Uji TV Digital Swasta Dimulai

Telkom & Mobile-8 garap pasar Mobile TV

Oleh Roni Yunianto

Jakarta, Bisnis Indonesia – Dua konsorsium yang masing-masing beranggotakan operator PT Telkom Tbk dan PT Mobile-8 Telecom Tbk mulai menggelar uji coba layanan televisi melalui jaringan seluler atau mobile TV bersamaan dengan uji coba siaran televisi digital.

Freddy Tulung, Dirjen Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi Depkominfo, menuturkan kedua konsorsium tersebut akan menggelar uji coba mobile TV bersamaan dengan uji coba siaran TV digital.

“Kedua konsorsium nantinya bisa mengajukan izin penyelenggaraan, mereka punya privilege terutama karena telah menggelar uji coba,” ujarnya kepada Bisnis belum lama ini.

Menurut Freddy, konsorsium tersebut baru mengantongi izin sementara yang berlaku 9 bulan dan dapat diperpanjang sampai 1 tahun untuk masa uji coba.

Dalam periode Januari-Maret, Depkominfo bersama konsorsium siaran TV digital dan mobile TV akan menguji coba peralatan.
“Jika semua lancar, pada September 2009 izin siaran digital mobile TV dan izin siaran digital bebas langgan (free to air) lembaga penyiaran bisa terbit.”

PT Telkom Tbk bergabung bersama PT Telkomsel dan PT Indonusa Telemedia (Telkom Vision) dalam konsorsium Grup Telkom.

Adapun konsorsium Tren Mobile TV diperkuat oleh sejumlah perusahaan di antaranya PT Mobile-8 Telecom Tbk dengan stasiun televisi di bawah PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC).

Mobile-8 merupakan grup Global Mediacom Tbk yang menjadi anak usaha MNC yang mempunyai kepemilikan di stasiun RCTI, TPI dan Global TV.

Kedua konsorsium penggelar uji coba televisi digital bergerak itu tahun lalu lolos seleksi penyelenggaraan uji coba yang diminati enam konsorsium
Depkominfo telah meminta mereka mengajukan alokasi frekuensi akhir November 2008.

Menurut penilaian Depkominfo bersama Departemen Perindustrian dan Badan Pengkajian Penerapan Teknologi, kedua konsorsium mewakili grup prusahaan yang siap dari sisi kompentensi layanan bergerak digital, basis teknologi serta sumber daya manusia untuk uji coba.

Dukungan henset
Sukaca Purwokardjono, Division Head Fren Product Marketing PT Mobile-8 Telecom Tbk, menuturkan melalui langkah itu pihaknya akan melanjutkan eksplorasi layanan mobile TV yang telah dirintis pertama kali melalui layanan TV mobi pada 2006.

“Ketika itu, kualitas digital layanan ini belum banyak direspons pasar karena handset belum banyak (baru dipasok Nokia saja), kami akan eksplorasi ini agar bernilai plus di sisi konsumen,” ujarnya kepada Bisnis.

Sebelumnya, Alcatel-Lucent Indonesia memperkirakan layanan siaran TV bergerak di Indonesia akan masif selama ada kerjasama antara stasiun siaran TV dan opertaor 3G.

Data PT Alcatel-Lucent Indonesia menyebutkan kesuksesan layanan mobile TV sangat terkait dengan ketersediaan handset yang jaringan distribusinya dapat didukung operator. Peran stasiun TV sebagai pendorong layanan mobile TV juga besar. (roni.yunianto@bisnis.co.id)

0 komentar: