Telkom Cari Dana utuk Akuisisi Rp4,8 Triliun
Oleh Bambang P. Jatmiko & Wisnu Wijaya
Jakarta, Bisnis Indonesia – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mencari utang Rp 4,8 triliun untuk membiayai merger dan akuisisi.
Dana Eksternal itu merupakan bagian dari kebutuhan pinjaman eksternal Rp8 triliun atau US$700 juta yang sedang dicari oleh BUMN telekomunikasi itu.
Oleh Bambang P. Jatmiko & Wisnu Wijaya
Jakarta, Bisnis Indonesia – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mencari utang Rp 4,8 triliun untuk membiayai merger dan akuisisi.
Dana Eksternal itu merupakan bagian dari kebutuhan pinjaman eksternal Rp8 triliun atau US$700 juta yang sedang dicari oleh BUMN telekomunikasi itu.
Selain untuk membiayai merger dan akuisisi, Telkom juga akan menggunakan Rp3,2 triliun dari dana pinjaman itu untuk memenuhi belanja modal, terutama untuk Satelit Telkom-3 dan proyek Jaka2ladema (Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Denpasar, Mataram).
Proyek Satelit Telkom-3 memakan biaya US$150 juta, sedangkan Jaka2ladema, proyek pembangunan backbone sistem komunikasi kabel laut, menelan biaya US$115,41 juta.
Seorang eksekutif yang mengetahui rencana pencarian pinjaman itu mengatakan Telkom akan menggunakan sebagian dari dana eksernal Rp4,8 triliun itu untuk membiayai akuisisi Telecommunication Company of Iran (TCI). “Telkom sedang berupaya membawa rencana akuisisi TCI dalam rapat umum pemegang saham dalam 3 bulan kedepan. BUMN itu ingin membeli 25% saham TCI Rp2 triliun,” ujarnya kepada Bisnis belum lama ini.
Berdasarkan evaluasi awal, 51% saham BUMN Iran itu nilainya diperkirakan mencapai Rp4 triliun. Telkom berharap bisa memiliki jaringan bisnis di kawasan Timur Tengah.
TCI merupakan perusahaan telekomunikasi yang 100% sahamnya dimiliki oleh pemerintah Iran.
Dalam dokumen request for proposal pembiayaan yang dikeluarkan oleh Telkom disebutkan BUMN itu mengundang 21 bank yang terdiri dari lima bank pemerintah, sembilan bank swasta nasional, dan tujuh bank asing.
Belanja modal seluler Telkom tahun ini Rp 15 triliun dan non seluler Rp 7 triliun. Perusahan itu menyiapkan kas internal Rp14 triliun dan dana eksternal Rp8 triliun. “Bank yang diundang Telkom wajib menyampaikan respons paling lambat Kamis pekan lalu,” katanya.
Vice President Marketing & Corporate Communication Telkom Eddy Kurnia saat dikonfirmasi membenarkan bahwa perseroan mengundang sejumlah bank pada pekan lalu untuk menjajaki pencarian pinjaman. “Itu penjajakan biasa untuk mendapatkan utang. Namun, kami belum bisa menyebutkan jumlahnya secara detail,” tuturnya.
Harga saham Telkom kemarin ditutup turun 2,31% ke posisi Rp.6.350 per saham. (bambang.jatmiko@bisnis.co.id/wisnu.wijaya@bisnis.co.id)
0 komentar:
Posting Komentar