Bisnis warung Internet berkembang pesat di daerah
Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia
Jakarta: Sebagian besar pengusaha warnet antusias mengikuti program pemutihan software sistem operasi Microsoft, menyusul program diskon melalui proyek percontohan yang digelar vendor itu di Indonesia dan Thailand.
Oleh Roni Yunianto
Bisnis Indonesia
Jakarta: Sebagian besar pengusaha warnet antusias mengikuti program pemutihan software sistem operasi Microsoft, menyusul program diskon melalui proyek percontohan yang digelar vendor itu di Indonesia dan Thailand.
Rudi Rusdiah, Ketua Asosiasi Pengusaha Warnet Komunitas Telematika (APWKomitel), menuturkan sebanyak 500 lisensi terjual dalam waktu 10 hari.
“Kami berhasil mendekati 50 usaha warnet dari 400 warnet dalam database kami,” ujarnya kepada Bisnis kemarin.
Menurut Rudi, jumlah warnet yang mengikuti program yang disebut juga Legos itu juga diikuti warnet melalui Asosiasi Warung Internet Indonesia (Awari) dan ada juga yang langsung melalui reseller Microsoft.
“Ini memberi dampak positif dan membuktikan keterjangkauan mendorong minat beli, sekaligus menurunkan tingkat pembajakan di industri warnet,” tegasnya.
Sebagai perbandingan, dengan menggunakan tingkat harga lama, belanja software yang dibutuhkan mencapai lebih dari Rp1 miliar. Meskipun program pemutihan itu hanya berlaku untuk komputer lama yang dimiliki warnet, program juga diminati oleh calon pengusaha warnet.
“Sebanyak 60% permintaan yang masuk ke kami adalah pengusaha yang baru mau membuka warnet, yang tentu tidak dapat mengikuti program, karena tidak berlaku bagi komputer baru,” ungkap Rudi.
APWKomitel memperkirakan program pemutihan mendorong penurunan tingkat pembajakan yang beberapa tahun terakhir sudah mengecil yaitu sekitar 50% untuk Microsoft Office dan 70% sistem operasi Microsoft di lingkup warnet.
Irwin Day, Ketua Umum Awari, mengatakan sedikitnya 30 pengusaha warnet membeli lisensi melalui Awari dengan sedikitnya 300 lisensi.
“Ini memberi kesempatan besar untuk tidak membajak, sayangnya sosialisasi tidak maksimal sehingga penurunan tingkat pembajakan di warnet juga belum besar,” ujarnya.
Microsoft memberikan diskon 95% harga Office Professional 2007 dari semula US$340 (setara 3,5 juta) menjadi US$20 (setara Rp220.000) dan mendiskon sekitar 60% harga sistem operasi dari US$190 menjadi US$48 bagi yang ingin beralih sistem operasi ke Windows Vista yang juga dapat ditukar dengan Windows XP.
Menurut Irwin, pihaknya belum mendapat konfirmasi dari Microsoft apakah program nantinya akan dilanjutkan. “Jika ini bisa digelar dalam 1 tahun maka pengaruhnya [mengurangi pembajakan] akan signifikan.”
Masih diminati
Awari memperkirakan populasi warnet dalam semester pertama tahun ini masih stagnan yaitu sedikitnya berkisar 12.000 warnet.
Adapun, proyeksi dari APW Komitel populasi warnet mencapai di atas 10.000 usaha warnet.
Rudi mengatakan bisnis warnet masih tetap diminati di tengah maraknya penjualan handset BlackBerry dan perangkat bergerak yang dilengkapi dengan akses Internet lainnya.
“Warnet tetap tumbuh dan daya tarik di bisnis ini adalah maraknya situs-situs jejaring sosial, game online, mailing list yang mendorong orang ingin mengakses Internet,” tuturnya.
Rudi menjelaskan hal itu juga didorong oleh kenyataan populasi PC di masyarakat berada di kisaran 6%-10%.
Irwin berpendapat pertumbuhan bisnis warnet saat ini hanya terjadi di daerah-daerah bukan perkotaan.
“Kami perkirakan potensi bisnis ini masih besar, hanya saja tahun ini belum akan ada pertumbuhan kecuali di daerah,” jelasnya. (roni.yunianto@bisnis.co.id)


0 komentar:
Posting Komentar