Mengakses Internet dengan Perangkat Televisi
Oleh Gombang Nan Cengka
Kontributor Bisnis Indonesia
Televisi dan komputer punya sejarah bersama yang cukup panjang. Monitor komputer awal menggunakan teknologi yang sama dengan televisi, tabung sinar katoda (cathode ray tube atau CRT). Model-model komputer awal seperti Apple II dapat memanfaatkan televisi sebagai layar monitor.
Oleh Gombang Nan Cengka
Kontributor Bisnis Indonesia
Televisi dan komputer punya sejarah bersama yang cukup panjang. Monitor komputer awal menggunakan teknologi yang sama dengan televisi, tabung sinar katoda (cathode ray tube atau CRT). Model-model komputer awal seperti Apple II dapat memanfaatkan televisi sebagai layar monitor.
Meskipun begitu, televisi biasanya hanya berfungsi sebagai ‘peranti bodoh’ dibandingkan dengan komputer. Disatu sisi ini bisa dimaklumi, karena televisi biasanya dipandang hanya sebagai alat buat menayangkan informasi, baik dari antena maupun dari jaringan kabel. Televisi adalah peranti hiburan. Tidak ada gunanya untuk menanamkan ‘kecerdasan’ tambahan, seperti ditemukan pada komputer.
Tren teknologi akhir-akhir ini memaksa para pembuat televisi untuk meninjau ulang pandangan yang sudah lazim tentang televisi. Internet saat ini menjadi sumber alternatif mendapatkan hiburan dan konten mulimedia. Sekarang sudah jauh lebih mudah mendapatkan video dan film lewat jaringan Internet. Kepopuleran YouTube hanyalah salah satu contoh.
Selain YouTube, jaringan televisi di luar negeri juga mulai mengedarkan produk-produk mereka lewat Internet. Ini memungkinkan pengguna mengunduh dan menonton acara televisi yang sudah berlalu.
Cara yang lazim mengakses semua bahan audiovisual di Internet ini adalah lewat komputer pribadi. Tidak heran kalau kemudian komputer juga mulai dipandang alat buat rekreasi dan hiburan, menyaingi televisi. Selain itu kecerdasan tertanam di dalam komputer memberikan banyak kemungkinan.
Karena itu tidak heran bila para perusahaan komputer mencoba meluncurkan produk yang mendekati dunia consumer electronics, seperti home theater personal computer (HTPC). Dari sisi peranti lunak kita bisa menemukan dukungan pada fungsi televisi pada Windows Media Center. Namun, produk-produk seperti ini masih terbatas penggunaannya.
‘Mencerdaskan’ televisi
Alternatif lain adalah mendekatinya dari sisi televisi. Televisi yang selama ini ‘bodoh’ itu bisa dicerdaskan dengan menanamkan keping prosesor ke dalamnya.
Bagaimanapun televisi masih punya banyak kelebihan. Layar televisi berukuran jauh lebih lebar daripada layar komputer. Televisi juga lebih mudah digunakan.
Bila televisi juga punya kemampuan mengakses Internet, menikmati hiburan dari televisi masih jauh lebih nyaman. Inilah tren yang muncul pada acara CES di las Vegas pekan lalu.
LG, misalnya, mempertujukkan televisi yang memiliki kemampuan streaming tertanam. Bekerja sama dengan perusahaan penyewaan DVD Netflix, produk dari prusahaan Korea ini memungkinkan penyewa menonton straming video dari layar televisi, lewat jaringan Internet.
Panasonic dan Sony tidak mau kalah, selain menjadikan situs web sebagai sumber dengan menawarkan kemampuan untuk straming video dari situs Amazon dan YouTube.
Selain menjadikan situs web sebagai sumber konten video, adapula televisi yang menawarkan kemampuan mengakses konten web lainnya.
Yahoo merupakan pihak yang mengembangkan kemampuan ini, lewat kerangka kerja yang disebut sebagai Widget Channel. Menurut situs ConnectedTV dari Yahoo, produsen-produsen televisi yang bekerja sama antara lain adalah Samsung, Sony dan LG.
Lewat Widget Channel ini penonton televisi tidak hanya dapat menikmati tanyangan audiovisual, tetapi juga mengakses konten foto dari Flickr, berita dari Yahoo News, informasi keuangan, cuaca, jaringan sosial MySpace sampai bermain game. Konten dan layanan tambahan rencananya dapat diperoleh dari situr Yahoo (http://connectedtv.yahoo.com).
Kita tunggu saja apakah inisiatif perkawinan televisi dan Internet ini dapat mengangkat nilai tambah pesawat televisi. (redaksi@bisnis.co.id)
0 komentar:
Posting Komentar