Hotel Gratiskan Akses Wi-Fi

Oleh Muhammad Sufyan

Bandung, Bisnis Indonesia – Sejumlah hotel berbintang di Bandung mulai menggratiskan akses wide fidelity (Wi-Fi), setelah melihat tren kenaikan pengguna Internet tanpa kabel.

Berdasarkan penelusuran Bisnis, beberapa anggota Casa Grande (perhimpunan hotel bintang tiga-lima) di Bandung yang sudah memberi fasilitas itu a.l. Grand Hotel Preanger, Novotel Bandung, dan Sheraton Bandung Hotel & Tower.

IT Supervisor Grand Hotel Preanger Doni Mediono mengungkapkan pihaknya sebelumnya memberikan fasilitas Internet nirkabel dengan sistem kartu prabayar yang diselenggarakan oleh CBN.

Akan terapi, dia melanjutkan, persaingan ketat antar pengelola hotel membuat manajemen hotel bintang itu mulai memberikan akses gratis sekurangnya dalam setahun terakhir ini.
“Kami tentu ingin memberikan pelayanan terbaik bagi tamu. Karenanya, kami undang salah satu penyelenggara jasa Internet untuk memasang wi-fi di hotel,” katanya di Bandung, akhir pekan lalu.

Manager IT Sheraton Bandung Hotel and Towers Agus Wuryanto mengungkapkan pihaknya khusus menyediakan zone Internet gratis di area tertentu yang berlokasi di pintu yang berlokasi di pintu samping masuk hotel.

Dengan kecepatan akses mendekati 256 Kbps, layanan yang diberikan secara merata (share) itu diklaim rata-rata digunakan 20 user per hari namun cenderung menurun bila mendekati akhir pekan.

“Tapi ini kusus di area lobi saja. Kalau di luar area itu, tamu tetap harus bayar. Kalau ingin akses gratis lagi, silahkan diakses di kamar masing-masing. Kami harus selektrif agar fasilitas gratis tidak terkesan murahan.”

Internet kabel turun
Agus melihat jumlah pengguna Internet di kamar yang berbasis kabel cenderung menurun dibandingkan pengguna Internet nirkabel seiring dengan tren penggunaan ponsel sebagai peranti akses dunia maya.

Baik Hotel Preanger maupun Sheraton Bandung menggunakan akses yang disediakan penyedia jaringan internet kelas nasional, Fellownet, Total alokasi bandwith yang diberikan berkisar 2 Mega Byte (MB) per hari.

Sementara itu, menurut IT Supervisor Novotel Bandung Bona Sakti Nasution, pihaknya mengalokasikan dana sekitar Rp 15 juta-20 juta per bulan guna memberikan akses wi-fi gratis di jaringan hotel internasional itu.

Dia menjelaskan biaya sebesar itu dinilai sebanding dengan citra atas pelayanan yang diterima dari pengunjung hotel, sehingga sebijakan akses gratis kemungkinan besar tetap dipertahankan.

ISP berbasis di Bandung, Melsa, yang juga digunakan beberapa hotel di Bandung juga memberikan biaya investasi awal sebesar Rp 7,5 juta dengan biaya pemeliharaan Rp 500.000 per bulan.

“Biaya sebesar itu sebanding dengan apa yang diterima klien. Namun kami lihat akses Melsa Hotspot di hotel berbintang belum bisa mengalahkan trafik di kafe, restoran, atau mall,” ujar Marketing Communication PT Melvar Lintas Nusa Vivi Mariska.

0 komentar: