BILA TELKOM TAK PENUHI SYARAT TENDER UNTUK PAKET 4 DAN 5

Telkomsel Bisa Menangi Seluruh Paket Tender USO

Oleh Rizagana

Jakarta, Investor Daily – Setelah menetapkan pemenang tender pembangunan telepon perdesaan dalam kerangka USO untuk paket 1,2,3,6 dan 7, Depkominfo masih bernegosisasi dengan Telkom sebagai peserta tunggal untuk paket 4 dan 5.

Telkomsel adalah pemenang tender Universal Service Obligation (USO) untuk paket 1,2,3,6 dan 7.
Bukan tidak mungkin, Telkomsel yang telah mundur pada peket 4 dan 5 diundang lagi.
Demikian dikatakan Menkominfo Muhammad Nuh dan Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S Dewa Broto kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (15/1).

“Kalau soal teknis kan sudah selesai, peserta tender sudah memenuhinya. Tinggal sekarang masalah harga dan waktu penyelesaiannya yang harus kami negosiasikan,” kata Nuh.
Masalah harga, lanjut Menkominfo, pemerintah akan melihat apakah harga penawaran yang diajukan peserta tender itu sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah atau belum. “Kalau belum memenuhi kriteria, itu yang kami harus negosiasikan lagi. Demikian juga soal waktu penyelesaiannya,” kata dia.

Negosiasi itu, menurut Nuh, harus dilakukan pemerintah untuk memenuhi aturan yang berlaku. Dalam paket 4 dan 5, peserta tender yang lulus prakualifikasi ada dua ( Telkom dan Telkomsel) dan tinggal Telkom pada babak selanjutnya, sehingga pemerintah harus melakukan negosiasi.

Undang Telkomsel
Sementara itu, Gatot S Dewa Broto mengatakan, proses negosiasi itu merupakan amanat Keppress No 80/2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Pada tender USO paket 1,2,3,6, dan 7, panitia berhasil melakukan negosiasi hingga akhirnya menghasilkan pemenang.

“Pada grand final tinggal satu peserta, yakni Telkomsel. Dalam negosiasi, akhirnya Telkomsel memenangi lima paket itu. Sedangkan pada paket 4 dan 5 masih alot,” kata Gatot.

Gatot optimistis, proses tender USO paket 4 dan 5 itu selesai dalam dua minggu ini sehingga pembangunannya bisa segera direalisasikan. “Mudah-mudahan ini semua bisa selesai dalam dua pekan kedepan,” kata Gatot.

Gatot menegaskan kembali bahwa peserta tender yang lolos babak prakualifikasi pada paket 4 dan 5 ada dua, yakni Telkom dan Telkomsel. Namun, pada pembukaan dokumen sampul I (evaluasi administrasi dan teknis dan klarifikasi teknis), Telkomsel dinyatakan hanya melanjutkan proses tender berikutnya (pembuka II soal biaya) pada peket 1,2,3,6 dan 7. Sedangkan pada paket 4 dan 5, Telkom menjadi peserta tunggal untuk proses tender selanjutnya (Sampul II).

Pada proses pembukaan Sampul II dan proses terakhir, kata Gatot, panitia tender akhirnya memutuskan Telkomsel sebagai pemenang tender USO paket 1, 2, 3, 6, dan 7. Sedangkan pada paket 4 dan 5, panitia belum memutuskan pemenangnya , meski hanya Telkom, peserta tender yang tersisa.
Pada 26 Desember 2008, Telkom mengeluarkan siaran pers menjelaskan mengenai kepesertaan Telkom dalam tender USO paket 4 dan 5 itu.
Telkom sebagai finalis tunggal dalam paket 4 dan 5 itu bertahan dengan syarat pembangunan selama dua tahun. Syarat itu telah mempertimbangkan kondisi wilayah desa yang menjadi sasaran dalam paket 4 dan 5, yang rata-rata berada di daerah terpencil dan sulit dijangkau.

“Namun, kalau kemudian syarat (pembangunan hingga dua tahun) yang diajukan Telkom ini menjadi penyebab gugurnya Telkom dalam kualifikasi teknis tender, sepenuhnya merupakan kewenangan panitira tender,” kata Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia.

Menurut Gatot, sebagai finalis tunggal, Telkom merasa memiliki posisi tawar yang kuat sehingga mereka bertahan dengan penawarannya. Namun, pemerintah tetap pada posisi untuk bernegosiasi. “Kalau perlu, panitia akan mengundang lagi peserta tender lain yang telah dinyatakan lolos dalam babak prakualifikasi,” kata Gatot.

Gatot tidak menyebut Telkomsel, tetapi siapa lagi peserta tender yang lolos dalam babak prakualifikasi, kalau bukan Telkom atau Telkomsel. “Tapi, opsi terakhir itu (mengundang Telkomsel) belum kami lakukan, lho. Itu baru opsi,” kata dia.

0 komentar: