Batas akhir pembayaran bunga obligasi pada 7 April Oleh Sylviana Pravita R.K.N
& Wisnu Wijaya
Jakarta, Bisnis Indonesia – Kas dan setara kas PT Mobile-8 Telecom Tbk pada akhir tahun lalu tergerus hebat 97,2% dari Rp852,67 miliar pada akhir 2007 menjadi hanya Rp23,73 miliar.
Dalam laporan keuangan 2008 Mobile-8 yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia kemarin disebutkan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Mobile-8 tahun lalu mencapai Rp443,99 miliar. Kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi Rp343,38 miliar.
Sekretaris Perusahaan Mobile-8 Chris Taufik mengatkan tergerusnya kas dan setara kas itu karena penambahan jumlah base transceiver station (BTS) sebesar 65% menjadi 1.500 BTS pada tahun lalu.
“Kas Mobile-8 tergerus disebabkan lonjakan nilai investasi jangka pendek senilai Rp288,98 miliar dari Rp198,37 miliar pada 2007. Biaya operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi juga melonjak menjadi Rp307,94 miliar pada 2008 dari Rp135,88 miliar pada 2007,” tuturnya kepada Bisnis kemarin.
Di sisi lain, utang usaha Mobile-8 pada tahun lalu jumlahnya mencapai Rp579,25 miliar dan utang lainnya Rp160,40 miliar.
Operator telepon berbasis code division multiple access (CDMA) itu juga masih dibebani oleh surat utang senilai total Rp1,73 triliun yang terdiri dari obligasi rupiah Rp675 miliar yang jatuh tempo pada 2012 dan obligasi US$100 juta yang jatuh tempo pada 2013.
Mobile-8 juga masih menunggak pembayaran bunga yang jatuh tempo pada 15 Maret sebesar Rp20,88 miliar. Pembayaran bunga itu ditunda hingga 7 April.
Chris menuturkan perseroan belum menentukan pembayaran bunga obligasi itu. “Apabila kami tidak membayar dalam 14 hari setelah 7 April, kami default dan mekanisme yang berlaku akan menggelar rapat umum pemegang obligasi,” katanya.
Mobile-8 juga masih menunggak pembayaran bunga obligasi dolar sebesar US$5,63 juta yang jatuh tempo pada 1 Maret 2009.
Jumlah Saham
Sementara itu, Jerash Investment Ltd dan PT Global Mediacom Tbk, pemegang saham mayoritas Mobile-8 Telecom, mengkaji rencana pelepasan saham operator CDMA itu kepada investor strategis guna membiayai kebutuhan pendanaan terhadap vendor senilai Rp200 miliar.
“Ada dua hal yang akan kami laksanakan, yaitu restrukturisasi utang dan menjajaki injeksi dana dari sejumlah investor. Skema injeksi dana itu memang tidak menutup kemungkinan melalui masuknya pemodal baru di level pemegang saham,” ujarnya.
Chris menuturkan penajaman jumlah suntikan dana yang dibutuhkan dan investor mana saja yang berminat sedang dibahas di level pemegang saham mayorits, yaitu Jerash Investment dan Global Mediacom.
Selanjutnya, apabila kedua opsi itu terwujud, perseroan berencana melaksanakan relokasi pendanaan, sehingga kewajiban perseroan terpenuhi.
Mobile-8 membukukan rugi bersih senilai Rp1,06 triliun sepanjang tahun lalu karena besarnya nilai beban bunga utang perseroan yang menembus Rp367,25 miliar. Perusahaan itu masih membukukan laba bersih Rp50,34 miliar pada 2007.
Chirs mengatakan perseroan belum menargetkan besarnya pendapatan dan laba bersih yang akan diraih pada tahun ini.
Anjloknya kinerja perseroan pada tahun lalu, lanjutnya, disebabkan oleh tingginya beban bunga perseroan yang merupakan konsekuensi dari utang perseroan pada 2007.
“Selain itu, juga akibat rugi kurs, rugi derivatif dan peningkatan utang perseroan pada 2008.”
Beban usaha perseroan per 31 Desember 2008 menembus Rp1,13 triliun atau melonjak 59,21% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2007 senilai Rp712,81 miliar.
Rasio peningkatan beban usaha perseroan itu tercatat lebih besar dari pertumbuhan pendapatan, sehingga menyebabkan perseroan membukukan rugi usaha Rp403,05 miliar.
Mobile-8 pada 2007 membukukan laba usaha Rp167,72 miliar. Pos beban lain-lain juga melonjak 586% menjadi Rp775,44 miliar dibandingkan dengan periode yang sama pada 2007, yaitu Rp112,88 miliar.
Lonjakan pos beban lain-lain itu, terutama disebabkan adanya kerugian derivatif mencapai Rp142 miliar, beban bunga Rp367,25 miliar dan rugi kurs mencapai Rp182,76 miliar.
(sylviana.pravita@bisnis.co.id/wisnu.wijaya@bisnis.co.id)
0 komentar:
Posting Komentar