Korporat di Bandung Blokir Akses ke Facebook

Oleh Muhammad Sufyan

Bisnis Indonesia, Senyumnya terkulum, meski baru saja tiba di kantor. Maklum, komputer layar datar ukuran 17 inci di meja kerjanya sudah siap ‘digeranyanginya’. Dan, logo huruf E alias Internet Explorer segera diaksesnya.

Lantas, tiga jendela browsing di klik. Satu untuk cek email, satu untuk masuk situs pertemanan kondang Facebook, satu lagi untuk klik Yahoo Massanger. Ketiganya langsung dipelototin dengan khusuk.

Bunga Mawar, sebut saja begitu, adalah seorang karyawati swasta di bilangan Jl Martadinata, Bandung. Bisa dibilang, rutinitasnya setiap memulai pagi adalah mengecek ketiga situs kesayangannya tersebut.

Dia merasa happy memulai pekerjaannya dengan ‘ritual’ tersebut, Tanpa itu, dunia seolah terputus sehingga mood kerja bisa berantakan. Hingga dua minggu yang lalu, manajemen kantor tiba-tiba memblokir akses ke Facebook.

“Orang-orang kantor pada panik. Bingung banget, kok ngga bisa pake Facebook lagi. Kalau yang sudah pada punya Blackberry atau smartphone sih engga masalah,” katanya saat ditemui Bisnis, Rabu.

Setelah disebut-sebut ikut andil mengantarkan Barrack Husain Obama menjadi Presiden Amerika Serikat yang menang paling telak sepanjang sejarah pemilhi, Facebook rasanya kian menyebar saja di seantero dunia.

Demam situs jejaring sosial itu, harus diakui, memang menimbulkan banyak hal positif, selain juga ciptakan kontraproduktif. Itulah yang kemudian membuat sejumlah perusahaan di Bandung kini memblokir akses situs tersebut di komputer kerja.

Yang sudah melakukannya, berdasarkan penelusuran Bisnis, adalah PT Telkom Kandatel Bandung, PT Excelcomindo Ptratama (XL) Central Region, serta manajemen pengelola Sheraton Bandung Hotel & Tower.

Apa yang melandasi mereka menutup paksa situs fenomenal itu? Mangganggu kinerja perusahaan, begitu intisari jawabannya. Adi Yuharman, Manager Management Service PT XL Central Region, menerangkan hal itu.
“Setiap saat, saat jam kerja, beberapa orang malah hanya lihat status temannya di Facebook. Pekerjaan jadi terbengkalai, situs yang bagus malah kontraproduktif,” katanya seraya bilang penutupan dilakukan sejak dua minggu lalu.

Dia bilang pihaknya peduli dengan konten internet yang mayoritas sangat bermanfaat. Akan tetapi, jika dilakukan berlebihan, menganggu konsentrasi kerja.

Tanpa pemberitahuan
Hal senada diungkapkan Irwan Sobrian, Corporate Secretary PT Telkom Kandatel Bandung. Apabila sebelumnya tidak ada pemblokiran terhadap situs itu, maka inisiatif mulai muncul manakala jaringan internet kantor lemot.

“Kan Facebook banyak upload gambar, video, dan file yang berat-berat. Makanya, sebelum makin lama makin banyak penggemar dan jaringan tambah berat, kami blokir duluan dari sekarang,” katanya.
Penutupan itu sendiri dilakukan tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu, ataupun edaran pengumuman. Tahu-tahu, lanjut Irwan, para maniak situs buatan Mark Zuckerberg itu tak bisa lagi mengaksesnya.

Agus Wurianto, Manager IT Sheraton Bandung Hotel & Tower, menambahkan pihaknya sudah ‘mencium’ gelagat kurang baik dari situs itu setelah keasyikan sendiri saat menakses di Blackberry 8310 miliknya.
Dia merasa susah untuk tidak merasa penasaran atas apa yang dilakukan teman-teman virtualnya. Juga selalu pengen tahu, hingga melacak, jejak-jejak kawannya tempo dulu ataupun yang telah lama tidak ketemu.

“Sejak awal tahun ini, kami langsung blokir situs ini di seluruh komputer kerja karyawan. Kalau di komputer yang kami sediakan bagi pengunjung, dilobi maupun di business center sih, tidak [diblokir].”

Apa yang dilakukan ketiganya rasanya belum seekstrim dengan apa yang terjadi di Kanada. Berdasarkan informas yang dihimpun, seluruh karyawan kantor imigrasi di negara itu sejak akhir tahun lalu dilarang menggunakan Blackberry!

Semua karyawan diperintahkan mematikan perangkat buatan Research in Motion itu setiap hari pada pukul tujuh malam sampai jam tujuh pagi. Mereka juga tak boleh menyentuhnya saat hari libur dan akhir pekan.

Semua itu dilakukan karena Facebook di tambah Yahoo Messanger, Google Talk, dan Blackberry Messanger telah membuat karyawan kecanduan di saat istirahat dan akhirnya kecapaian saat berdinas (Bisnis Indonesia, 2 Februari 2008).

Nah, adakah rencana memblokir Facebook di kantor Anda ? Hmmm, itu semua tergantung banyak faktor. Namun jika semua pihak bijak dan cerdas memanfaatkan situs yang satu ini, niscaya beribu manfaatlah yang akan dituai. Sepakat ? (muhammad.sufyan@bisnis .co.id)

0 komentar: