Depkominfo ancam blokir total BlackBerry
Oleh Roni Yunianto & Arif Pitoyo
Bisnis Indonesia
Jakarta: Operator telekomunikasi mitra Research in Motion (RIM/produsen BlackBerry) terancam rugi US$1,8 juta per bulan, apabila pemerintah terus melakukan pemblokiran terhadap masuknya BlackBerry baru.
Oleh Roni Yunianto & Arif Pitoyo
Bisnis Indonesia
Jakarta: Operator telekomunikasi mitra Research in Motion (RIM/produsen BlackBerry) terancam rugi US$1,8 juta per bulan, apabila pemerintah terus melakukan pemblokiran terhadap masuknya BlackBerry baru.
“Pemerintah seharusnya merangkul vendor asing seperti RIM, bukannya malah melakukan tindakan yang keras seperti saat ini,” urjar Group Head Brand Marketing PT Indosat Tbk Teguh Prasetya, kepada Bisnis, akhir pekan lalu.
Menurut dia, selama ini operator yang menjadi mitra RIM rata-rata mampu menjual 3.000 unit BlackBerry setiap bulannya sehingga apabila rata-rata harga satu unit sebesar US$600, operator kehilangan potensi pendapatan sekitar US$1,8 juta per bulan.
Teguh yakin kalau RIM akan memenuhi semua ketentuan regulasi, tetapi iklimnya akan menjadi lain apabila pemerintah justru merangkul RIM dengan memberikan kemudahan investasi untuk mendirikan pabrik di Indonesia.
Dalam sebulan terakhir, Departemen Komunikasi dan Informatika menolak pengajuan sertifikasi BlackBerry untuk tipe yang baru ataupun beberapa tipe yang lama tetapi belum memiliki sertifikat dari Ditjen Postel untuk melindungi kepentingan masyarakat mengingat sejauh ini RIM belum memiliki service centre di Indonesia.
RIM telah meminta Depkominfo memberi kesempatan untuk melakukan studi kelayakan dan mendesak Depkominfo menertibkan produk BlackBerry ilegal yang tergolong black market.
Depkominfo sedang mempersiapkan surat edaran yang akan diedarkan ke berbagai pihak terkait tentang rencana penghentian pemberian sertifikat BlackBerry secara total.
Gatot S. Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo, menuturkan penolakan sementara permohonan sertifikasi BlackBerry yang diajukan RIM dapat berimplikasi pada kemungkinan penghentian importasi oleh Ditjen Bea Cukai.
“Ini terjadi selama importir yang berkepentingan tidak mampu menunjukkan sertifikat yang diterbitkan Depkominfo atau karena data sertifikasinya tidak terdapat pada national single windows yang mudah diakses Ditjen Bea Cukai.”
PT Excelcomindo Pratama Tbk memperkirakan penyetopan sertifikasi produk BlackBerry akan mengancam rencana peluncuran BlackBerry Gemini.
Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengungkapkan Telkomsel seharusnya bisa dikecualikan karena pihaknya memiliki perwakilan resmi dan dukungan purnajual dari RIM.


0 komentar:
Posting Komentar