29 Juni 2009 RI butuh 30 juta set-top-box digital

Operator tak bisa menolak TV digital

Oleh Fita Indah Maulani & Roni Yunianto
Bisnis Indonesia

Jakarta: Indonesia diperkirakan membutuhkan 30 juta perangkat set-top-box (STB) pada tahap awal pelaksanaan migrasi dari siaran TV analog ke digital.

Freddy Tulung, Dirjen Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi, mengatakan saat ini belum ada studi terkait dengan kebutuhan STB.

“Namun, secara perkiraan kami proyeksikan mencapai 30 juta STB. Dalam tahun pertama periode peralihan siaran TV analog ke digital ada kebutuhan ratusan unit, dan pada tahun ke-2 dan ke-3 jumlahnya akan bisa mencapai jutaan unit,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat.

Saat ini, dari 200 juta populasi penduduk penetrasi kepemilikan perangkat TV di Tanah Air mencapai 75%. Dari penduduk yang memiliki TV, sebesar 20% atau 30 juta penduduk diasumsikan berasal dari kalangan mampu yang akan langsung beralih ke teknologi siaran TV digital.

Pemerintah akan mulai menyetop sistem siaran analog di kota-kota besar dan kota-kota lainnya pada 2012 sampai 2016, adapun proses uji coba pelaksanaan siaran televisi digital tersebut ditargetkan selesai akhir tahun ini.

Departemen Komunikasi dan Informatika menuturkan penghentian siaran analog dilakukan mulai 2012 sampai 2016 dan mulai saat ini sudah menutup izin baru televisi analog.

“Mulai 2012, siaran analog dihentikan untuk kota-kota besar. Kami akan evaluasi ini secara menyeluruh untuk melihat perkembangannya [siaran digital],” ujar Freddy.

Periode tersebut menjadi periode simultan untuk penggunaan standar analog maupun standar digital yang disesuaikan dengan roadmap migrasi bertahap tersebut.

Saat ini semua konsorsium siaran TV digital terestrial melakukan uji coba. Konsorsium TV Digital Indonesai (SCTV. Metro TV, Trans TV, Trans7, ANTV, dan TV One) telah melakukan uji coba peralatan mulai 20 Mei 2009 di frekuensi 46 UHF dengan kekuatan pancar transmisi 5 kilowatt dan kosorsium Telkom-TVRI telah melaksanakan uji coba serupa sejak 5 Mei 2009 dengan frekuensi 44 UHF dengan kekuatan pancar transmisi yang sama.

Setidaknya ada pabrikan lokal yang memproduksi STB di antaranya PT Panggung Electric Citrabuana (Akari), PT Hartono Istana Teknologi (Polytron), dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) dan PT LG Indonesia. Sebagian juga sudah mengembangkan produk STB built-in di perangkat TV.

Investasi TV digital
Wakil Ketua KTDI Supeno mengatakan operator TV tak bisa menolak keberadaan dari era digital. “Karena itu dibentuk konsorsium untuk mencari bentuk bisnis yang ideal. Kami mengharapkan pemerintah mampu menyiapkan regulasi yang adil,” katanya.

Diungkapannya, selama ini operator sudah mengeluarkan dana lumayan besar untuk berinvstasi di infrastruktur seperti transmisi, multiplexing, dan encoding.
“Kunci keberhasilan TV digital bagaimana sebanyak 40 juta rumah tangga yang memiliki TV analog mau memakai layanan TV digital,” ujarnya.
(fita.indah@bisnis.co.id/roni.yunianto@bisnis.co.id)

0 komentar: