29 Juni 2009 RIM Harus Segera Buka Kantor di Jakarta

Oleh Imam Suhartadi
Investor Daily

Jakarta – Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) kembali mendesak vendor BlackBerry, Research in Motion (RIM) segera membuka kantor cabang atau sevice center di Indonesia. Masyarakat diminta tenang karena desakan ini tidak bermaksud melarang operator telekomunikasi menghentikan layanan BlackBerry.

“Kepastian pendirian service centre tidak bolah terlalu lama. Walaupun mendirikan service centre secara fisikal memang butuh waktu, yang penting kepastiannya dulu secara legal formal,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S. Dewa Broto di Jakarta, Minggu (28/6).

Dia menjelaskan, Depkominfo sudah mengundang Kedutaan Kanada dan RIM untuk duduk bersama membahas masalah ini pada 15 Juni 2009. Dalam pertemuan itu, sudah ada kesepakatan bahwa RIM akan membuka kantor cabang di Indonesia. Namun, RIM hingga kini masih meminta waktu untuk mempertimbangkan bentuk perwakilan yang paling sesuai di Indonesia. Yakni, dalam bentuk sales service, sales representative, atau bentuk lain.

Gatot menekankan, pihaknya hanya akan memberikan jeda waktu yang tidak terlalu lama. “Bila RIM tidak segera bertindak kami terpaksa menghentikan pemberian sertifikasi pada BlackBerry,” katanya.

Penghentian sertifikasi tersebut secara otomatis menutup keran impor BlackBerry. “Kami memang tidak berhak menghentikan impor BlackBerry tetapi dengan penghentian pemberian sertifikat. BlackBerry tidak akan diizinkan masuk ke Indonesia oleh institusi yang berhak, yakni Depdag dan Bea Cukai,” katanya.

Opsi itu dipilih sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen BlackBerry di Tanah Air yang semakin meningkat jumlahnya dari waktu ke waktu.

Hingga kini pihaknya masih menunggu keseriusan dan itikad baik dari RIM untuk segera merespons kesepakatan pembukaan kantor perwakilan di Indonesia.

Masyarakat Diminta Tenang
Di lain pihak, Gatot juga mengimbau masyarakat umum yang sudah menggunakan perangkat BlackBerry untuk tatap tenang, karena sama sekali tidak ada rencana Depkominfo meminta penyelenggara telekomunikasi untuk menghentikan layanannya. Demikian pula bagi masyarakat umum yang akan melakukan pembelian BlackBerry di wilayah teritori hukum Indonesia, tetap dipersilakan untuk melakukan aktivitas tersebut sesuai dengan produk atau jenis dan tipe perangkat BlackBerry yang diinginkan.

Namun demikian, dia mengimbau agar masyarakat tidak berlebihan. “Depkominfo sama sekali tidak bermaksud melarang penyediaan layanan yang sudah existing, karena bagaimanapun juga pemerintah menyadari sepenuhnya, bahwa perangkat telekomunikasi BlackBerry tersebut banyak memberikan manfaat bagi berbagai aktivitas masyarakat,” kata dia.

Gatot juga meyakinkan kepada publik pemakaian BlackBerry di Indonesia agar tidak perlu khawatir bahwa handset miliknya tidak berfungsi akibat kebijakan tersebut. “Memang sempat ada kepanikan masyarakat yang khawatir BlackBerry tidak berfungsi tapi kami tekankan BlackBerry mereka akan tetap berfungsi,” katanya.

Pihaknya hanya akan menghentikan pemberian sertifikasi pada barang-barang yang baru akan masuk ke Indonesia bila sampai batas waktu yang ditentukan, RIM belum juga membuka kantornya di Indonesia.

Pada kesempatan itu, Gatot mengungkapkan, pihaknya pada 26 Juni lalu telah mengundang Asosiasi Importir dan Pedagang Telepon Genggam yang anggotanya banyak mengimpor BlackBerry. “Kami sudah bicarakan dengan semua pihak yang berkepentingan. Intinya semua sudah sepakat untuk membantu pemerintah mendesak RIM segera bertindak,” kata Gatot.

0 komentar: