Biaya Pemeliharaan USO Rp 2,4 Triliun

Telkomsel siap bangun paket IV dan V

Oleh Roni Yunianto

Jakarta, Bisnis Indoneisa – Pemenang tender penggelaran telepon perdesaan atau universal service obligation (USO), PT Telkomsel, menganggarkan biaya pemeliharaan sebesar Rp 2,4 triliun dalam 5 tahun untuk lima paket USO yang dimenanginya.

Dirut PT Telkomsel Kiskenda Sudiahardja menuturkan alokasi tersebut mencakup pemeliharaan fasilitas di lima paket pekerjaan selama 5 tahun.
“Biaya tahunan total lima paket ini Rp 480 miliar per tahun, untuk 5 tahun biayanya menjad Rp 2,4 triliun,” ujarnya pekan lalu.

Menurut Kiskenda, angka itu menjadi beban Telkomsel yang juga harus menyiapkan tambahan belanja pembangunan jaringan yang dikeluarkan sekali saja, yaitu sebesar Rp 600 miliar atau 4% dari total belanja modal operator seluler terbesar di Indonesia itu.

Dengan menguasai lima paket pekerjaan, Telkomsel berpeluang meraih total Rp 1,662 triliun.
“Dari USO ada insentif pendapatan bagi kami sebesar Rp 1,6 triliun disamping mendapatkan izin jaringan tetap lokal untuk daerah di titik-titik USO,” tegasnya.

Operator tersebut akan dapat membangun jaringan akses telepon nirkabel tetap dan akses broadband nirkabel di lokasi USO di antarnya penggunaan teknologi WiMax untuk memperkuat transmisi ke jaringan tulang punggung (backbone).

Telkomsel, lanjutnya, memproyeksikan tambahan antara 2 juta dan 3 juta pelanggan baru seluler dari proyek itu di samping layanan Internet dan pembayaran seperti Telkomsel Cash (T-Cash).

USO akan memicu penambahan pelanggan baru operator yang tahun ini menargetkan sebanyak 10 juta pelanggan tersebut.
Menteri Komunikasi dan informasi Mohammad Nuh kembali menegaskan harapan pemerintah agar paket pekerjaan USO dapat selesai pada September 2009 dan segera dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa.

“Mudah-mudahan Telkomsel bisa mulai membangun sebagian-sebagian pada Februari-September ini. USO bukan program Depkominfo semata, tetapi juga sudah ditunggu ribuan desa dan jutaan masyarakat,” ujarnya.
Dengan target lima paket itu, sebanyak 24.051 desa akan tersambung telepon dan Internet.

Nyatakan siap
Balai Telekomunikasi dan Informasi Perdesaan Depkominfo masih mengkaji tender paket pekerjaan IV dan V.

Saat disinggung mengenai kemungkinan maju dalam seleksi di paket IV dan V, Kiskenda menyatakan kesiapan pihaknya. “Kami akan tunggu saja, yang kemarin kami ikut prakualifikasi tetapi tidak ikut penawaran. Kalau ini juga jadi kepercayaan, kami siap saja,” tegasnya.

Adapun dua paket pekerjaan USO IV dan V menargetkan penggelaran infrastruktur di 7.773 desa di wilayah timur Indonesia masih belum dapat diperkirakan selesai pada saat yang sama. (roni.yunianto@bisnis.co.id)

0 komentar: