Telkomsel Bidik 15 Juta Pelanggan Baru
Jakarta, Investor Daily – Telkomsel membidik 15 Juta pelanggan baru pada tahun ini dari total potensi pelanggan baru telepon seluler 2009 yang mencapai 30 juta. Total pelanggannya pada akhir tahun lalu mencapai 66 juta.
Vice President Product Development & Management Telkomsel Hendri Mulya Syam menerangkan target tersebut setelah peluncuran kembali Simpati Pede edisi terbaru di Jakarta, Senin (2/2).
Simpati Pede edisi terbaru ini disebut sebagai Pilihan Juara karena juara dalam jumlah pelanggan dan Juara dalam tarif (Rp0,5 per detik), dan juara dalam dukungan jaringan.
“Tidak hanya produknya saja yang juara, para pengguna Simpati juga para juara yang telah secara smart memilih produk yang paling baik di antara banyaknya produk-produk sejenis yang ada di pasar,” kata Hendri.
Edisi terbaru dari Simpati itu adalah salah satu stratgi Telkomsel untuk mengejar target pelanggan itu. Selain itu, operator yang baru saja mengganti susunan direksinya itu juga akan menambah base transceiver station (BTS) dan memperluas cakupan (coverage). Hanya saja, ia menolak menyebutkan berapa tambahan BTS pada tahun ini dari posisi akhir tahun lalu yang mencapai 27 ribu unit BTS.
Sementara itu, Vice President Product Marketing Telkomsel Ahmad Yunus menambahkan, Simpati merupakan produk yang paling digemari saat ini. Total pelanggan Simpati saat ini mencapai 45 juta. Besarnya minat pelanggan atas produk Simpati ini karena kelengkapan fitur dan layanannya.
Dia menjelaskan, pada prinsipnya Simpati edisi terbaru ini tidak hanya menang pada layanan suara (voice), tapi juga pada layanan data. Pada paket perdana Simpati Pede terbaru seharga Rp 10 ribu terdapat pulsa senilai Rp 20 ribu, plus gratis berinternet sebesar 5 MB yang bisa digunakan pada ponsel maupun modem, gratis satu nada sambung pribadi (NSP) yang dapat dinikmati selama tujuh hari pertama dan selanjutnya cukup membayar Rp 3.000 untuk tujuh hari berikutnya.
“Peluncuran Simpati Pede baru ini diharapkan bisa turut mengingkatakan teledensitas di Indonesia yang baru mencapai 40% dari jumlah penduduk.” Kata Yunus (cep)
0 komentar:
Posting Komentar