Jawa Pos Bangun Kabel Optik Surabaya-Hong Kong
Oleh Encep Saepudin
Surabaya, Investor Daily – Jawa Pos Group melalui PT Fangbian Iskan Corporindo (FIC) akan membangun jaringan kabel optik bawah laut sepanjang 4.300 km. Jaringan ini terbentang dari Surabaya ke Hong Kong.
Oleh Encep Saepudin
Surabaya, Investor Daily – Jawa Pos Group melalui PT Fangbian Iskan Corporindo (FIC) akan membangun jaringan kabel optik bawah laut sepanjang 4.300 km. Jaringan ini terbentang dari Surabaya ke Hong Kong.
Pembangunan proyek ini bakal menelan dana sebesar US$200 juta dan memakan waktu sekitar dua tahun, dengan pelanksanaannya dimulai pada akhir 2009 hingga 2011.
“Setelah itu kami siap memakainya untuk keperluan group (Jawa Pos),” kata Presiden Direktur FIC Linggar Mulyono di Surabaya, akhir pekan lalu, usai menandatangani nota kesepahaman Deployment of Submarine Cable Asia Network (Scan Cable) antara FIC, Telemedia Pacific Inc (TPI) Hong Kong, dan NEC Japan.
Dikatakan Mulyono, Jawa Pos hanya mempergunakan sedikit bandwidth dari yang terpasang sebesar 1,9 Tera bit per detik. Sebab itu, kata dia, FIC memberikan peluang bagi operator telekomunikasi, internet service provider (ISP), maupun berbagai perusahaan yang membutuhkan penambahan bandwidth untuk turut memanfaatkannya.
Kesempatan ini dibuka untuk mengoptimalkan utilisasi jaringan. Dia menambahkan, pembukaan peluang ini menandakan pihaknya tidak ingin menyaingi operator. “Justru FIC bersama operator ingin mempercepat realisasi telekomunikasi data dan internet berkecepatan tinggi di Tanah Air. Konsultan kami sudah menemukan tarifnya bagi yang mau memakainya,” ujar Linggar.
Meski tarif sudah ditetapkan, Chief Executive Officer (CEO) TPI Hady Hartanto belum bersedia membuka kapan perkiraan balik modal (break event point/BEP) proyek tersebut.
Menurut dia, BEP proyek itu sangat tergantung banyak faktor yang belum dapat diungkapkan kepada publik. Hanya saja, kurs atas dolar Amerika Serikat ditetapkan mengikuti nilai tukar terkini.
Terkait keamanan jaringan ini, Linggar mengaku, beberapa operator mempertanyakannya. Pasalnya, laut yang dilewati cukup dangkal, sehingga mudah terseret jangkar kapal laut serta adanya gangguan alam.
Namun, kata Linggar, potensi ancaman itu sudah diantisipasi. “Ketakutan-ketakutan itu sudah kami antisipasi dengan kajian pendahuluan,” kata dia.
Pihaknya menyiapkan jurus dengan mempergunakan kabel serat optik buatan NEC Jepang. Kabel ini terbukti tahan guncangan dan pemasangannya pun tidak dengan cara konvensional melainkan dengan membenamkannya ke dasar laut.
Pangkas Tarif
Sementara itu, jaringan (backbone) kabel optik bawah laut internasional ini diperkirakan bakal memangkas biaya sewa jaringan secara signifikan. Pada gilirannya, proyek ini akan ikut menurunkan tarif internet.
“Tentu ini akan memangkas biaya jaringan yang sudah ada saat ini,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Mohammad Nuh pada acara yang sama.
Pembangunan kabel laut ini dapat menekan biaya internet sebab berbeda dengan kabel yang digunakan saat ini.
FIC menghitung, biaya internet internasional sekitar US$ 700. Namun, nantinya biaya itu dapat dipangkas sampai 50%. “Setelah ada kabel Surabaya – Hong Kong, biaya bisa turun menjadi US$400,” kata Linggar.
Anggaran Palapa Ring
Pada bagian lain, anggaran Palapa Ring akan dihitung kembali. Pemerintah optimistis megaproyek ini digelar tahun ini.
Dikatakan Nuh, saat Palapa Ring digodok kurs rupiah terhadap dolar AS masih sekitar Rp 9.000. Belakangan, mata uang Paman Sam itu dinilai Rp12.000 per dolar. Nuh berharap palapa Ring dapat bersinergi dengan pembangunan kabel Surabaya-Hong Kong itu. Nilai proyek Palapa Ring kini menyusut menjadi US$ 150 juta.
0 komentar:
Posting Komentar