23 Juni 2009 PII Kembangkan Mobile Broadband Berteknologi “Ibrust”

Jakarta, Investor Daily – PT Pata Informatika Indonesia (PII) akan mengembangkan industri mobile broadband berbasis teknologi “ibrust” di Indonesia dengan investasi sekitar 200 juta dolar AS.

Investasi tersebut digunakan untuk membangun perangkat keras pendukung operasional seperti perizinan frekuensi, jaringan kabel, dan antena.

“Saya berharap bisnis teknologi telekomunikasi ini sudah bisa beroperasi pada tahun ini,” kata Komisaris Utama PT PII Ida Bagus Danny Permadi di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dikatakannya, berdasarkan riset dan kalkulasi yang dilakukan pemilik teknologi yakni PT Kyocera Corporation, sebuah perusahaan telekomunikasi di Jepang serta Institut Teknologi Bandung (ITB), antena yang harus dibangun sekitar 70 unit di Indonesia.

“Namun, Pata akan membangunnya sebanyak 200 unit dengan harapan kecepatan aksesnya bisa optimal sehingga bisa memuaskan para pelanggan,” katanya.

Sedangkan jaringan kabel, katanya, Pata bekerja sama dengan Perusahaan Negara (PN) Gas Indonesia memanfaatkan jaringan kabel bawah tanah dan bawah laut milik PT Gas yang selama ini belum dimanfaatkan optimal.

Kemudian frekuensi, kata dia, berdasarkan riset yang dilakukan ITB Bandung, frekuensi paling tepat pada 1785 MHz hingga 1805 MHz, yakni milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Kami sudah dapat persetujuan dari pemerintah untuk menggunakan frekuensi tersebut, sedangkan frekuensi PT KAI akan dinaikkan di atas 1805 MHz,” katanya.

Menurut dia, target pasar yang akan dikembangkan adalah para pengguna interenet dan telepon seluler di berbagai daerah di Indonesia. Karena itu, Pata akan menempatkan monitor dan fokus kamera di sebuah kecamatan yang bisa diakses oleh masyarakat setempat.

“Masyarakat bisa belajar dari penyuluh yang telah dibekali pengetahuan teknologi telekomunikasi,” katanya. (mam)

0 komentar: