Jakarta, Investor Daily – Pemerintah Spanyol memberikan pinjaman lunak (soft loan) sebesar 17,6 juta euro atau Rp250 miliar kepada pemerintah Indonesia. Bantuan ini dimanfaatkan untuk membangun akses pemancar siaran digital di daerah terpencil dan perbatasan selama 2-3 tahun.
“Pinjaman itu untuk membantu TVRI membangun stasiun di wilayah perbatasan yang belum mendapatkan akses,” kata Dirjen Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi Depkominfo Freddy Tulung di Jakarta, Akhir pekan lalu.
Untuk mewujudkan realisasi migrasi dari TV analog ke digital, pemerintah melalui Depkominfo melakukan uji coba sejak Agustus 2008 dengan membagikan 7.000 unit set top box (STB) pada masyarakat.
Untuk tahap pertama, Depkominfo membagikan 1000 unit STB. Masyarakat yang memiliki STB dapat menyaksikan siaran digital melalui frekuensi 46 UHF yang dikelola Konsorsium Televisi Digital Indonesia (TKDI) dan frekuensi 44 UHF yang dipancarkan Konsorsium Telkom-TVRI.
Dia manambahkan harus dikembalikan setelah uji coba selesai. Artinya, mereka harus mengajukan perizinan untuk mendapatkan frekuensi.
“Pemberian ijin akan dilakukan bertahap. Setiap tahun Depkominfo akan mengevaluasi kebijakan ini, lalu secara bertahap pemerintah mulai mengeluarkan izin baru untuk izin infrastruktur TV digital,” kata dia.
Pengurus KTDI Supeno mengatakan, biaya yang diperlukan untuk migrasi sebenarnya lumayan murah karena cukup me-retune pemancar lama. Dana yang dibutuhkan hanya sekitar Rp100 juta.
“Mungkin yang perlu dipikirkan mengenai keterjangkauan harga STB yang sekarang berkisar Rp250-400 ribu per unit, saya kira masih cukup mahal,” ujar dia. Supeno berharap, harga STB bisa terjangkau sehingga siaran TV digital bisa dinikmati masyarakat secara luas.
“Saya tetap optimistis, ketika siaran digital mulai merata dan perangkatnya diproduksi secara massal oleh produsen lokal, harga akan turun dengan sendirinya,” kata dia. (cep)


0 komentar:
Posting Komentar