01 Juli 2009 Elnusa Lepas Infomedia

Jakarta, Koran Tempo – PT Elnusa Tbk berniat melepas 49 persen sahamnya di PT Infomedia Nusantara senilai Rp598 miliar ke PT Media Nusantara, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Pelepasan tersebut terkait dengan keinginan perusahaan untuk lebih berfokus pada bidang jasa hulu minyak dan gas. Infomedia bergerak di bidang penyediaan direktori dan pusat panggilan. Salah satu produknya adalah Yellowpages.

Direktur Utama Elnusa Eteng A. Salam mengungkapkan, divestasi Infomedia merupakan strategi jangka panjang untuk meningkatkan pertumbuhan di jasa hulu minyak dan gas terintergrasi serta pengembangan bisnis ladang minyak dan gas yang sudah berproduksi.

“Masuknya dana hasil divestasi akan menambahkan kemampuan berinvestasi pada peralatan terbaru,” ujarnya selepas rapat umum pemegang saham luar biasa kemarin.

Investasi akan dilakukan di geosains, pengeboran, ladang minyak, dan akuisisi ladang yang sudah berproduksi. Eteng mengungkapkan, saat ini Elnusa telah melirik beberapa ladang yang memiliki potensi besar.

Direktur Operasi Edy Syafrudin mengatakan pendapatan Elnusa tahun ini ditargetkan naik menjadi Rp 3 triliun. Total nilai proyek yang telah dikantongi Elnusa US$ 218 juta, yang terdiri atas kontrak yang dipindahkan dari tahun lalu sebesar US$ 130 juta dan proyek tambahan sebesar US$ 87,5 juta.

“Kontrak hingga akhir tahun dan masih tender sebesar US$186 juta,” tuturnya. Kontrak-kontrak itu terdiri atas kontrak tahun pendek dan tahun panjang.

Eteng berujar, perseroan menargetkan kontribusi pendapatan Rp 1 triliun dari geosains, Rp 445 miliar dari jasa perminyakan, serta Rp550 miliar dari pengeboran. Adapun dana hasil divestasi akan digunakan, antara lain, untuk membeli alat-alat feosains dan rig besar dengan kapasitas 2.000 tenaga kuda.

“Kami juga akan lebih berfokus ke tenaga panas bumi,” kata Edy.

Edy mengatakan pangsa pasar industri minyak dan Indonesia tahun lalu mencapai US$10-11 miliar per tahun. Dia memprediksi jumlahnya akan meningkat menjadi US$ 14-15 miliar per tahun. “Kami pemimpin pasar untuk landseismic, dan pangsa pasar di Pertamina hanya 30-37 persen,” ujarnya. Pertamina memegang 41 persen saham Elnusa. ● RIEKA RAHADIANA

0 komentar: