27 Juni 2009 PENGHENTIAN SEMENTARA PERDAGANGAN BLACKBERRY

Menteri Mari Belum Bersikap

Penjualan BlackBerry di pasar masih tetap tinggi

Jakarta, Koran Tempo (26/06/09) – Departemen Perdagangan belum bersikap soal keputusan Departemen Komunikasi dan Informatika, yang menghentikan sementara perdagangan BlackBerry tipe baru, yang akan diedarkan di Indonesia mulai Juni 2009.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pengestu mengatakan pihaknya belum mempelajari larangan tersebut.

Dia menegaskan, untuk penghentian impor sementara merupakan wewenang dari Departemen Komunikasi dan Informatika. “Saya belum tahu, silakan tanya ke Departemen Komunikasi,” ujarnya kepada Tempo kemarin.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Diah Maulida juga mengaku tak tahu soal penghentian tersebut. “Departemen mana yang bilang itu wewenang kami,” katanya.

Jawaban singkat Mari dan Diah bertolak belakang dengan pernyataan Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Komunikasi dan Informatika Gatot S. Dewa Broto. Menurut Gatot, penghentian impor sementara itu sepenuhnya wewenang menteri perdagangan. “Wewenang kami hanya soal pemberian sertifikasi,” katanya, Rabu lalu.

Departemen Komunikasi dan Informatika menolak mengeluarkan sertifikasi BlackBerry karena produsen BlackBerry, Research In Motion Limited (RIM), belum membuka layanan purnajual di Indonesia. Keputusan ini otomatis membuat perdagangan BlackBerry baru terhenti karena impor BlackBerry tidak dapat dijalankan tanpa adanya sertifikat dari Departemen Komunikasi.

Menurut Gatot, jika tidak memiliki sertifikat, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan menahan BlackBerry impor yang masuk di pelabuhan. “Artinya, jika ada tipe baru dari BlackBerry yang beredar di pasar, berarti itu produk ilegal.”

Gatot menambahkan, pihaknya akan kembali memberikan sertifikasi setelah RIM membuka kantor layanan purnajual di Indonesia.

Kendati resmi dilarang beredar, BlackBerry tetap laris manis di pasar. Baik pedagang maupun pembeli mengaku tidak mengetahui ada kebijakan penghentian ini.

Dari pantauan Tempo di Roxy Mas, sentra perdagangan telepon seluler, masih banyak BlackBerry baru yang dipajang oleh para pedagang. Sejumlah penjaga counter yang ditemui mengaku masih bisa menjual empat-enam unit BlackBerry berbagai tipe setiap hari.

Menurut Budi, 45 tahun, salah seorang pedagang, peminat BlackBerry masih sangat tinggi. “Hari ini sudah terjual enam unit,” katanya kemarin.
VENNIE MELYANI, RUDI PRASETYO, GRACE GANDHI

0 komentar: