09 Juli 2009 Investasi Mobile-8 siap dicairkan

EBITDA 2010 diperkirakan Rp371,98 miliar

Oleh Sylviana Pravita R.K.N & Wisnu Wijaya
Bisnis Indonesia

Jakarta: PT Mobile-8 Telecom Tbk akan mencairkan dana investasi jangka pendek sewaktu-waktu untuk melunasi kupon bunga tertunggak Rp41,76 miliar dan dengan Rp1 miliar pada 31 Juli 2009.

Perusahaan telepon itu terlambat membayar kupon bunga obligasi dengan nilai pokok Rp675 miliar. Akibat keterlambatan itu, Mobile-8 didenda Rp1 miliar.

Sekretaris Perusahaan Mobile-8 Chris Taufik mengatakan investasi jangka pendek itu merupakan dana cadangan untuk mendukung operasional Mobile-8. “Bisa dicairkan untuk membayar kupon bunga dan denda tersebut,” ujarnya.

Dia menuturkan perseroan tidak mempersiapkan dana untuk menghadapi gugatan Global Mediacom senilai US$25 juta dan sita jaminan.

“Gugatan senilai US$25 juta itu dialamatkan kepada DB Trustees dan bukan kepada Mobile-8. Namun, kami menghadapi tuntutan Rp 100 juta yang ditanggung renteng dengan yang lain,” tuturnya.

Direktur Keuangan Mobile-8 Anthony C. Kartawiria, dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia kemarin, mengatakan skema dan besaran kupon bunga tertunggak dan denda yang disepakati dalam rapat umum pemegang obligasi (RUPO) pada 29 Juni 2009 merupakan kajian komprehensif dari PT Mandiri Sekuritas selaku penasihat keuangan atas restrukturisasi obligasi itu.

Berdasarkan laporan keuangan anak perusahaan PT Global Mediacom Tbk per 31 Maret 2009 itu, operator penyedia jasa layanan telepon Fren tersebut mempunyai investasi jangka pendek Rp259,16 miliar yang ditempatkan di PT Bhakti Asset Management, perusahaan terafiliasi, senilai Rp169,88 miliar dan TDM Aset Manajemen sebesar Rp89,28 miliar.

Pada akhir Maret 2008, nilai investasi jangka pendek Mobile-8 hanya mencapai Rp198,66 miliar melalui Bhakti Management, TDM, dan Clariden Leu Ltd.

Namun, laporan keuangan Mobile-8 itu tidak menjelaskan secara spesifik penempatan dana investasi tersebut.

Total hasil investasi jangka pendek per 31 Maret 2009 mencapai Rp5,36 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan berinvestasi jangka pendek Rp198,66 miliar dan membuahkan hasil investasi Rp7,88 miliar.

Anthony menjelaskan skema pembayaran kupon bunga Rp41,76 miliar akan dibayarkan secara bertahap dalam 4 kali angsuran, di mana pembayaran pertama dibayarkan pada 31 Juli 2009 dan selanjutnya dibayar bersamaan dengan pembayaran kupon, yaitu 15 September 2009, 15 Desember 2009, dan 15 Maret 2010.

Denda dari kupon bunga tertunggak senilai Rp1 miliar akan dibayar Mobile-8 dalam 4 kali angsuran dengan nilai masing-masing Rp250,15 juta.

Anthony memaparkan operator telekomunikasi berbasis code division multiple access (CDMA) itu juga menyediakan dana cadangan senilai Rp16,87 miliar yang akan disiapkan dalam 2 tahap, yaitu pada 31 Agustus 2009 dan 15 September 2009.

EBITDA positif
RUPO juga meminta Mobile-8 mencapai laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) positif pada akhir kuartal I/2010.

Jika hal itu tercapai, Mobile-8 tidak memerlukan suntikan dana dari pemegang saham.

Hingga 30 April 2009, pemegang saham perseroan adalah Jerash sebanyak 32%, Global Mediacom 19%, OUB Kay Hian Private Limited 13,29%, PT Bhakti Asset Management 7,28%, Qualcomm Invorporated 5,01%, serta publik di bawah 5% total mencapai 23,42%.

Anthony menjelaskan Mobile-8 meluncurkan produk baru Fren Dua. Produk itu memungkinkan dalam satu kartu terdapat dua layanan untuk nomor seluler dan fixed wireless access.

Perseroan juga memasarkan produk layanan data yang disebut Mobi dengan target pendapatan rata-rata per pengguna yang tinggi.

“Kedua produk itu diharapkan mampu menyumbang perseroan agar bisa menjaga EBITDA positif setelah kuartal I/2010,” tuturnya.

Sesuai dengan materi rapat informal Mobile-8 dan pemegang obligasi pada Desember tahun lalu, EBITDA perusahaan itu pada akhir tahun ini mencapai Rp178,93 miliar. EBITDA Mobile-8 pada tahun depan diprediksi mencapai Rp371,98 miliar, tetapi masih membukukan rugi bersih Rp175,28 miliar. (sylviana.pravita@bisnis.co.id/wisnu.wijaya@bisnis.co.id)

0 komentar: