05 Juni 2009 Internet Lambat BRTI Baru Akan Uji

Oleh Encep Saefudin
Investor Daily

Jakarta - Akhir-akhir ini, layanan internet di Tanah Air terasa berat alias lambat. Badan Regulasi dan Telekomunikasi Indonesia (BRTI) berencana menguji kualitas layanan data dan internet para operator penyelenggara broadband interenet.

Demikian disampaikan anggota BRTI Heru Sutadi kepada Investor Daily, belum lama ini. Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari operator.

Perwakilan operator telekomunikasi (termasuk internet) yang dihubungi Investor Daily adalah General Manager Data dan Internet Services PT Excelcomindo Pratama (EP) Ari Tjahjanto, Executive General Manager (EGM) PT Telekomunikasi Indoneisa (Telkom) Divisi Regional II Jakarta Mas’ud Khamid, dan Direktur Jabotabek & Corporate Indosat Fadzri Sentosa. Mereka dihubungi dalam kesempatan terpisah di Jakarta, Rabu (3/6).

Langkah pengujian kualitas layanan internet pita lebar itu merupakan keseriusan pemerintah untuk memberi kepastian pada masyarakat agar bisa menikmati layanan internet berkecepatan tinggi. “Kami sedang matangkan rencana (pengujian) ini. Saya belum bisa menyebutkan kapan dilaksanakan,” kata Heru.

Heru mengaku mendengar banyaknya keluhan masyarakat tentang lambatnya mangakses data dan internet di Jakarta akhir-akhir ini. Namun, hal itu tidak bisa seluruhnya dibebankan kepada operator. Sebab, dalam promosinya, operator tak pernah menjanjikan kecepatan akses data dan internet secara pasti, melainkan up to alias hingga sekian megabit per detik (Mbps).

Ke depan, Heru menyarankan agar operator mulai mempromosikan kecepatan minimum untuk layanan data dan internet, bukan lagi kecepatan maksimum (up to). Pasalnya, di beberapa negara, lanjut Heru, terutama Australia, istilah up to mulai digugat.

“Mulai sekarang harus dicantumkan agar lebih fair. Karena mereka sebenarnya mengetahui kemampuannya, sehingga tidak memberikan janji muluk pada pelanggan,” katanya.

Ari Tjahjanto menyambut positif rencana BRTI tersebut. Upaya itu diharapkan akan meningkatkan kualitas pelayanan operator terhadap pelanggan. “Ini bisa menjadi ajang tukar pikiran untuk meningkatkan mutu pelayanan bagi pelanggan. Tetapi sebenarnya, tanpa itupun XL selalu melakukan pengujian secara berkala,” ujar dia.

Mengenai keluhan pelanggan atas lambatnya akses, Ari menyarankan untuk secara proaktif menyampaikan keluhan tersebut pada website yang tersedia, dengan mencantumkan lokasi dan waktu kejadian. “Itu akan kami jadikan masukan untuk memperbaiki layanan kami,” kata dia.

EGM Telkom Divisi Regional II Jakarta Mas’ud Khamid mengatakna, pihaknya siap diperiksa BRTI terkait layanan data dan internet bagi pelanggannya. “Pemeriksaan sesuatu yang lumrah. Kami sendiri sering lakukan pemeriksaan rutin agar pelanggan dilayani dengan baik,” katanya.

Dia mengakui, akhir-akhir ini banyak keluhan masuk berkaitan dengan lemot-nya akses internet. Ini tidak lepas dari lonjakan trafik yang terjadi akhir-akhir ini. Lonjakan itu mencapai 12%. Saat ini, pelanggan Speedy di Jakarta mencapai 350 ribu atau 35% dari total pelanggan Speedy nasional.

Direktur Jabotabek & Corporate Indosat Fadzri Sentosa mengatakan, untuk meningkatkan pelayanan pada pelanggan, Indosat selalu menambah infrastruktur jaringan sesuai kebutuhan. Namun, Indosat belum berani memasang angka kecepatan pasti (fix) untuk akses data.

“Tingginya mobilitas pelanggan serta keterbatasan bandwidth masih menjadi kendala. Yang berani kami sebutkan up to tertentu,” kata dia.

Dia menjelaskan, satu node B untuk sekitar 48 pelanggan. Tingginya mobilitas pengguna data dan internet membuat satu titik node B bisa dipakai lebih dari 48 pelanggan. Ini terjadi di daerah-daerah. Kalau di kota besar, persoalan ini bisa diatasi.

“Apalagi, daerah dengan penduduk yang mengakses internet masih rendah. Mereka bisa akses internet dengan kecepatan 1-7 Mbps,” kata dia.

0 komentar: