19 Juni 2009 PENGAJUAN HARGA PENAWARAN DITUTUP 19 JUNI 2009

50 Peserta Siap Tawar Lisensi BWA

Oleh Encep Saepudin
Investor Daily

Jakarta (18/06/09) – Dari 73 peserta yang mengambil dokumen tender, sebanyak 50 peserta yang telah mengambil dokumen penawaran harga dalam lelang frekuensi broadband wireless access (BWA). Harga penawaran harus diserahkan paling lambat pada Jumat, 19 Juni 2009.

Kepala Pusat Informasi dan Depkominfo Gatot S Dewa Broto mengatakann, para peserta lelang itu akan diseleksi sebelum diputuskan menjadi penyelenggara (operator) internet nirkabel berkecepatan tinggi (BWA) pada frekuensi 2,3 GHz itu. Pemerintah telah membagi wilayah Indonesia menjadi 15 zona dan masing-masing diharapkan ada dua operator.

Gatot masih berkeyakinan, para peserta lelang BWA itu tidak menumpuk pada zona-zona tertentu saja. “Sampai kini, kami masih berasumsi seluruh zona ada pesertanya. Tapi, mungkin jumlahnya tidak seheboh yang kita duga,” kata Gatot S Dewa Broto kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (17/6).

Dugaan sepi peminat pada zona tertentu (terutama di wilayah timur Indonesia) merebak. Maklum saja, industri tetap mengedepankan potensi dan keuntungan ketimbang alasan lain. Namun, Gatot menepisnya dengan tetap optimis bahwa seluruh zona memiliki potensi besar bagi para operator maupun menyedia jasa internet.

Sebab itu, dia belum bersedia mengomentari sesuatu yang belum terjadi, seperti kemungkinan beberapa zona yang tidak ada peminatnya. Seberapa banyak peserta dan zona yang dipertarungkan baru diketahui pada Jumat (19/6) sore.

“Biasanya waktu injury time baru kita ketahui jumlah peserta dan zonanya. Biasalah, setiap lelang peserta selalu menyerahkannya pada menit-menit terakhir,” kata dia.

Selain tidak meratanya peserta lelang BWA pada seluruh zona, ada juga kekhawatiran mengenai jumlah peserta yang bakal menciut. Dari 73 peserta yang mengambil dokumen tender, ternyata hanya 50 peserta yang melanjutkan proses lelang dengan mengambil dokumen penawaran harga. Bukan tidak munkgin hal itu terjadi karena ada peserta yang akhirnya memilih bergabung dengan peserta lain atau membentuk konsorsium.

Juru bicara konsorsium yang dibentuk Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) Heru Nugroho mengatakan, konsorsium tetap melirik seluruh zona. Dalam kalkulasi anggota konsorsium, zona-zona itu memberikan harapan besar untuk kemajuan ISP di Tanah Air pada masa depan.

“Sudah kami putuskan untuk tetap maju pada seluruh zona. Sebanyak 30 ISP maju dengan baju konsorsium,” kata dia.

Mengenai peluang menang tender, kosnorsium APJII berkeyakinan bisa menang dan dipilih pemerintah untuk mengelola beberapa zona. Meskipun harus berhadapan dengan sejumlah operator telekomunikasi besar, seperti Grup PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan PT Indosat Tbk, peluang konsorsium APJII menang tetap di tangan. Terbuka peluang APJII bersama operator pengelola dalam satu zona yang ditunjuk pemerintah.

Sejumlah anggota siap menyokong dana bila konsorsium APJII dinyatakan menang. “Bila kurang, sudah tersedia tawaran dari lembaga keuangan untuk turut mendukungnya,” kata Heru.

0 komentar: