Flexi Imbangi Esia di Tasik

Oleh Muhammad Sufyan

Tasikmalaya, Bisnis Indonesia – PT Telkom Kandatel Tasikamalaya mengkalim telah memiliki pangsa pasar Flexi yang seimbang di wilayah Priangan Timur (Kota/Kab Tasik, Kab Ciamis, Kab Garut, dan Kota Banjar) dengan rival utamanya, Esia dari PT Bakrie Telecom.

Wahyuddin, GM Kandel Tasikmalaya, mengungkapkan raihan itu diperoleh setelah melihat posisi pelanggan Flexi di wilayah itu pada akhir tahun lalu yang mencapai sekitar 100.000 nomor atau tumbuh sekitar 998% dibanding posisi awal tahun 19.000 nomor.

Dalam kurun tiga tahun sebelumnya, pemimpin pasar layanan telekomunikasi nirkabel jangkauan terbatas di wilayah itu dipegang Esia dari PT Bakrie Telecom dengan jumlah pelanggan posisi akhir 2008 sekitar 100.000 nomor juga.

Dia menjelaskan pertumbuhan pesat pelanggan itu utamanya didorong tuntasnya proses migrasi frekuensi di Jabar pada awal tahun lalu, sehingga kualitas layanan Flexi membaik.

“Migrasi ini juga membuat ketersediaan ponsel di pasaran semakin banyak. Masyarakat sebelumnya kesulitan mencari ponsel single band 1900 Mhz, sehingga penetrasi Flexi belum begitu tinggi,” katanya, kemarin.

Kandatel Tasik juga mengimbanginya dengan percepatan pembangunan menara telekomunikasi (base tranceiver station/BTS) sepanjang tahun lalu yang mencapai 53 site.
Karenanya, lanjut dia, infrastruktur jaringan yang dimilikinya tidak lagi terlalu jauh dengan kompetitor utama. Bahkan, dia menargetkan akan bisa melampaui pada tahun ini dengan menambah 46 BTS, sehingga totalnya menjadi 102 site.

Promo tarif
Wahyuddin menambahkan pertumbuhan pelanggan pada tahun lalu juga banyak dibantu oleh berbagai gimmick promo tarif seperti Rp0 di tiga provinsi, serta paket penjualan bundling yang menggandeng vendor Nexian, Haier, dan ZTE.

Kombinasi kedua strategi pemasaran itu membuat jumlah kartu perdana terjual sepanjang periode 2008 rata-rata 10.000 nomor per bulan. Namun demikian, dia enggan merinci kisaran pengeluaran pulsa pelanggannya.

“Memang dari penjualan itu, setiap bulannya ada nomor hangus sekitar 25% - 30%. Tapi kami tetap puas, total nomor aktif akhir tahun lalu ada sekitar 100.000 nomor,” ungkapnya.

Manager Marketing & Sales Support PT Bakrie Telecom Jabar Candra mengungkapkan pihaknya kembali menyerahkan respons pasar atas klaim pelanggan, sebab jawaban di lapangan jauh lebih riil dibandingkan publikasi sepihak.

“Silahkan saja Anda survei ke pasaran, dari lima orang pengguna ponsel, berapa banyak yang pakai Esia. Kami yakin tetap lebih banyak yang pakai produk kami. Kami masih tetap jadi pemimpin pasar di Jabar.” Katanya.

0 komentar: