Maret, BNI Teken Sindikasi Telkom dan Jasa Marga

Oleh Andri Darmawan

Jakarta, Investor Daily – Manajemen PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menargetkan paling lambat Maret 2009 sudah dapat meneken perjanjian sindikasi kredit untuk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan PT Jasa Marga Tbk.

“Namun, untuk besarnya porsi pembiayaan yang diberikan kami belum tahu. Saat ini kami masih menunggu angka pastinya dari pihak Telkom,” ujar Direktur Korporasi BNI Krishna Suparto kepada Investor Daily di Jakarta, pekan lalu.

Krishna menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk memenuhi semua kebutuhan pendanaan belanja modal PT Telkom. Selain itu, BNI juga tidak tertutup kemungkinan menyediakan dana untuk membantu pelaksanaan akuisisi Telkom terhadap sejumlah perusahaan tahun ini.

Hal ini didasari keyakinan bahwa hubungan antara BNI dan Telkom sudah lama terjalin. Menurut Krishna, BNI akan mengajak pula sejumlah bank lainnya, seperti PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan beberapa bank pembangunan daerah (BPD) untuk saling bersindikasi dalam memberikan kredit untuk Telkom.

Khusus terhadap BPD-BPD, manajemen BNI menyatakan siap memberikan alokasi lebih besar bagi bank daerah dalam struktur sindikasi kelak. “Saya kira pada semester I-2009 sudah selesai semuanya,” ujar Krishna.

Dia mengatakan, tujuan perseroan mengajak beberapa bank lain dalam pembiayaan sindikasi disebabkan biaya akuisisi Telkom yang diprediksi bakal besar. Sedangkan bagi BNI, mekanisme sindikasi bertujuan untuk menyebarkan risiko kredit.

Sebelumnya, manaejemen Telkom mengungkapkan tengah mencari pendanaan dari perbankan untuk memenuhi kebutuhan belanja modal tahun ini senilai Rp 8 triliun. Dana sebesar itu akan dibelanjakan untuk akuisisi Rp 4,8 triliun dan Rp 3,2 triliun lagi sebagai Satelit Telkom-3 dana proyek Jakaladema (Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Denpasar dan Mataram).

Jalan Tol
Selain Telkom, BNI juga tengah memproses sindikasi untuk jalan tol bersama dengan PT Jasa Marga Tbk sebagai pemimpin sindikasi (lead arranger). Porsi BNI maupun total kredit sindikasi tersebut hingga kini masih terus dibahas.

Group Head Syndication and Foreign Exchange Loan BNI Mohammad Yudayat menambahkan, umumnya nilai sindikasi jalan tol yang diproses BNI berkisar Rp 1 triliun lebih.

Sebelumnya, manajemen Jasa Marga mengungkapkan tengah berusaha mencari pinjaman senilai Rp 2,82 triliun untuk mendanai sebagian belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan yang mencapai Rp 4,7 triliun.

“Kami menganggarkan komposisi pendanaan capex dari kas internal sebesar 40% dan sisanya berasal dari pinjaman bank. Kami sedang menjajaki pinjaman tersebut kepada beberapa bank di dalam negeri,” kata Direktur Keuangan Jasa Marga Reynaldi Hermansyah.

0 komentar: