Bakrie Telecom Tak Berminat
Dijajaki, Konsolidasi Operator CDMA
Suara Pembaruan, Bakrie Telecom menyatakan tak terpengaruh dan belum berencana melakukan konsolidasi dengan operator lain terkait pembicaraan awal penjajakan kerja sama antaroperator CDMA.
Dijajaki, Konsolidasi Operator CDMA
Suara Pembaruan, Bakrie Telecom menyatakan tak terpengaruh dan belum berencana melakukan konsolidasi dengan operator lain terkait pembicaraan awal penjajakan kerja sama antaroperator CDMA.
Menurut Corporate Service Director Bakrie Telecom, Rakhmat Junaidi, di Jakarta, pekan lalu, pihaknya tidak khawatir dengan rencana konsolidasi beberapa operator CDMA tersebut karena baru penjajakan awal. Jadi belum tentu ada penggabungan atau akuisisi.
“Masalah konsolidasi itukan hak mereka dan itu baru tahap penjajakan jadi sikap kami biasa saja, tak merasa disaingi. Lagi pula kalau pun benar terjadi konsolidasi, kami tidak akan gentar,” tegasnya.
Dia mengakui rencana konsolidasi antaroperator CDMA itu mungkin akan menjadi suatu fenomena baru di tahun 2009, walaupun sebenarnya hal tersebut sudah selayaknya terjadi. Tapi, konsolidasi sejumlah operator CDMA itu sulit terwujud dalam waktu dekat.
“Konsolidasi itu kan belum tentu bermakna bagi penggabungan usaha atu akuisisi. Mungkin saja hanya merupakan penggabungan penggunaan infrastruktur atau frekuensi bersama,” katanya.
Saat disinggung apakah Bakrie Telecom berminat juga melakukan konsolidasi dengan operator CDMA lainnya, dia menyatakan untuk saat ini belum ada upaya itu. Apalagi, pihaknya masih optimis dengan tingkat pertumbuhan perusahaan.
“Kami masih percaya dengan pertumbuhan organik kami,” pungkasnya.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu tiga operator CDMA, yaitu Mobile-8, Sampoerna Telekomunikasi Indonesia dan Smart Telecom, melakukan pertemuan penjajakan konsolidasi di antara operator tersebut.
Izin Prinsip
Semantara itu, setelah dinyatakan menang dalam tender Sambungan Lansung Jarak Jauh (SLJJ) Bakrie Telecom belum bisa menggelar layanan tersebut karena menunggu izin prinsip dari pemerintah. Rencananya izin perinsip akan diperoleh paling lambat pada 23 Januari 2009. Setelah izin prinsip, Bakrie Telecom juga menunggu izin penyelenggaraan sesuai dengan Keputusan Menteri.
“Setelah itu dapat izin penyelenggaraan baru bicara soal teknis SLJJ,” ujarnya.
Dijelaskan, saat ini pihaknya berhasil mendapatkan sertifikat lulus USO untuk akses sambungan langsung internasional (SLI).
Rakhmat juga mengakui, sejauh ini belum dapat memastikan berapa kota yang akan disambungkan pada tahap awal, besaran dana yang akan dikeluarkan, panjang jaringan yang akan dihubungkan, dan waktu pengerjaannya.
“Saya belum bisa menyebutkan. Prinsipnya, dimulai awal tahun ini,” ucapnya.
Dia mengatakan, untuk menyelenggarakan sambungan SLJ, Bakrie Telecom menganggarkan US$25 juta untuk pembangunan lima tahun.
Pada 2009 ini, akan dibangun dua sentral gerbang internasional SLI di Batam dan Jakarta.
“Kita berharap segera menyelenggarakan layanan ini karena nantinya akan memiliki kode akses sendiri dan sudah tidak terkendala lagi dengan biaya terminal SLJJ lewat operator lain. Ini sangat membantu memberikan layanan dengan tarif yang lebih terjangkau adan penghematan biaya yang sangat signifikan,” ujarnya.
Akhir tahun lalu, Bakrie Telecom memenangkan tender SLJJ setelah Mobile-8 dinyatakan gugur. Pemenang tender harus membangun jaringan transmisi baru sepanjang 3003 kilometer. Demikian juga membangun jaringan infrastruktur tetap SLJJ di 50 kota dan kabupaten. (HBS/H12)

0 komentar:
Posting Komentar