Laba Bersih Bakrie Telecom Turun 5,2%
Jakarta, Kontan – Tahun lalu tampaknya memang bukan masa yang bagus bagi industri telekomunikasi. Kinerja hampir semua operator telepon merosot, bahkan ada yang sampai merugi.
Yang terbaru, PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) melaporakan, laba bersih mereka tahun lalu turun 5,2% ketimbang laba bersih 2007. Meski begitu, secara keseluruhan, BTEL masih bisa meraih laba bersih Rp136,812 miliar.
Penggerus laba bersih itu adalah pembengkakkan biaya operasional. Antara lain karena kenaikan ongkos pembangunan jaringan dan base transceiver station (BTS). Tahun lalu, biaya operasional BTEL melejit 100,28% menjadi Rp536,56 miliar.
Persoalannya, hasil pengembangan jaringan tidak bisa langsung berdampak bagi kinerja BTEL. “Ini untuk jangka panjang,” kata Deputi Presiden Direktur BTEL M. Danny Buldiansyah, kemarin.
Kerugian kurs BTEL juga naik menjadi Rp44,5 miliar. Pada tahun sebelumnya BTEL masih meraih untung kurs Rp8,01 miliar. “Rugi kurs BTEL tidak terlalu signifikan karena BTEL tak banyak memiliki utang dolar AS,” tandas Rachmad Junaidi, Sekretaris Perusahaan BTEL.
Dari sisi pendapatan, BTEL masih sanggup meraih kenaikan pendapatan 70% lebih menjadi Rp 2,2 triliun. Tahun 2007, pendapatan BTEL baru sekitar Rp 1,3 triliun. Dari jumlah itu, 89,23% berasal dari jasa telepon dan SMS. “Sisanya dari jasa internet,” kata Danny.
Peningkatan pendapatan BTEL tak lepas kenaikan pelanggan Esia, merek telepon BTEL. Tahun lalu, jumlah pelanggan BTEL bertambah 197% menjadi 7,3 juta. Tahun 2007, BTEL baru memiliki 3,7 juta pelanggan.
Keberhasilan ini membuat BTEL optimistis memasang target tahun ini. “Tahun 2009 ini, kami memiliki target pelanggan bertambah hingga 10,5 juta,” kata Rachmad.
BTEL akan memperoleh dana tambahan dari penjualan 543 menara untuk menopang ekspansi. “Rencana terbaru, akhir bulan ini kami akan mengumumkan pemenang tender menara,” janji Danny. Rizki Caturini
0 komentar:
Posting Komentar