Langkah ekspansi Telkom plus berbagai inovasi produk membuat kinerja Telkom bakal moncerOleh Ade Jun Panjaitan
Jakarta, Kontan – Anda termasuk orang yang ikut mengantre untuk mendapatkan iPhone? Kalau ya, tentu Anda setuju sektor telekomunikasi tidak lekang dimakan krisis. Karena itulah, saham-saham sektor telekomunikasi masih terus jadi incaran para investor.
Salah satu saham telekomunikasi favorit adalah saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Maklum, perusahaan yang ngetop dengan nama Telkom ini merupakan operator telepon terbesar di Indonesia.
Emiten pelat merah ini juga rajin ekspansi. Tahun ini Telkom sudah menyiapkan belanja modal atawa capital expenditure (capex) Rp22 triliun. Sebanyak 70% dari duit itu akan dipakai membangun menara Telkomsel, salah satu anak usaha Telkom.
Telkom juga akan berfokus menambah jumlah pelanggan unit usaha fixed wireless bermerek dagang Flexi dan penyedia jasa jaringan internet bermerek Speedy. Tahun ini, Telkom menargetkan pelanggan Flexi bisa mencapai 16 juta, naik 25,98% dari jumlah pelanggan tahun 2008 sebanyak 12,7 juta pelanggan.
Untuk Speedy, Telkom menargetkan pelanggan nik 82% dari 930.000 jari 1,7 juta. “Kami yakin bisa tercapai karena internet dan telepon seluler telah menjadi gaya hidup masyarakat,” cetus Wakil Presiden Komunikasi Pemasaran dan Publik Telkom Eddy Kurnia, kemarin (6/4).
Untuk bisnis telepon rumah (fixed wireline), Telkom Cuma menargetkan pertumbuhan 250.000 pelanggan tahun ini. Sementara, untuk Telkomsel, Eddy mengaku belum mendapat perincian target pertumbuhan pelanggan.
Beberapa waktu lalu, Telkomsel mengklaim jumlah pelanggannya bertambah 2 juta pada Januari-Februari 2009. Akhir 2008, jumlah pelanggan Telkomsel mencapai 65,3 juta, setara 46% pengguna ponsel di Indonesia.
Melihat data-data itu, analis pun hakul yakin, bisnis Telkom tahun ini akan tetap moncer. Alhasil, analis pun pede memasang rekomendasi beli untuk saham TLKM.
Dominasi sulit digeser
Ada beberapa faktor yang membuat saham Telkom layak masuk keranjang investasi Anda. Pertama, TLKM adalah saham blue chip.
Kedua, kepemimpinan Telkom di industri halo-halo sulit digeser pemain lain. Perang harga yang belakangan gencar terjadi pun dinilai sulit menumbangkan dominasi Telkom. “Perang harga bukan batu sandungan bagi Telkom,” tegas Wakil Presiden Riset dan Analisis Valbury Asia Futures Nico Omer Jackenhere.
Ketiga, Telkom punya produk baru, yaitu iPhone. Pengamat pasar modal Willy Sanjaya menilai, produk ini mampu memperluas basis pelanggan Telkom. Tambah lagi, Telkom mendapat fulus dari layanan bisnis data dan internet.
Melihat berbagai sentimen positif yang mengelilingi perusahaan berslogan Commited to you ini, Nico yakin tahun ini pendapatan Telkom bisa tumbuh 8% dari tahun lalu. Willy malah punya hitungan lebih optomistis. Dia melihat pendapatan Telkom bisa naik 25% dari pendapatan 2008, berkat kehadiran iPhone.
Sebagai catatan, saat ini Telkom belum menerbitkan laporan keuangan 2008.
Kedua analis itu juga menilai harga saham ini masih relatif murah. Nico dan Willy melihat harga wajar Telkom adalah pada Rp9.000 per saham. Kemarin, harga TLKM masih Rp7.300 per saham.
0 komentar:
Posting Komentar