Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia
Jakarta: Operator telekomunikasi di Indonesia akan gencar membidik potensi pasar dari 40% populasi penduduk yang tinggal di perdesaan pada 2015.
Bisnis Indonesia
Jakarta: Operator telekomunikasi di Indonesia akan gencar membidik potensi pasar dari 40% populasi penduduk yang tinggal di perdesaan pada 2015.
Stephan Martin, Business Analyst, New Growth Market Program Nokia Siemens Networks (NSN) memperkirakan 40% populasi penduduk Indonesia akan terkonsentrasi di perdesaan pada 2015. “Dari total populasi penduduk Indonesia, pada tahun yang sama 40% merupakan penduduk berusia di bawah 25 tahun,” ujarnya di sela-sela Rural Marketing Success-Best Practices Sharing, kemarin.
Menurut Stephan, posisi Indonesia tersebut tidak jauh dari peta komunitas perdesaan di Asia Selatan dan Tenggara, yang mencakup tiga kawasan yang memiliki pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, yakni China, India, dan Vietnam.
“Pasar itu mewakili potensi besar bagi operator di mana pasar telekomunikasi di perdesaan sebagian besar belum tergarap oleh operator,” tuturnya.
Saat ini faktor jarak yang jauh dan daya beli yang rendah menjadi alasan bagi operator untuk tidak membuat strategi pemasaran khusus bagi kawasan perdesaan.
NSN menyarankan operator membuat strategi yang tepat untuk menangkap potensi di perdesaan dan tidak sekadar mengandalkan teknik pemasaran biasa untuk menggelar promosi layanan yang memang cukup sukses di pasar perkotaan. “Strategi ini tidak selalu cocok diterapkan di perdesaan, operator perlu pemahaman mendalam atas kondisi, ekspektasi, budaya dan tantangan yang dihadapi konsumen perdesaan jika ingin sukses di sektor tersebut.”
Dia memberikan contoh menjangkau konsumen di perdesaan melalui aktivitas budaya lokal terbukti lebih efektif dengan mengirim tenaga terlatih ke lapangan untuk berinteraksi dengan konsumen terpencil.
Strategi lainnya adalah menempatkan produk menggunakan jaringan pengecer kecil yang ada untuk mengantisipasi jarak.


0 komentar:
Posting Komentar