bonus untuk manajemen pada 2009. Pada 2007, perusahaan itu mencatat laba bersih Rp50,34 miliar.

Di sisi lain, Mobile-8 masih menunggu hasil restrukturisasi obligasi berdenominasi rupiah dan dolar AS. Setelah restrukturisasi, manajmen Mobile-8 dapat mengajak pihak lainnya untuk berinvestasi kembali di perusahaan tersebut.

“Ini diperlukan untuk pengembangan dan ekspansi lebih lanjut. Jadi, target pencapaian kinerja tahun ini juga tergantung hasil restrukturisasi obligasi, tapi kami berharap itu tercapai,” tandas Merza Fachys.

Dia menjelaskan, restrukturisasi itu bisa memasukkan opsi akuisisi oleh perusahaan lain atau penerbitan saham baru (rights issue). “Namun, opsi-opsi ini nantinya melibatkan domain perseroan lainnya, yakni pemegang saham,” tuturnya.

Merza menambahkan, keputusan soal restrukturisasi obligasi rupiah akan disampaikan menjelang 30 Juni 2009. Sedangkan obligasi dolar AS baru akan memasuki sidang kedua pada 15 Juli 2009. “Jika restrukturisasi dilaksanakan, perseroan diperkirakan dapat membukukan break event point (BEP) pada akhir 2009,” ucap dia.

Sementara itu, Mobile-8 juga menargetkan kenaikan jumlah pelanggan sebanyak 1-1,5 juta menjadi sekitar 4,5 juta hingga akhir 2009, baik untuk produk Fren maupun Hepi. Hingga akhir kuartal I-2009, pelanggan Fren dan Hepi berjumlah sekitar 3,2 juta. (fei)

0 komentar: