29 Juni 2009 Telkom gelar telepon umum nirkabel

Oleh Roni Yunianto & Arif Pitoyo
Bisnis Indonesia

Jakarta: Telkom mulai menggelar telepon umum nirkabel berbasis fixed wireless CDMA 2000 1x Telkom Flexi dengan menggunakan kartu cip khusus untuk melengkapi keberadaan 39.927 sambungan telepon umum koin di seluruh Indonesia.

Saat ini di seluruh Indonesia Telkom telah menggelar sekitar 39,927 telepon umum koin (TUC/wireline) dan 2.452 telepon umum kartu (TUK/wireless) atau total sekitar 42.379 telepon umum. Jumlah tersebut sama dengan sekitar 0,42% dari jumlah telepon kabel yang jumlahnya mencapai 8,7 juta sambungan.

Sesuai dengan regulasi, operator jaringan telepon lokal harus membangun jaringan telepon umum sebanyak 3% dari kapasitas yang ada. Sejauh ini baru Telkom yang sudah mendekati persyaratan regulator dengan total jumlah telepon umum.

Adapun tiga operator lainnya, yaitu PT Bakrie Telecom (Esia), PT Indosat (StarOne), dan PT Mobile-8 (Hepi) masih sangat jauh dari ketentuan regulasi mengenai telepon umum.

Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia mengakui resiko tersebut masih di bawah dari yang disyaratkan pemerintah tentang kewajiban penyelenggara jasa telepon tetap untuk menyediakan fasilitas telepon umum.

“Pada prinsipnya Telkom berusaha memenuhi kewajiban tersebut mengingat penyediaan telepon publik merupakan bagian dari tanggung jawab sosial Telkom untuk menyediakan akses telekomunikasi yang mudah dan murah,” tegasnya.

Menurut Eddy, Telkom sangat serius menggarap layanan telepon umum, selain potensi pasarnya cukup besar, telepon umum juga sangat dibutuhkan masyarakat. “Tidak semua orang punya telepon, padahal mereka membutuhkan sarana komunikasi yang mudah, cepat dan murah,” ujarnya.

Untuk lebih meningkatkan penyediaan telepon umum, Telkom menambahkan sarana telepon umum wireless yang disebut kartu SOBAT, yaitu terminal telepon umum dengan menggunakan akses fixed wireless CDMA 2000 1x Telkom Flexi serta menggunakan kartu cip khusus sebagai alat akses dan dapat diisi ulang.

0 komentar: