SMS Spam Digugat ACMA
Suara Pembaruan, Tiga perusahaan telepon seluler (ponsel) akhirnya diajukan ke pengadilan dengan tuduhan pengiriman SMS Spam ke sejumlah ponsel. Ketiga perusahaan tersebut adalah Mobilegate Limited, Winning Bid Pty Ltd, dan Jobspy Pty Ltd. Adapun tuduhan yang dikenakan adalah “telah mengirimkan atau menimbulkan ketidaknyamanan akibat teks SMS yang dikirim ke nomor ponsel warga Australia”.
Suara Pembaruan, Tiga perusahaan telepon seluler (ponsel) akhirnya diajukan ke pengadilan dengan tuduhan pengiriman SMS Spam ke sejumlah ponsel. Ketiga perusahaan tersebut adalah Mobilegate Limited, Winning Bid Pty Ltd, dan Jobspy Pty Ltd. Adapun tuduhan yang dikenakan adalah “telah mengirimkan atau menimbulkan ketidaknyamanan akibat teks SMS yang dikirim ke nomor ponsel warga Australia”.
Demikian gugatan dari Otoritas Media dan Komunikasi Australia (The Australian Communications and Media Authority/ACMA), seperti ditulis Australian Associated Press (AAP), Selasa (13/1).
Gugatan ACMA menyebutkan ketiga perusahaan itu telah menawarkan layanan iklan atau promosi yang dikenal dengan Safe Divert and Maybemeet. ACMA juga menilai ketiga perusahaan ponsel itu menimbulkan rasa tidak nyaman karena “mengambil sejumlah kredit pulsa” dari ponsel yang menerima pesan itu.
Aktivitas itu dinilai melanggar Trade Practices Act dan setiap penerima SMS yang akan membalasnya dikenakan biaya 5 dolar Australia tiap pesan.
Selain itu, Mobilegate dan Winning Bid juga dituduh mengirimkan SMS yang sama berupa promosi layanan fantasi chat yang dikenal dengan Singles Club, AU Single atau Australian Singles Online. Untuk layanan tersebut juga dikenakan biaya 5 dolar Australia setiap SMS.
Pengaduan ini merupakan yang pertama dilakukan ACMA sehingga perusahaan-perusahaan tersebut juga akan dikenakan melanggar Spam Act 2003. Pada tahun 2006 lalu, Pengadilan Federal memerintahkan perusahaan Clarityl Pty Ltd membayar denda 4,5 juta dolar Australia karena mengirimkan email yang tidak menyenangkan kepada sejumlah alamat email.
Berdasarkan Spam Act 2003, hal itu dilarang karena berbau promosi barang atau promosi layanan. Larangan juga dikenakan karena setiap penerima pesan harus membayar sejumlah uang. Bagi yang melanggar aturan tersebut maka menghadapi tuntutan senilai 1,2 juta dolar Australia per hari bagi perusahaan dan 220.000 dolar Australia untuk setiap orang. (H-12)
0 komentar:
Posting Komentar