Bandung cyber city Sulit Direalisasikan

Oleh Muhammad Sufyan

Bandung, Bisnis Indonesia – Konsep Bandung Cyber City akan sulit terealisasi jika komitmen kepala daerah tidak teguh dan berkelanjutan.

Achmad Sugiarto, Deputi EGM PT Telkom Divre III Jabar-Banten, mengungkapkan pengalaman BUMN tersebut menunjukkan implementasi teknologi informasi (TI) tidak semudah membalik telapak tangan.

“Tanpa komitmen, instruksi, dan dorongan dari pimpinan, akan sulit menciptakan komunitas berbasis TI seperti yang sekarang terjadi di tubuh Telkom. Saya pikir analogi ini juga berlaku di pemerintah daerah,” katanya, kemarin.

Menurut dia, kultur masyarakat Indonesia relatif tidak terbiasa dengan keteraturan dan ketertiban. Disisi lain, aplikasi peranti teknologi tersebut malah menuntut semua pihak mematuhi aturan yang berlaku.

Dia mencontohkan pelaksanaan Sistem Informasi Mandiri (Simandiri) di Tasik, baru-baru ini menunjukkan data resmi yang tercatat dalam sistem itu hanya 25% dari total hitungan menual yang ada di kartu keluarga di kelurahan.

Apalagi, kata Achmad, pergerakan komunitas TI sendiri dinilai belum bisa mendorong secara masif terwujudnya masyarakat melek teknologi. Sebab, tiap komunitas dinilai masih asyik dengan aktivitasnya masing-masing.

“Karenanya, semua harus diawali komitmen pimpinan agar bawahan mengikuti. Kami sendiri selalu siap memberikan support kepada semua pemerintah daerah bila ingin terapkan e-goverment, seperti konsep Bandung Cyber City.

Komitmen harus diwujudkan dalam bentuk perancangan peta jalan (roadmap) implementasi TI dari tiap pemda di Jabar, dimana konsep itu bisa dibuat Dinas Komunikasi dan Telematika yang baru dibentuk Gubernur Jabar.

Catatan Bisnis menunjukkan komitmen pelaksanaan e-goverment menuju kota cyber sudah dilakukan oleh Kota Tasikmalaya, Kota Cimahi, dan Kota Bandung. Faktanya, wacana itu masih sebatas slogan yang belum optimal dilakukan.

Anggaran pendidikan
Walikota Bandung Dada Rosada dalam pembukaan pameran teknologi informasi di Bandung kemarin mengungkapkan komitmen Bandung Cyber City diwujudkan dengan alokasi anggaran pendidikan sangat besar.

Dia menjelaskan dari APBD 2009 Pemkot Bandung sebesar Rp 2,4 triliun, 53% diantaranya (Rp1,1 triliun) ditujukan bagi dinas pendidikan dengan harapan pengajaran mendorong kesadaran akan teknologi.

“Saya minta keikhlasan dinas lain atas besarnya alokasi anggaran bagi pendidikan ini, akan terjadi efisiensi di pos anggaran dinas lainnya. Bagaimanapun, ini demi peningkatan sumber daya manusia.”

Menurut Dada, peningkatan kualitas pengajaran otomatis akan memudahkan implementasi teknologi informasi yang umumnya berbasi bahasa asing dan operasional sistem yang cukup rumit.

Secara konkrit, pihaknya akan mulai menerapkan konsep Bandung Cyber City dengan membuat sistem data kependudukan berbasis Internet.

0 komentar: