31 Maret 2009 Bakrie Telecom Siap Buka SLI April

Oleh Arif Pitoyo

Jakarta, Bisnis Indonesia – PT Bakrie Telecom Tbk siap bersaing dengan operator SLI eksisting dalam penyediaan layanan sambungan langsung internasional (SLI) seiring dengan rencana komersialisasinya bulan depan.

Hery Nugroho, VP Intercarrier PT Bakrie Telecom Tbk, mengungkapkan pihaknya tetap optimistis dengan penjualan SLI, meski sudah ada dua operator eksisting besar yang bermain di segmen telepon internasional itu.

“Sepanjang harganya murah dan kualitas bagus, pasti akan dicari konsumen,” tuturnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Dahulu, penyelenggara SLI hanya dilaksanakan oleh Indosat dengan nomor pendek 001. Namun, adanya kebijakan duopoli telekomunikasi saluran tetap antara Telkom dan Indosat yang dimulai pada Agustus 2002 menjadikan Telkom yang semula hanya bermain dalam telekomunikasi domestik pun segera mendapat lisensi sebagai penyelenggara SLI dengan nomor pendek 007.

Pada 2007, Indosat juga pernah mempermasalahkan penutupan interkoneksi SLI oleh Telkom di telepon rumah dan wartel, tetapi dapat diselesaikan dengan baik oleh BRTI.

PT Bakrie Telecom Sendiri dipastikan menjadi penyelenggara SLI setelah memenangkan tender 17 September 2007. Operator tersebut berkomitmen akan meluncurkan layanannya secara komersial pada April, mundur dari rencana semula Februari dengan nomor pendek 009.

Untuk menyelenggarakan sambungan SLI, BTEL menganggarkan US$25 juta untuk pembangunan lima tahun. Pada tahun ini, operator Esia ini akan membangun dua sentral gerbang intenasional SLI di Batam dan Jakarta.

Hery melanjutkan penyelenggara jasa SLI bisa menjual layanannya kesemua pelanggan operator mana saja, dengan catatan hak dan kewajiban interkoneksi yang jelas.

“Bahwa interkoneksi itu kewajiban, itu memang mutlak. Jadi, BTEL tetap optimistis dengan jualan SLI-nya, sepanjang harga murah dan kualitas bagus pasti akan dicari konsumen,” tuturnya.

Kendala Interkoneksi
Sejak pemberian izin prinsip SLI pada akhir Januari tahun ini, PT Bakrie Telecom Tbk masih terkendala pembukaan interkoneksi dari operator eksisting yaitu Telkom dan Indosat.

Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah mengungkapkan tak ada alasan bagi Telkom untuk menutup interkoneksi SLI dengan Bakrie Telecom.

“Pelanggan Grup Telkom sangat besar, mencakup sekitar 90 juta orang, sementara pelanggan BTEL hanya sekitar 7 juta, sehingga bukan merupakan pesaing kami,” ujarnya belum lama ini.

Menurut dia, apabila interkoneksi SLI dengan BTEL dibuka, yang untuk besar justru Telkom sendiri.

Menanggapi hal itu, Hedy mengatakan akses sambungan langsung internasional merupakan jasa teleponi dasar jadi tidak bergantung pada jaringan atau besarnya jumlah pelanggan.

Hingga akhir tahun lalu, jumlah pelanggan PT Bakrie Telecom adalah mencapai 7,3 juta orang.

0 komentar: