06 April 2009 Cisco Bidik Pasar Solusi Video Berbasis Internet

oleh Roni Yunianto

Jakarta, Bisnis Indonesia – Cisco Systems mengincar pasar solusi teknologi generasi baru pendukung layanan video berbasis Internet menyusul kehadiran televisi berbasis protokol Internet yang diprediksikan marak di Indonesia pada 2010.

Ichwan F. Agus, Service provider Director PT Cisco Indonesia, menuturkan di Indonesia beberapa operator siap meluncurkan televisi berbasis protokol Internet (IPTV) pada 2010.

“Ini tinggal menunggu perizinan permerintah saja, infrastruktur sudah siap. Jadi IPTV melalui broadband [bukan seluler tetapi kabel telepon, TV kabel] sudah siap dan nantinya WiMax juga bisa menjadi saluran,” ujarnya baru-baru ini.

Menurut Ichwan, isu pada IPTV ada pada aspek lisensi dan belum adanya regulasi. “Ini sudah bukan faktor infrastruktur, prinsipnya jika diberikan izin layanan di daerah tertentu, mereka [operarot IPTV] berani menjamin kualitas broadband-nya dan jika didesain dengan baik maka layanan tersebut akan disambut pasar.”

Dalam peluncuran sejumlah solusi video, Cisco menyatakan pada saatnya komunikasi berbasis data mulai digantikan oleh video dan konten yang kaya akan media, yang mengandalkan fondasi arsitektur jaringan umum dan privat milik konsumen dan bisnis.

Dia mengatakan video menjadi pendorong transformasi di mana konsumen dan perusahaan sekala besar akan mengaplikasikan kekuatan video untuk komunikasi, hiburan, dan pengumpulan informasi yang lebih baik.

Cisco memperkirakan akan adanya generasi baru dari pengalaman video dan multimedia berbasis Internet yang berjalan di medianet yang nantinya akan menciptakan peluang baru bagi operator telekomunikasi, penyedia konten, bisnis serta konsumen. Sebagai contoh, lembaga penyiaran BBC telah mengolah konten video untuk dihantarkan melalui TV di mana penonton dapat menentukan sendiri apa yang ingin ditontonnya.

Kualitas Broadband
Peter Papaioannou, Operations Director Cable & Video Solution Cisco Asia Pacific, mengatakan agar layanan video dan IPTV tumbuh dengan baik, jaringan broadband (pita lebar) setidaknya harus berkualitas dengan kapasitas 5 Mbps.

“Trafik Internet dunia tumbuh 41% per tahun dimana 50% akan merupakan video pada 2012,” ujarnya.

Dia mengatakan pada saat yang sama akan marak layanan video streaming dan IPTV berdefinisi tinggi (HD), jaringan visual dan telepresence konsumer.

Adapun untuk transformasi ke jaringan Internet Protocol (IP) yang menjadi platform baru generasi berikutnya dari aplikasi dan layanan video serta konten dibutuhkan empat pilar utama.

Di antaranya adalah transformasi pengalaman pengguna, perhatian pada IP jaringan generasi berikutnya, teknologi virtualisasi untuk mengelola kompleksitas dan skala layanan termasuk mengelola berbagai konten yang berasal dari satelit, terestrial, studio, Internet atau video library untuk disalurkan ke berbagai media serta kemampuan penyedia memasarkan konten ke berbagai media, menjual konten terbuka dengan iklan lokal ataupun paket berlangganan yang menarik.

0 komentar: