Keterlibatan XL tergantung kondisi keuangan
Oleh Fita Indah Maulani
Jakarta, Bisnis Indonesia – Konsorsium Palapa Ring belum menyepakati permohonan PT Excelcomindo Pratama Tbk untuk bergabung kembali dengan konsorsium tahun depan, setelah tahun ini menyatakan mundur karena alasan kondisi keuangan Internal.
Oleh Fita Indah Maulani
Jakarta, Bisnis Indonesia – Konsorsium Palapa Ring belum menyepakati permohonan PT Excelcomindo Pratama Tbk untuk bergabung kembali dengan konsorsium tahun depan, setelah tahun ini menyatakan mundur karena alasan kondisi keuangan Internal.
Rakhmat Junaidi, Juru Bicara Konsorsium Palapa Ring mengatakan, pihaknya baru menerima surat resmi tertulis dari XL perihal hal tersebut pekan lalu dan hal ini masih harus dibicarakan.
“Kami harus berdiskusi kembali membahas permintaan tersebut, apakah bisa dipenuhi atau tidak. Jika setuju, nanti bentuk konsorsium akan seperti apa juga harus ada kejelasan,” ujarnya kepada Bisnis, kemarin.
XL meminta kepada konsorsium agar bisa tidak ikut dalam tahun pertama pengerjaan Proyek Palapa Ring untuk kemudian bergabung kembali pada tahun kedua. Dalam suratnya, tidak ada penjelasan mengenai detail penyertaan dana dengan skema yang diajukan.
Rakhmat mengatakan semua anggota konsorsium yang tersisa, termasuk XL harus bertemu paling lambat pekan depan untuk berbicara, khususnya mengenai skema dana dari XL dengan permintaan rehat pada tahun pertama.
“Apakah dana akan dirapel pada tahun kedua atau seperti apa, masih belum jelas dan harus diklarifikasi,” ujar Direktur Corporate Service PT Bakrie Telecom itu.
Dengan adanya polemik dalam konsorsium, pengerjaan Proyek Palapa Ring dipastikan kembali mundur. Pemerintah masih terus menunggu kesiapan vendor penyedia perangkat dan konsorsium sebagai penyedia dana.
Rencana pemerintah membantu pendanaan menggunakan ICT Fund hingga saat ini masih belum jelas. Proses kajian masih terus dilakukan sejak beberapa bulan terakhir hingga sekarang.
Tidak mundur
Dari Surabaya, Hasnul Suhaimi, Presdir PT Excelcomindo Pratama Tbk, pekan lalu mengatakan tidak pernah menggunakan istilah mundur dalam pernyataannya mengenai keikutsertaan perusahaan operator seluler itu pada Proyek Palapa Ring.
“Saya tidak pernah bilang mundur, masalahnya adalah kami tahun ini menderita rugi, jadi maksud saya kami tidak ikut serta tahun ini,” katanya pada jumpa pers pergantian GM Sales Operation East 1, Jumat, 29 Mei lalu.
Menurutnya, bila tahun depan kondisi keuangan XL membaik, anak perusahaan Telekom Malaysia itu akan bergabung secara aktif dengan Konsorsium Palapa Ring.
Meskipun demikian, dia mengakui bahwa kondisi keuangan yang kurang baik itu memang jauh berbeda dengan kondisi 2008, sehingga dirinya sulit melihat persentase peluang pada 2010 tersebut.
Sesuai rencana
Dari Malang, Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh mengatakan tanpa atau dengan XL, Proyek Palapa Ring tetap akan jalan dan pemasangan kabel serat optik akan dilaksanakan tahun ini juga.
“Saya sudah ketemu dengan anggota konsorsium, yaitu Bakrie, PT Telkom, dan Indosat. Kesimpulannya, mereka tetap berkomitmen melanjutkan proyek tersebut,” katanya di sela-sela acara Pekan Informasi 2009, di Malang, Sabtu pekan lalu.
Menkominfo mengilustrasikan Palapa Ring sebagai proyek jalan tol untuk melengkapi proyek USO (universal service obligation) telekomunikasi 31.000 desa, yang diilustrasikan sebagai proyek jalan arteri.
“Karena itulah, amat disayangkan jika proyek jalan arteri telekomunikasi sudah rampung, tetapi tidak dilanjutkan proyek jalan tol proyek tersebut,” katanya.
Lagi pula, lanjut Menkominfo, kebutuhan investasi proyek tersebut seharusnya sudah menurun. Hal itu dikaitkan dengan keadaan resesi ekonomi di negara-negara maju, sehingga berpengaruh terhadap kinerja pabrikan kabel optik dan peralatan lainnya.
Menurut Nuh, sebelum resesi ekonomi negara-negara lain berlomba-lomba melaksanakan proyek serupa. Sesuai dengan hukum ekonomi, karena lebih banyak permintaan dibandingkan dengan penawaran, harga serat optik dan peralatan lain pendukungnya menjadi mahal.
Namun di tengah resesi, kondisinya justru berbalik. Karena banyak negara menunda proyek tersebut, penawaran justru lebih banyak daripada permintaan.
“Dampaknya serat optik dan peralatannya harganya turun,” tutur Menkominfo.
Mantan Rektor ITS itu tidak menjelaskan besarnya perbedaan investasi proyek Palapa Ring saat ini bila dibandingkan dengan rencana sebelumnya. “Ada perhitungannya, tetapi saya tidak hafal.”
Dia tidak menjelaskan, di mana dan kapan persisnya pemasangan serat kabel optik dilakukan. Namun Sukemi, Staf Ahli, Menkominfo mengatakan, kemungkinan lokasi pemasangan kabel serat optik kali pertama di Kawasan Timur Indonesia.
Palapa Ring merupakan mega proyek untuk membangun tulang punggung (backbone) serat optik internasional yang terdiri dari tujuh cincin (ring) melingkupi 33 provinsi dan 460 kabupaten di KTI. (K24)(fita.indah@bisnsi.co.id/sandra.job@bisnis.co.id)


0 komentar:
Posting Komentar